Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Komputer Microsoft Sistem Operasi Spesial Windows 10

    Microsoft Berbaik Hati, Perpanjang Dukungan Keamanan untuk Windows 10 - detik

    2 min read

     


    Jakarta -

    Microsoft sudah menghentikan dukungan resmi untuk Windows 10 pada tahun 2025. Namun, sistem operasi ini sepertinya menolak mati dan memaksa Microsoft untuk memperpanjang dukungan keamanannya.

    Windows 10 saat ini menerima dukungan keamanan lewat program Extended Security Updates (ESU). Dukungan ini seharusnya berakhir pada 14 Oktober 2026, tapi Microsoft memperpanjang dukungannya hingga satu tahun dan akan berakhir pada 12 Oktober 2027.

    "Dukungan untuk Windows 10 sudah berakhir. Anda dapat mendaftar ESU kapan saja hingga program berakhir pada 12 Oktober 2027," tulis Microsoft dalam halaman dukungannya, seperti dikutip dari PCMag, Minggu (28/6/2026).

    "Jika Anda sudah terdaftar, dukungan Anda akan otomatis berlanjut hingga tanggal tersebut-tidak perlu mengambil tindaka apapun," sambungnya.

    Untuk bergabung dalam program ESU, cukup cari opsi pendaftaran di menu Windows Update. Pengguna Windows 10 dapat bergabung secara gratis dengan login akun Microsoft dan menyinkronkan pengaturan sistem.

    Jika tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan update gratis, pengguna Windows 10 yang ingin mendaftar program ESU harus membayar USD 30 atau 1.000 poin Microsoft Rewards. Ada beberapa ketentuan lain yang harus dipenuhi untuk mengikuti program ESU, yaitu:

    • Perangkat harus menjalankan Windows 10 versi 22H2 Home, Professional, Pro Education, atau Workstations.
    • Perangkat harus menjalankan pembaruan Windows terbaru.
    • Akun Microsoft yang dipakai login harus berupa akun administrator.
    • Akun Microsoft bukan berupa akun anak.

    Meski dukungannya telah dihentikan, populasi PC yang menjalankan Windows 10 masih cukup banyak. Berdasarkan data Stat Counter, hingga Mei 2026, pangsa pasar Windows 11 mencakup 71,69% dan Windows 10 sebesar 26,36%.

    Angka tersebut naik dari 55,18% untuk Windows 11 dan 41,71% untuk Windows 10 pada Oktober 2025 ketika dukungan Microsoft resmi dihentikan. Namun, pangsa pasar di atas 25% masih cukup besar, dan Microsoft merasa perlu untuk menjaga pengguna setia Windows 10.

    Adopsi Windows 11 yang cukup lambat dikarenakan ketentuan hardware yang lebih ketat, sehingga banyak PC jadul yang tidak dapat upgrade. Beberapa pengguna juga menghindari Windows 11 karena tidak ingin dijejali fitur AI yang kini menjadi fokus Microsoft.

    Hal ini tidak akan menjadi masalah lagi seiring berjalannya waktu karena konsumen akhirnya harus upgrade PC mereka yang sudah ketinggalan zaman. Namun, dengan krisis RAM yang memaksa produsen PC untuk menaikkan harga, banyak konsumen yang memutuskan untuk mempertahankan perangkat mereka lebih lama.

    (vmp/vmp)

    Komentar
    Additional JS