0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home ASN Digital Berita BKN Featured Spesial

    BKN Wajibkan Keamanan Berlapis bagi ASN Digital Nasional - Pojok Papua

    8 min read

     

    BKN Wajibkan Keamanan Berlapis bagi ASN Digital Nasional


    Reno Manggala

    Author

    Gunawan Sujana, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sumenep ini sukses menyabet Juara 3 kategori

    Smallest Font

    Largest Font

    Badan Kepegawaian Negara mewajibkan penggunaan Multi-Factor Authentication sebagai lapisan keamanan tambahan untuk melindungi data dan akun Aparatur Sipil Negara pada platform ASN Digital tahun 2026. Langkah ini diambil guna meminimalkan risiko penyalahgunaan akun, pencurian identitas, hingga akses ilegal terhadap data kepegawaian nasional.

    Dilansir dari Kompas.com, sistem keamanan berlapis ini mengharuskan para pegawai memasukkan tiga komponen utama saat proses login, yaitu Nomor Induk Pegawai, kata sandi, serta kode One Time Password. Kode verifikasi tambahan tersebut dihasilkan secara berkala melalui aplikasi autentikator seperti Google Authenticator atau FreeOTP.

    Penguatan sistem digital ini berjalan selaras dengan upaya integrasi layanan administrasi aparatur yang tengah digodok oleh pemerintah pusat. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sendiri telah menggelar Kickoff Meeting Pengembangan Portal Administrasi Pemerintahan Bidang Layanan Aparatur Negara atau SmartASN di Jakarta pada Selasa, 9 Juni 2026.

    Pertemuan strategis tersebut diselenggarakan untuk menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan mengenai rencana eksekusi SmartASN sepanjang tahun 2026 hingga 2028. Agenda ini dihadiri oleh jajaran kedeputian Kementerian PANRB, Peruri, serta tim teknis dari Lembaga Administrasi Negara, BKN, Lembaga Nasional Single Window, dan Badan Siber dan Sandi Negara.

    Di tengah masifnya transformasi teknologi tersebut, aspek kecakapan literasi digital secara mandiri juga terus berkembang di tingkat daerah. Salah satu aparatur asal Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep, Gunawan Sujana, berhasil meraih penghargaan Juara 3 tingkat nasional kategori ASN Ajak ASN dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 BKN yang diumumkan pada Selasa, 9 Juni 2026.

    Penghargaan tersebut diberikan oleh BKN atas konsistensi Gunawan dalam mengelola platform digital pribadi bernama PNS Jalan-jalan yang dinilai edukatif serta mampu menyebarluaskan informasi manajemen ASN dan tata kelola pemerintahan secara organik. Dalam kompetisi nasional tersebut, posisi pertama diraih oleh Komunitas Abdi Muda, sedangkan posisi kedua ditempati oleh Rini Rosa dari Inspektorat Provinsi Jambi.

    "Penghargaan ini menunjukkan bahwa edukasi birokrasi tidak harus selalu disampaikan secara formal dan kaku. Informasi kepegawaian yang kompleks dapat dikemas lebih sederhana sehingga mudah dipahami dan diterapkan oleh ASN," ujar Gunawan Sujana, ASN Diskominfo Sumenep.

    Melalui media digital ini, berbagai regulasi kepegawaian dan kebijakan publik diterjemahkan ke dalam format penceritaan atau storytelling visual yang lebih ringan untuk meningkatkan keterlibatan sesama aparatur di berbagai wilayah. Platform ini dinilai efektif mendobrak pola komunikasi konvensional dan membangun ekosistem pembelajaran internal.

    "Penghargaan ini mengonfirmasi bahwa dengan mengoptimalkan narasi visual dan memahami preferensi audiens, regulasi kepegawaian yang kompleks bisa diubah menjadi konten yang mudah dipahami. ‘PNS Jalan-jalan’ dibangun untuk memastikan informasi tata kelola pemerintahan bisa diterima dan diadaptasi dengan mudah oleh sesama aparatur di berbagai wilayah," kata Gunawan Sujana, ASN Diskominfo Sumenep.

    Pihak panitia BKN mencatat bahwa konten digital dari platform ini efektif menjadi jembatan literasi yang akurat bagi para pegawai pemerintahan lintas daerah. Capaian dari inovasi personal ini turut membawa nama harum Kabupaten Sumenep di kancah nasional berdasarkan laporan dari Media Center Sumenep, maduraindepth, detikzone, dan MEMOonline.

    "Pendekatan komunikasi birokrasi tidak harus selalu formal dan kaku. Ketika data, regulasi, dan pengalaman lapangan dikemas dengan narasi yang tepat, pesan kebijakan bisa lebih mudah diterima dan berdampak luas," tutur Gunawan Sujana, ASN Diskominfo Sumenep.

    Prestasi ini menjadi bukti nyata kemampuan adaptasi digital dari aparatur daerah dalam menyebarluaskan informasi publik di era transformasi pemerintahan. Metode penyampaian informasi yang segar terbukti mampu menyerap perhatian dari para pegawai generasi baru.

    "Penghargaan ini membuktikan bahwa edukasi birokrasi tidak harus disampaikan secara kaku dan formal. Dengan memahami karakter audiens serta mengoptimalkan narasi visual, informasi kepegawaian yang kompleks dapat disajikan secara lebih sederhana, menarik, dan mudah dipahami," sebut Gunawan Sujana, ASN Diskominfo Sumenep.

    Inisiatif mandiri dari ujung timur Pulau Madura ini mendapat apresiasi dari panitia BKN karena dianggap berhasil membangun literasi yang kuat. Upaya edukasi kreatif ini membedah preferensi audiens dengan memanfaatkan platform digital populer secara maksimal.

    "Penghargaan ini mengonfirmasi hipotesis bahwa edukasi birokrasi tidak harus selalu bersifat instruksional dan kaku. Dengan membedah preferensi audiens dan mengoptimalkan narasi visual, regulasi kepegawaian yang kompleks dapat ditranslasikan menjadi literasi yang organik," jelas Gunawan Sujana, ASN Diskominfo Sumenep.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS