CEO Nothing Ungkap Semahal Ini Harga RAM Sekarang buat HP - Kompas
CEO Nothing Ungkap Semahal Ini Harga RAM Sekarang buat HP
KOMPAS.com - Pendiri sekaligus CEO Nothing, Carl Pei, mengungkap bahwa memori kini menjadi komponen paling mahal dalam proses produksi smartphone.
Menurut Pei, harga memori bahkan lebih mahal dari chipset yang selama ini dianggap sebagai komponen terpenting di sebuah ponsel.
Hal ini ia utarakan di media sosial X (dulu Twitter) beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, biaya RAM dan penyimpanan (storage) saat ini bisa memakan lebih dari separuh total biaya material (bill of materials/BOM) sebuah smartphone.
Menurut Pei, lonjakan harga memori terjadi sangat cepat dalam beberapa bulan terakhir. Saat Nothing membuat smartphone Nothing Phone (4a), biaya komponen memori disebut telah meningkat dua kali lipat.
Baca juga: Harga Memori Naik, Peta Chipset HP Dunia Mulai Berubah

Lihat Foto
Bos Nothing Carl Pei mengulas OnePlus 11.(YouTube/Nothing)
Setelah peluncuran, harga komponen memori kembali naik hingga dua kali lipat.
"Kini RAM dan storage dapat membentuk lebih dari 50 persen biaya material sebuah smartphone," tulis Pei.
Kenaikan harga ini dipicu oleh tingginya permintaan chip memori di industri kecerdasan buatan (AI). Akibatnya, pasokan menjadi terbatas dan produsen smartphone harus bersaing mendapatkan kuota dari pemasok.
Dalam kondisi tersebut, vendor ponsel tidak lagi dapat membeli komponen sesuai kebutuhan karena pasokan yang tersedia terbatas. Produsen smartphone pada akhirnya harus membayar harga lebih tinggi untuk memperoleh memori yang dibutuhkan.
Pei mengatakan, tren kenaikan biaya komponen telah berdampak langsung pada harga jual smartphone baru. Sejak Februari 2026, banyak ponsel yang dirilis dengan harga sekitar 100 dollar AS atau sekitar Rp 1,8 juta lebih mahal dibandingkan generasi sebelumnya.
Sejumlah pengamat industri juga mencatat, harga DRAM mengalami kenaikan tajam sepanjang 2026 akibat ledakan kebutuhan AI.
Baca juga: Gara-gara Ini Distributor Memori China Panik dan Jual Timbunan RAM di Gudang
Kenaikan tersebut disebut menambah biaya produksi smartphone sekitar 10 hingga 30 persen tergantung spesifikasi perangkat, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Gizmochina.
Nothing menjadi salah satu vendor yang sudah menaikkan harga. Carl Pei memperkirakan, tren kenaikan harga smartphone masih akan berlanjut apabila biaya komponen memori terus meningkat.
Karena itu, ia menyarankan konsumen yang berencana mengganti ponsel untuk tidak menunda pembelian terlalu lama.
Menurut dia, menunggu lebih lama berpotensi membuat konsumen harus membayar harga yang lebih mahal dan kehilangan berbagai program diskon yang sebelumnya umum ditawarkan produsen maupun peritel.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang