Studi Ungkap 17,6 Persen Situs Web Baru Kini Buatan AI - Gadget Diva
Studi Ungkap 17,6 Persen Situs Web Baru Kini Buatan AI
Nadia Safitri
Author
Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]
Kondisi internet global saat ini dinilai tengah mengalami pergeseran yang signifikan menuju era digital yang hampa. Fenomena ini bukan lagi sekadar spekulasi tanpa bukti nyata di lapangan. Riset bersama dari para peneliti Imperial College London, Stanford University, dan Internet Archive mengungkapkan fakta terbaru terkait perkembangan ekosistem digital.
Seperti dilansir dari Tekno, sebanyak 17,6 persen dari total situs web yang baru terbit di internet sekarang sudah diproduksi sepenuhnya oleh teknologi kecerdasan buatan (AI). Data riset tersebut diperoleh melalui rekaman data Wayback Machine milik Internet Archive. Pemantauan ini dilakukan sejak akhir tahun 2022, yang menjadi momentum awal popularitas ChatGPT, hingga pertengahan tahun 2025.
Temuan ini memberikan gambaran riil mengenai seberapa jauh pergerakan Dead Internet Theory masuk ke dunia nyata. Teori ini merupakan sebuah gagasan yang menyatakan bahwa ruang internet modern kini lebih banyak didominasi oleh bot dan konten buatan mesin daripada aktivitas manusia asli.
Bahkan terdapat pandangan yang lebih radikal dari teori tersebut. Pandangan ini mengklaim bahwa manipulasi ruang digital ini sengaja dirancang demi mengontrol opini masyarakat luas. Kondisi ini diperkuat oleh data dari berbagai lembaga keamanan dan jaringan digital dunia. Cloudflare menyampaikan laporan pada September 2025 yang menunjukkan bahwa hampir sepertiga dari semua lalu lintas digital di dunia digerakkan oleh bot.
Menurut CEO Cloudflare Matthew Prince, teknologi AI bakal mengubah total metode penyebaran informasi secara online. Kondisi ini berisiko memusatkan kontrol pengetahuan digital hanya pada segelintir perusahaan teknologi raksasa. Di sisi lain, perusahaan keamanan data Imperva juga mencatat fenomena serupa. Aktivitas otomatis di ruang siber telah melewati volume aktivitas manusia untuk pertama kalinya pada 2024 dengan menyumbang sekitar separuh dari total lalu lintas web.
Dampak dan Realitas di Lapangan
Pemanfaatan kecerdasan buatan secara masif ini juga memicu berbagai tindakan manipulatif. Para pelaku kejahatan memanfaatkan AI untuk merekayasa situs web palsu secara cepat demi menjebak para korban.
Teknologi ini juga dipakai untuk menduplikasi konten milik organisasi berita resmi. Langkah ini bertujuan membangun situs sampah demi mendongkrak trafik dari mesin pencari atau dikenal dengan istilah SEO-farming.
Laporan dari Model Republic memaparkan sebuah situs web yang terafiliasi dengan kelompok pendukung OpenAI meluncurkan gelombang artikel berita hasil produksi AI. Langkah tersebut diambil guna menyerang pihak-pihak yang mengkritik produk kecerdasan buatan.
Karakteristik Konten Hasil Produksi AI
Meskipun demikian, para peneliti mendapati fakta bahwa beberapa kekhawatiran publik tidak sepenuhnya terbukti di lapangan. Konten hasil buatan AI rupanya tidak sesering yang diduga dalam memuat kesalahan informasi atau fakta. Teks buatan mesin ini terpantau tetap menyertakan referensi lewat tautan luar, tidak menghapus karakter penulisan individu, dan tidak selalu berwujud tulisan panjang tanpa makna.
Namun dampak negatif yang nyata adalah merosotnya keragaman ide serta sudut pandang publik. Tulisan di internet kini dirasa semakin steril serta memunculkan kesan ceria yang dibuat-buat secara artifisial. CEO OpenAI Sam Altman bahkan pernah mengakui adanya fenomena kepositifan palsu ini.
Sesaat setelah OpenAI meluncurkan agen coding AI bernama Codex, Altman menyebut bahwa pujian yang membanjiri platform Reddit terasa seperti digerakkan oleh bot. Saat ini, para peneliti tengah merancang alat pemantau berkelanjutan untuk mendeteksi kategori situs web yang paling terdampak oleh arus AI.
Editors Team


0
Like
0
Dislike
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow