Superkomputer Terkencang di Dunia Kini Ada di China: Pakai Chip Huawei - detik
Foto: Dok. National Supercomputing Centre
Jakarta -
Sempat menghilang dari daftar peringkat superkomputer bergengsi TOP500 sejak 2023 akibat memanasnya perang dagang dan teknologi dengan Amerika Serikat, China kini kembali dengan kejutan besar. China baru saja meluncurkan LineShine, sistem superkomputer baru yang langsung dinobatkan sebagai yang tercepat dan paling bertenaga di dunia.
Pengumuman ini disampaikan pada ajang konferensi ISC 2026 (edisi ke-67 TOP500) yang digelar di Hamburg, Jerman. Debut LineShine tidak hanya sekadar masuk daftar, tetapi langsung menggusur superkomputer kebanggaan AS ke posisi kedua.
Berdasarkan pengujian standar High Performance Linpack (HPL), LineShine sukses mencatatkan skor kinerja sebesar 2,198 Exaflop/s. Angka ini mewakili sekitar 80% dari total kinerja puncak teoretisnya yang mencapai 2,736 Exaflop/s.
Pencapaian ini menorehkan sejarah besar di dunia komputasi. LineShine resmi menjadi sistem High-Performance Computing (HPC) pertama di dunia yang berhasil menembus batas 2 exaflop untuk kinerja komputasi presisi ganda (double-precision) secara berkelanjutan.
Di tengah tren global di mana pusat data dan superkomputer sangat bergantung pada kartu grafis (GPU) mutakhir dari Nvidia atau AMD untuk mendongkrak performa, LineShine justru memakai cara yang berbeda. Superkomputer ini dibangun dengan desain 100% CPU, tanpa menggunakan akselerator GPU sama sekali!
Sistem yang bermarkas di National Supercomputing Centre in Shenzhen (NSCS) ini dibangun menggunakan platform kustom bernama "LingKun". Berikut adalah spesifikasi mesin raksasa tersebut:
- Prosesor: Menggunakan cip "LX2" yang diyakini merupakan hasil rancangan raksasa teknologi Huawei, berbasis arsitektur Armv9.
- Kapasitas Inti: Setiap chip mengemas dua die komputasi dengan total 304 core (inti), ditambah memori High-Bandwidth Memory (HBM) sebesar 32 GB.
- Total Core: Platform ini mengerahkan kekuatan raksasa sebanyak 13,79 juta inti komputasi yang dihubungkan oleh interkoneksi eksklusif LingQi.
- Sistem Operasi: Menjalankan Kylin OS, sistem operasi mandiri berbasis Linux buatan China.
Setiap komponen yang dipakai di LineShine, mulai dari prosesor, jaringan, hingga penyimpanan, semuanya dikembangkan di dalam negeri. Satu-satunya elemen asing hanyalah arsitektur set instruksi Armv9 yang aslinya dirancang oleh perusahaan Inggris, Arm.
Daftar 5 Superkomputer Tercepat di Dunia (Edisi Juni 2026)
Kehadiran LineShine sukses menggeser penguasa sebelumnya, El Capitan buatan AS, turun takhta. Meski demikian, AS masih mendominasi posisi lima besar dunia.
| Peringkat | Sistem | Lokasi Pengguna | Negara | Spesifikasi dan HPL (Exaflop/s) |
| 1 | LineShine | National Supercomputer Center, Shenzhen | China | 100% CPU (LX2 - Armv9 - (2.198) |
| 2 | El Capitan | Lawrence Livermore National Laboratory | Amerika Serikat | CPU + GPU (AMD MI300A) - (1.809) |
| 3 | Frontier | Oak Ridge National Laboratory | Amerika Serikat | CPU + GPU (AMD MI250X) - (1.353) |
| 4 | Aurora | Argonne National Laboratory | Amerika Serikat | CPU + GPU (Intel Max) - (1.012) |
| 5 | JUPITER Booster | Jülich Supercomputing Centre | Jerman | CPU + GPU (Nvidia GH200) - (1.000) |
Pihak penyelenggara TOP500 menyoroti bahwa keberhasilan arsitektur murni CPU pada LineShine membuktikan tidak ada satu pun teknologi terbaik yang mutlak untuk menangani beban kerja komputasi ekstrem.
Tim NSCS menyatakan bahwa LineShine adalah puncak dari investasi bertahun-tahun China dalam mengembangkan solusi komputasi mandiri yang terbebas dari jerat rantai pasok asing. Saat ini, "monster" komputasi tersebut telah sibuk digunakan untuk menangani simulasi teknik tingkat tinggi, riset sains, pengembangan model AI, hingga pelatihan Large Language Model (LLM), demikian dikutip detikINET dari Techspot, Kamis (25/6/2026).
(asj/asj)