Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Keuangan Spesial

    Bursa Saham AS Merosot Imbas Aksi Jual Masif Sektor Teknologi -

    6 min read

     

    Nabila Zahra, M.Si.

    Author


    Smallest Font

    Largest Font

    Pasar saham Amerika Serikat mengalami tekanan tajam pada perdagangan Selasa (23/6/2026) waktu setempat akibat aksi jual besar-besaran yang melanda sektor teknologi dan semikonduktor. Melemahnya bursa dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap kebijakan Federal Reserve yang semakin hawkish serta tingginya beban utang korporasi untuk mendanai kecerdasan buatan.

    Koreksi ini menyebabkan indeks Nasdaq dan S&P 500 terjerembab ke level terendah mereka dalam lebih dari satu pekan terakhir, seperti dilansir dari Investasi. Pada awal perdagangan, Dow Jones Industrial Average merosot 395,32 poin ke 51.317,39, sementara S&P 500 melemah 1,54% ke 7.357,83, dan Nasdaq Composite anjlok hingga 2,04% menjadi 25.632,87.

    Kemerosotan dipimpin oleh saham-saham raksasa teknologi seperti Nvidia yang terpangkas 3% dan Alphabet yang turun 1,2%. Tekanan lebih besar melanda produsen chip seperti Intel, Marvell Technology, dan AMD yang ambles antara 6,2% hingga 8,7%, disusul kejatuhan tajam saham memori Micron Technology sebesar 12% dan SanDisk sebesar 13%.

    Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai keberlanjutan investasi masif pada sektor kecerdasan buatan yang sebagian besar mengandalkan pendanaan dari surat utang. Situasi pasar global saat ini dinilai rawan terhadap pembalikan sentimen yang mendadak karena konsentrasi kepemilikan saham yang homogen.

    "Ketika hampir semua investor memiliki saham yang sama, gelombang aksi jual dapat terjadi dengan sangat cepat saat sentimen berubah," ujar Nigel Green, Chief Executive Officer deVere Group.

    Sentimen negatif tersebut turut menyeret indeks Russell 2000 sebesar 1,7%, sementara indeks volatilitas CBOE melonjak ke angka 20,13. Di sisi lain, saham SpaceX milik Elon Musk merosot 4,8% setelah perusahaan kembali masuk ke pasar obligasi untuk menghimpun pendanaan ekspansi.

    Ekspektasi pasar kini bergeser ke arah kebijakan moneter yang lebih agresif dengan proyeksi dua kali kenaikan suku bunga oleh The Fed sebelum akhir tahun. Di tengah kepanikan sektor teknologi, pelaku pasar mulai mengalihkan modal ke sektor defensif seperti kebutuhan pokok konsumen yang berhasil menguat 1,2%.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS