Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Gempa Bumi Google Internet Lintas Peristiwa Spesial

    Google Peringatkan Jutaan Orang Sebelum Gempa Melanda Venezuela, Bagaimana Caranya? - Tribunnews

    13 min read

     


    Ringkasan Berita:
    • Google memanfaatkan miliaran ponsel Android sebagai sensor untuk mendeteksi gelombang awal gempa dan mengirimkan peringatan beberapa detik sebelum guncangan kuat terjadi. 
    • Sistem Android Earthquake Alerts (AEAS) juga tersedia di Indonesia dan dapat diaktifkan melalui pengaturan ponsel. 
    • Teknologi ini tidak memprediksi gempa, melainkan memberi waktu bagi pengguna untuk berlindung.

    TRIBUNNEWS.COM - Ketika dua gempa bumi dahsyat melanda Venezuela pada Rabu (24/6/2026) malam waktu setempat, sejumlah pengguna Android menerima peringatan dari Google bahkan sebelum mereka merasakan tanah berguncang.

    Notifikasi tersebut, mengejutkan banyak orang dan memunculkan pertanyaan, bagaimana Google bisa mengetahui gempa bumi akan terjadi sebelum guncangan benar-benar terasa?

    Mengutip WION, Google sebenarnya tidak memprediksi gempa bumi.

    Sebaliknya, Google mendeteksi tanda-tanda awal gempa dan dengan cepat memperingatkan orang-orang di wilayah terdampak sebelum getaran terkuat tiba.

    Android Earthquake Alerts System (AEAS) milik Google mengubah perangkat Android yang kompatibel menjadi jaringan deteksi gempa bumi global yang mampu mengenali tanda-tanda awal gempa dan mengirimkan peringatan dalam hitungan detik.

    Bagaimana Ponsel Android Mendeteksi Gempa Bumi

    Setiap smartphone Android modern memiliki accelerometer.

    Accelerometer adalah sensor yang mengukur percepatan suatu benda, baik karena gravitasi maupun gerakan atau vibrasi.

    Sensor tersebut, juga mampu mendeteksi getaran kecil di permukaan tanah.

    Saat ponsel Android mendeteksi getaran yang sesuai dengan pola gempa bumi, perangkat akan secara anonim mengirimkan sinyal beserta perkiraan lokasinya ke server Google.

    Namun, satu ponsel saja tidak cukup untuk mengonfirmasi adanya gempa bumi.

    Karena itu, sistem Google menunggu laporan dari banyak ponsel di lokasi yang berdekatan.

    Baca juga: Peta Lokasi Aset Beku Iran, Paling Banyak Ada di China

    Apabila cukup banyak perangkat mendeteksi pola getaran yang sama dalam waktu yang hampir bersamaan, server Google akan menentukan kemungkinan terjadinya gempa bumi dan segera mengirimkan peringatan kepada orang-orang yang berpotensi terdampak.

    Dengan lebih dari dua miliar perangkat Android di seluruh dunia, Google menyebut sistem ini sebagai jaringan deteksi gempa terdistribusi terbesar di dunia.

    Mengapa Peringatan Bisa Tiba Sebelum Guncangan Terjadi?

    Gempa bumi tidak datang secara bersamaan.

    Gempa bumi merambat melalui beberapa jenis gelombang seismik.

    Gelombang pertama adalah gelombang primer atau gelombang P.

    Gelombang ini bergerak dengan kecepatan sekitar 6 kilometer per detik, tetapi umumnya hanya menimbulkan sedikit kerusakan.

    Gelombang berikutnya adalah gelombang sekunder atau gelombang S.

    Gelombang ini bergerak lebih lambat, sekitar 3 hingga 4 kilometer per detik, tetapi gelombang inilah yang bertanggung jawab atas sebagian besar guncangan kuat yang dirasakan masyarakat.

    Ponsel Android mendeteksi gelombang P yang bergerak lebih cepat terlebih dahulu.

    Selanjutnya, peringatan dikirim melalui jaringan seluler atau internet dengan kecepatan yang hampir setara dengan kecepatan cahaya.

    Hal ini memungkinkan server Google menganalisis data dan mengirimkan peringatan sebelum gelombang S yang lebih lambat dan lebih merusak mencapai wilayah terdekat.

    Seperti dijelaskan Google, sistem ini pada dasarnya berlomba antara kecepatan cahaya dan kecepatan rambat gelombang gempa.

    Menurut laporan, Venezuela dilanda dua gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5.

    Sejumlah pengguna di media sosial kemudian membagikan tangkapan layar yang menunjukkan bahwa peringatan dari Google diterima beberapa saat sebelum mereka merasakan guncangan.

    PERINGATAN GEMPA - Tangkap layar media sosial memperlihatkan pengguna membagikan notifikasi peringatan gempa muncul saat Venezuela diguncang gempa pada 24 Juni 2026.
    PERINGATAN GEMPA - Tangkap layar media sosial memperlihatkan pengguna membagikan notifikasi peringatan gempa muncul saat Venezuela diguncang gempa pada 24 Juni 2026. (Tribunnews.com)

    Salah satu notifikasi memperkirakan gempa bumi terdeteksi sekitar 341 kilometer dari lokasi pengguna, sehingga memberi waktu beberapa detik untuk bersiap sebelum guncangan yang lebih kuat tiba.

    Meski waktu peringatannya singkat, bahkan beberapa detik dapat memberi kesempatan bagi seseorang untuk menjauh dari benda berbahaya, menghentikan kendaraan, atau segera melakukan tindakan perlindungan.

    Dua Jenis Peringatan Gempa Bumi untuk Android

    Google menyediakan dua tingkat peringatan yang berbeda.

    Peringatan BeAware atau Waspada dirancang untuk gempa yang menimbulkan guncangan ringan dan memberikan pemberitahuan awal kepada pengguna.

    Sementara itu, peringatan TakeAction atau Bertindak ditujukan untuk gempa bumi yang lebih kuat dan berpotensi menyebabkan guncangan sedang hingga parah.

    Peringatan ini mendorong masyarakat untuk segera melindungi diri.

    Membuka salah satu notifikasi juga akan menampilkan panduan keselamatan, perkiraan magnitudo gempa, perkiraan lokasi episentrum, serta peta wilayah terdampak.

    Apakah Bisa Digunakan di Indonesia?

    Ya. Android Earthquake Alerts System (AEAS) sudah tersedia di Indonesia dan dapat diaktifkan di ponsel Android.

    Mengutip kemenkopmk.go.id, sistem ini bekerja sama dengan BMKG sehingga pengguna dapat menerima notifikasi gempa di ponsel beberapa detik sebelum guncangan terasa.

    Fitur ini telah tersedia di perangkat Android mulai versi Android 5.0 dan dapat diaktifkan secara manual melalui menu pengaturan.

    Cara Mengaktifkan AEAS di Indonesia

    Berikut cara mengaktifkan AEAS di Indonesia, seperti yang dipraktikkan Tribunnews.com.

    Buka Pengaturan (Settings) di ponsel Android.

    Masuk ke menu Safety & Emergency atau Keamanan & Darurat.

    Pilih Earthquake Alerts atau Peringatan Gempa Bumi.

    Geser tombol (toggle) ke posisi ON.

    Pastikan layanan lokasi dan koneksi internet aktif agar notifikasi dapat diterima.

    PERINGATAN GEMPA - Tangkap layar fitur AEAS di ponsel Android.
    PERINGATAN GEMPA - Tangkap layar fitur AEAS di ponsel Android. (Tribunnews.com)

    Dua Jenis Notifikasi

    • BeAware Alert: untuk gempa ringan (≥ M4,5) dan hanya berupa informasi.
    • TakeAction Alert: untuk gempa sedang hingga kuat. Layar akan menampilkan peringatan penuh disertai suara keras agar pengguna segera berlindung.

    Perlu diketahui, AEAS tidak memprediksi gempa bumi, melainkan hanya memberikan peringatan beberapa detik sebelum guncangan kuat terjadi.

    Akurasi sistem bergantung pada jumlah ponsel Android yang aktif di wilayah terdampak.

    Pengguna juga disarankan tetap mengaktifkan aplikasi InfoBMKG sebagai sumber informasi resmi pemerintah.

    Update Gempa Venezuela

    Dilansir Associated Press Jumat (26/6/2026), warga Venezuela kini tengah mencari korban selamat di bawah reruntuhan bangunan.

    Tim penyelamat bergegas menuju wilayah utara yang diguncang dua gempa bumi dahsyat yang, menurut para pejabat, menewaskan sedikitnya 188 orang dan menyebabkan lebih dari 200 orang terjebak.

    Jumlah korban tewas dikhawatirkan masih akan bertambah.

    Gempa berkekuatan M 7,2 dan M 7.5 itu merupakan yang terkuat di Venezuela dalam lebih dari satu abad dan guncangannya dirasakan hingga berbagai wilayah. 

    Sekitar 1.500 orang terluka, ribuan lainnya dilaporkan hilang, sementara bangunan dievakuasi hingga sejauh wilayah Amazon di Brasil.

    Sebagai respons atas bencana tersebut, Departemen Keuangan AS pada Kamis mengambil langkah mencabut sebagian sanksi hingga 23 Oktober untuk memungkinkan transaksi yang berkaitan dengan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa bumi di Venezuela.

    Sementara itu, di berbagai kota di Venezuela bagian utara, warga yang panik berhamburan ke jalan dan mencari orang-orang yang hilang di antara reruntuhan.

    Korban luka dievakuasi dari bawah reruntuhan dalam kondisi berlumuran debu dan darah, termasuk anak-anak dan hewan.

    Televisi pemerintah Venezuela menayangkan rekaman dramatis proses penyelamatan, termasuk seorang wanita yang terjebak di bawah lempengan beton.

    Hanya kedua kakinya yang terlihat sebelum tim penyelamat berhasil mengevakuasinya dalam keadaan selamat.

    Namun, hanya sedikit tim pencarian pemerintah yang terlihat di luar Caracas.

    (Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

    Komentar
    Additional JS