Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Aplikasi Berita Featured Spesial VLC

    Masih Ingat VLC? Media Player Gratis Ini Bertahan Hampir 30 Tahun - Kompas

    6 min read


    KOMPAS.com - Di tengah dominasi layanan streaming seperti Netflix, YouTube, hingga Disney+, satu aplikasi pemutar video lawas masih bertahan dan digunakan miliaran orang di seluruh dunia. Namanya VLC Media Player.

    Ikonnya sederhana, hanya berupa kerucut lalu lintas berwarna oranye. Namun di balik tampilannya yang nyaris tak berubah selama bertahun-tahun, VLC memiliki kisah yang panjang.

    Tak banyak yang tahu, aplikasi ini sebenarnya lahir bukan dari perusahaan teknologi raksasa, melainkan dari proyek sekelompok mahasiswa di Perancis.

    Baca juga: Ponsel Huawei Diblokir oleh Aplikasi Pemutar Musik VLC

    Semuanya bermula pada 1996 di École Centrale Paris. Saat itu, sejumlah mahasiswa ingin membuat sistem yang memungkinkan video dapat diputar melalui jaringan kampus.

    Bekasi Kok Bisa Punya Pecinan? Intip Jejak Tionghoa sejak Ratusan Tahun

    Mereka kemudian mengembangkan dua perangkat lunak, yaitu VideoLAN Server (VLS) untuk mengirim video dan VideoLAN Client (VLC) untuk menerimanya.

    Seiring waktu, kemampuan VLC berkembang jauh melampaui fungsi awalnya sebagai "client".

    Aplikasi ini akhirnya mampu memutar video dan audio secara mandiri sehingga nama "VideoLAN Client" perlahan ditinggalkan dan kini lebih dikenal sebagai VLC Media Player.

    Pada 1998, kode VLC ditulis ulang dari awal agar lebih fleksibel.

    Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1 Februari 2001, proyek tersebut resmi dirilis sebagai perangkat lunak open source setelah mendapat persetujuan dari pihak kampus. Sejak saat itu, siapa pun dapat mengembangkan VLC secara bebas.

    Bisa memutar hampir semua format

    Popularitas VLC tidak datang karena tampilannya yang menarik.

    Justru sebaliknya, banyak pengguna menyukai VLC karena mampu memutar hampir semua format video maupun audio tanpa perlu memasang codec tambahan.

    Saat banyak media player lain mengharuskan pengguna mengunduh codec secara terpisah, VLC sudah menyertakan berbagai pustaka dekoder di dalam aplikasinya. Hasilnya, format seperti MP4, AVI, MKV, MOV, FLAC, DVD, hingga berbagai protokol streaming dapat diputar langsung.

    Baca juga: Cobain Aplikasi Winamp di HP Android, Lebih Modern tapi Terasa Jadul

    Selain gratis, VLC juga bebas iklan dan tersedia di hampir semua sistem operasi, mulai dari Windows, macOS, Linux, Android, hingga iPhone.

    Keunggulan inilah yang membuat VLC menjadi aplikasi andalan di warnet, sekolah, kantor, hingga komputer pribadi selama lebih dari dua dekade.

    VLC Media Player, software alternatif untuk memutar file multimedia di PC Windows.

    Lihat Foto

    Logo kerucut yang ikonik

    Salah satu ciri khas VLC adalah logo kerucut lalu lintas berwarna oranye.

    Ternyata logo tersebut memiliki cerita unik.

    Kerucut itu terinspirasi dari koleksi traffic cone yang dikumpulkan oleh organisasi mahasiswa jaringan di École Centrale Paris. Ikon tersebut kemudian dipilih sebagai identitas VLC dan digunakan hingga sekarang, meski tampilannya telah diperbarui beberapa kali.

    Tetap relevan di era AI

    Meski lahir hampir tiga dekade lalu, VLC masih terus dikembangkan.

    VideoLAN yang kini berstatus organisasi nirlaba dengan kontributor dari puluhan negara belum lama ini mengumumkan bahwa VLC telah mencatat lebih dari 6 miliar unduhan di seluruh dunia.

    VLC 360.

    Lihat Foto

    Angka tersebut terus bertambah meski kebiasaan menonton video kini bergeser ke layanan streaming.

    Pada ajang CES 2025, VideoLAN juga memamerkan fitur baru berupa pembuatan subtitle otomatis dan penerjemahan secara real-time menggunakan model AI open source yang berjalan langsung di perangkat pengguna tanpa koneksi cloud.

    Menurut Presiden VideoLAN, Jean-Baptiste Kempf, jumlah pengguna aktif VLC justru masih terus bertambah meski era streaming telah mendominasi konsumsi video digital, dikutip KompasTekno dari TechRound.

    Hingga kini, VLC tetap mempertahankan filosofi yang sama seperti saat pertama kali dirilis: gratis, open source, bebas iklan, dan mampu memutar hampir semua format multimedia.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Iran-AS Masih Kontra, Pertemuan di Doha Bahas Apa?

    Komentar
    Additional JS