0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Chromebook Featured Komputer Laptop MacBook Neo Qualcomm Snapdragon C Spesial Windows

    Qualcomm Siapkan Snapdragon C untuk Laptop Windows Murah, Siap Tantang Chromebook dan MacBook Neo - Headline

    8 min read

     

    Qualcomm Siapkan Snapdragon C untuk Laptop Windows Murah, Siap Tantang Chromebook dan MacBook Neo

    Share on FacebookShare on Twitter

    HEADLINE.CO.IDJAKARTA ~ Qualcomm dikabarkan tengah menyiapkan chipset baru bernama Snapdragon C yang dirancang khusus untuk menghadirkan laptop Windows berbasis Arm dengan harga lebih terjangkau. Langkah ini muncul setelah segmen laptop murah mendapat perhatian besar, terutama sejak kehadiran MacBook Neo yang menawarkan perangkat dengan harga lebih kompetitif. Chip baru tersebut ditujukan untuk pelajar, keluarga, hingga pelaku UMKM yang membutuhkan laptop untuk aktivitas harian dengan dukungan AI ringan, efisiensi daya, dan harga mulai sekitar USD 300 atau Rp4 jutaan. Informasi ini dilaporkan Gizmochina pada Minggu (31/5/2026).

    Qualcomm Bidik Pasar Laptop Entry-Level

    Selama beberapa tahun terakhir, laptop Windows berbasis Arm identik dengan perangkat premium yang menawarkan performa tinggi serta fitur kecerdasan buatan (AI) kelas atas. Kondisi tersebut membuat segmen ini sulit dijangkau oleh sebagian besar konsumen yang membutuhkan perangkat dengan harga ekonomis.

    Melalui Snapdragon C, Qualcomm disebut ingin memperluas jangkauan pasar dengan menghadirkan solusi yang lebih terjangkau. Sasaran utamanya bukan pengguna profesional dengan kebutuhan komputasi berat, melainkan pengguna umum yang memanfaatkan laptop untuk aktivitas sehari-hari.

    Laptop berbasis Snapdragon C diproyeksikan cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti menjelajah internet, streaming video, panggilan konferensi, mengolah dokumen, hingga menjalankan aplikasi produktivitas ringan.

    Dengan kisaran harga mulai USD 300 atau sekitar Rp4 jutaan, perangkat yang ditenagai Snapdragon C berpotensi menjadi pesaing langsung Chromebook, laptop Windows entry-level, dan MacBook Neo yang saat ini mulai menarik perhatian pasar laptop terjangkau.

    Spesifikasi Snapdragon C Mulai Terungkap

    Meski Qualcomm belum mengumumkan spesifikasi resmi secara lengkap, sejumlah bocoran mengungkap bahwa Snapdragon C akan diproduksi menggunakan proses fabrikasi 6 nanometer.

    Chipset tersebut dikabarkan mengusung CPU delapan inti dengan konfigurasi 1+3+4 serta GPU Adreno yang berjalan pada kecepatan 900MHz. Selain itu, Snapdragon C juga akan mendukung memori LPDDR5 dan memiliki kemampuan AI yang dapat dijalankan langsung di perangkat tanpa bergantung sepenuhnya pada layanan cloud.

    Dukungan AI ini dinilai menjadi salah satu nilai jual utama Snapdragon C. Kemampuan tersebut disebut tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan ekosistem Copilot+ PC milik Microsoft, tetapi juga memungkinkan sejumlah fitur AI ringan berjalan secara lokal di perangkat.

    Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, teknologi AI yang selama ini lebih banyak ditemukan pada laptop premium berharga tinggi dapat mulai hadir di segmen laptop entry-level.

    Fokus pada Efisiensi dan Daya Tahan Baterai

    Selain menghadirkan fitur AI, Qualcomm disebut menempatkan efisiensi sebagai fokus utama Snapdragon C. Perusahaan menjanjikan pengalaman penggunaan yang responsif untuk kebutuhan sehari-hari dengan konsumsi daya yang lebih hemat.

    Laptop berbasis Snapdragon C juga diklaim akan menawarkan daya tahan baterai lebih lama, suhu operasional yang lebih dingin, serta kinerja yang lebih senyap dibandingkan sejumlah perangkat konvensional di kelasnya.

    Sejumlah produsen laptop besar seperti Acer, HP, dan Lenovo dilaporkan telah menyiapkan perangkat yang akan menggunakan chipset tersebut. Salah satu model yang disebut akan menjadi pionir adalah Acer Aspire Go 15 yang diperkirakan hadir dengan layar berukuran besar, kapasitas penyimpanan memadai, dan dukungan konektivitas modern.

    Meski demikian, keberhasilan Snapdragon C di pasar akan sangat ditentukan oleh performa nyata di lapangan, hasil pengujian benchmark, harga resmi perangkat, kualitas produk akhir, serta tingkat kompatibilitas aplikasi Windows pada platform Arm.

    Persaingan Laptop Murah Diprediksi Semakin Ketat

    Kehadiran MacBook Neo disebut telah menciptakan tekanan baru di segmen laptop terjangkau. Qualcomm kini mencoba merespons tantangan tersebut melalui pendekatan berbeda, yakni menghadirkan laptop Windows murah yang mengedepankan efisiensi energi, fitur AI ringan, dan daya tahan baterai yang lebih panjang.

    Apabila strategi ini berhasil, Snapdragon C berpotensi mengubah peta persaingan pasar laptop entry-level pada 2026 sekaligus memberikan tekanan baru kepada Chromebook serta perangkat berbasis Intel dan AMD di kelas menengah bawah.

    Qualcomm dan Samsung Bahas Produksi Snapdragon 8 Elite Gen 6

    Di sisi lain, Qualcomm juga dikabarkan sedang memperkuat strategi bisnis semikonduktornya. CEO Qualcomm Cristiano Amon dilaporkan melakukan kunjungan strategis ke Korea Selatan untuk bertemu dengan jajaran eksekutif Samsung.

    Mengutip GSM Arena, Kamis (23/4/2026), pertemuan tersebut memunculkan spekulasi mengenai potensi kerja sama baru untuk memproduksi Snapdragon 8 Elite Gen 6 menggunakan teknologi fabrikasi 2 nanometer.

    Jika kesepakatan tercapai, kerja sama tersebut akan menandai kembalinya Qualcomm menggunakan layanan Samsung Foundry setelah sebelumnya pada 2022 seluruh produksi chip kelas atas Qualcomm dialihkan ke TSMC.

    Sinyal kerja sama itu sebenarnya telah muncul sejak awal tahun. Pada ajang CES Januari 2026, Cristiano Amon secara terbuka mengungkapkan bahwa Qualcomm sedang menjajaki pembicaraan dengan Samsung terkait pengembangan teknologi semikonduktor generasi berikutnya.

    Efisiensi Biaya Jadi Pertimbangan Utama

    Laporan yang beredar menyebut terdapat dua faktor utama yang mendorong Qualcomm kembali melirik Samsung sebagai mitra produksi.

    Pertama, Samsung dikabarkan berhasil meningkatkan tingkat keberhasilan produksi atau yield rate sekaligus mengatasi persoalan overheating yang sebelumnya menjadi sorotan pada generasi chip terdahulu.

    Kedua, meningkatnya biaya produksi di TSMC membuat Qualcomm perlu mempertimbangkan alternatif lain untuk menjaga efisiensi biaya sekaligus melakukan diversifikasi rantai pasok.

    Jika kerja sama tersebut terwujud, Samsung berpeluang menjadi salah satu pemain penting dalam produksi chipset flagship Qualcomm di masa mendatang, sementara Qualcomm dapat memperoleh fleksibilitas yang lebih besar dalam strategi manufaktur semikonduktornya.

    FAQ Snapdragon C dan Strategi Terbaru Qualcomm

    1. Apa itu Snapdragon C yang sedang disiapkan Qualcomm?

    Snapdragon C adalah chipset baru dari Qualcomm yang dirancang untuk laptop Windows berbasis Arm dengan harga lebih terjangkau. Chip ini ditujukan untuk pengguna umum seperti pelajar, keluarga, dan pelaku UMKM.

    2. Berapa perkiraan harga laptop yang menggunakan Snapdragon C?

    Laptop yang ditenagai Snapdragon C diperkirakan akan dijual mulai dari USD 300 atau sekitar Rp4 jutaan, sehingga menyasar segmen entry-level.

    3. Siapa target pengguna laptop berbasis Snapdragon C?

    Qualcomm menargetkan pengguna yang membutuhkan laptop untuk aktivitas sehari-hari seperti browsing internet, streaming video, panggilan video, mengerjakan dokumen, dan menjalankan aplikasi produktivitas ringan.

    4. Apa keunggulan utama Snapdragon C dibanding laptop murah lainnya?

    Keunggulan yang ditawarkan meliputi efisiensi daya, daya tahan baterai lebih lama, dukungan AI ringan yang dapat berjalan secara lokal, serta kinerja yang lebih dingin dan senyap.

    5. Apakah Snapdragon C mendukung fitur kecerdasan buatan (AI)?

    Ya. Snapdragon C dikabarkan memiliki kemampuan AI yang dapat menjalankan sejumlah proses secara lokal di perangkat tanpa harus selalu terhubung ke layanan cloud.

    6. Merek laptop apa saja yang diperkirakan akan menggunakan Snapdragon C?

    Beberapa produsen besar seperti Acer, HP, dan Lenovo disebut telah mempersiapkan perangkat yang akan menggunakan chipset Snapdragon C. Salah satu model yang disebut adalah Acer Aspire Go 15.

    7. Mengapa Snapdragon C dianggap dapat mengubah pasar laptop murah?

    Karena chipset ini berpotensi menghadirkan fitur AI dan efisiensi yang sebelumnya hanya tersedia pada laptop premium ke perangkat dengan harga yang jauh lebih terjangkau, sehingga memperketat persaingan dengan Chromebook dan laptop entry-level lainnya.

    8. Apa hubungan Qualcomm dengan Samsung dalam pengembangan chipset terbaru?

    Qualcomm dan Samsung dikabarkan sedang membahas kemungkinan kerja sama produksi Snapdragon 8 Elite Gen 6 menggunakan teknologi fabrikasi 2 nanometer. Jika terealisasi, kerja sama ini akan menandai kembalinya Qualcomm menggunakan Samsung Foundry untuk memproduksi chipset kelas atasnya.

    Komentar
    Additional JS