0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Menkomdigi Spesial

    Menkomdigi: Panduan Digital Bantu Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital - Info Publik

    3 min read

     

    InfoPublik - Menkomdigi: Panduan Digital Bantu Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital



    : Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat peluncuran di Garuda Spark, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026) menyatakan bahwa peluncuran Digital Wellbeing Guidebook merupakan langkah penting menghadapi tantangan pengasuhan anak di era digital. (Foto: Humas Kemkomdigi)

    Oleh Wahyu Sudoyo, Selasa, 9 Juni 2026 | 12:22 WIB - Redaktur: Kristantyo Wisnubroto - 263

    Jakarta, InfoPublik – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong penguatan peran orang tua dalam mendampingi anak beraktivitas di ruang digital melalui peluncuran Digital Wellbeing Guidebook sebagai bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengatakan tantangan pengasuhan di era digital membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk platform digital, agar orang tua memiliki panduan yang tepat dalam melindungi anak saat mengakses internet.  “Kita melihat masih banyak orang tua yang bertanya bagaimana mendampingi anak menggunakan media sosial, bagaimana menyikapi gim daring, dan bagaimana menjaga mereka tetap aman di ruang digital. Oleh karena itu, kami meluncurkan buku panduan ini,” ujar Meutya saat Sosialisasi PP Tunas dan Peluncuran Digital Wellbeing Guidebook di Jakarta, Senin (8/6/2026).

    Menurut Meutya Hafid, ruang digital saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak sehingga memerlukan perhatian dan pengawasan yang sama seperti lingkungan fisik. “Jika dunia digital adalah rumah baru bagi anak-anak kita, maka kita juga harus menjaga pintu dan jendelanya,” tegasnya.

    Ia menjelaskan bahwa tujuan utama PP Tunas bukan membatasi akses anak terhadap teknologi, melainkan memastikan mereka dapat memanfaatkan ruang digital secara aman, sehat, dan sesuai dengan tahap perkembangan usia.

    Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi regulasi tersebut, YouTube meluncurkan Digital Wellbeing Guidebook yang berisi panduan praktis bagi orang tua dan pendidik dalam mendampingi anak menggunakan teknologi digital secara bijak.

    Perwakilan YouTube menyatakan peluncuran buku panduan tersebut merupakan bagian dari komitmen platform dalam mendukung upaya pelindungan anak di ruang digital melalui edukasi kepada keluarga. “Peluncuran Digital Wellbeing Guidebook ini adalah wujud tanggung jawab YouTube sebagai platform untuk mendukung edukasi orang tua, sehingga implementasi regulasi pelindungan anak dapat berjalan lebih efektif di tingkat keluarga,” ujarnya.

    Buku panduan tersebut disusun melalui kolaborasi antara YouTube, Kementerian Komunikasi dan Digital, Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), serta sejumlah pakar terkait untuk menghadirkan informasi yang komprehensif mengenai keamanan dan kesejahteraan digital anak.

    Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap ekosistem digital yang lebih aman dan ramah anak dapat terwujud dengan melibatkan platform digital, orang tua, pendidik, dan seluruh pemangku kepentingan.

    Komentar
    Additional JS