Heboh! Lawan kriminalisasi, 1.000-an karyawan pusat perbelanjaan teknologi informasi terbesar di Sulut, demo damai - BERITA PRIORITAS
Heboh! Lawan kriminalisasi, 1.000-an karyawan pusat perbelanjaan teknologi informasi terbesar di Sulut, demo damai - BERITA PRIORITAS
PRIORITAS, 2/6/26 (Manado): Spanduk raksasa bertuliskan “Ditutup karena kriminalisasi” di depan IT Center, pusat perbelanjaan elektronik dan teknologi terbesar di Manado, Selasa (2/6/26).
Pemasangan spanduk tersebut langsung menjadi perhatian publik dan memicu beragam reaksi di media sosial maupun kalangan pelaku usaha.

Kawasan pusat perbelanjaan teknologi informasi IT Center Manado.(Istimewa)
Menurut informasi media dan media sosial yang beredar, pemasangan spanduk itu merupakan bentuk protes manajemen terhadap proses hukum yang sedang berjalan terkait dugaan kasus pengelolaan limbah yang menyeret pihak pengelola pusat perbelanjaan tersebut.
Ratusan karyawan dan tenant gelar aksi damai tolak kriminalisasi
Tak lama setelah spanduk tersebut terpasang, ratusan karyawan, tenant, serta perwakilan manajemen menggelar aksi damai di kawasan IT Center. Mereka membawa berbagai poster dan spanduk yang berisi tuntutan agar dugaan kriminalisasi terhadap pengelola IT Center dihentikan.
Dalam aksi tersebut, para peserta menyuarakan kekhawatiran bahwa proses hukum yang berlanjut hingga berujung pada penutupan operasional gedung dapat mengancam mata pencaharian ribuan orang yang menggantungkan hidup dari aktivitas perdagangan di pusat perbelanjaan tersebut.
Beberapa tenant bahkan memilih menutup sementara aktivitas usaha mereka sebagai bentuk solidaritas terhadap aksi damai yang digelar.
Persoalkan penetapan tersangka dan pengambilan sampel limbah
Dalam orasi yang disampaikan, perwakilan karyawan dan pengelola mempertanyakan sejumlah aspek dalam proses penyelidikan, termasuk mekanisme pengambilan sampel limbah dan penetapan tersangka terhadap pihak pengelola. Mereka menilai terdapat sejumlah hal yang perlu dikaji lebih mendalam dan meminta adanya keadilan dalam proses hukum yang berlangsung.
Pihak manajemen juga menyebut bahwa proses penetapan tersangka terhadap General Manager IT Center berlangsung terlalu cepat dibanding sejumlah kasus lain yang pernah mereka ketahui. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat memberikan ruang yang sama bagi semua pihak untuk menyampaikan pembelaan dan klarifikasi.
Nasib ribuan pekerja jadi sorotan
Aksi damai tersebut bukan hanya menyuarakan persoalan hukum, tetapi juga menyoroti dampak sosial dan ekonomi yang berpotensi timbul apabila operasional IT Center terganggu.
Menurut pihak pengelola, ribuan orang menggantungkan kehidupan mereka pada aktivitas ekonomi yang berlangsung di pusat perdagangan tersebut, mulai dari pemilik toko, karyawan, teknisi, hingga pelaku usaha kecil lainnya. Karena itu, mereka meminta pemerintah daerah dan DPRD untuk ikut memperhatikan persoalan yang sedang terjadi.
Aspirasi dibawa ke DPRD Manado
Usai menggelar aksi damai menolak kriminalisasi, sejumlah perwakilan penghuni dan pengelola IT Center mendatangi DPRD Kota Manado untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung. Komisi III DPRD Manado menerima perwakilan tersebut dan mendengarkan berbagai keluhan serta keberatan terkait proses hukum yang sedang berjalan.
Langkah ini diharapkan menjadi pintu dialog antara para pelaku usaha, pemerintah, dan aparat penegak hukum guna mencari solusi yang tidak merugikan masyarakat luas.
Menanti kejelasan proses hukum
Hingga kini, kasus yang menjadi pemicu aksi damai tersebut masih bergulir. Sementara itu, manajemen, karyawan, dan tenant IT Center berharap proses hukum dapat berjalan secara transparan, profesional, dan berkeadilan sehingga tidak menimbulkan dampak sosial-ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kota Manado.
Fakta singkat
- Spanduk bertuliskan “Ditutup Karena Kriminalisasi” dipasang di IT Center Manado.
- Ratusan karyawan, tenant, dan manajemen menggelar aksi damai menolak kriminalisasi
- Mereka mempersoalkan proses hukum terkait dugaan kasus pengelolaan limbah.
- DPRD Manado menerima aspirasi para penghuni dan pengelola IT Center.
- Ribuan pekerja dan pelaku usaha disebut berpotensi terdampak jika operasional pusat perbelanjaan terganggu.(P-Sem)