Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Featured Kecerdasan Buatan Spesial

    Tak Hanya Bikin Gambar, AI Kini Ikut Berburu Tikus - Kompas

    5 min read

     


    KOMPAS.com - Pemerintah Hong Kong mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menekan populasi tikus yang sudah lama menjadi keluhan warga.

    Teknologi ini dipakai untuk mengamati pergerakan tikus pada malam hari sekaligus membantu petugas menentukan kawasan mana yang harus diprioritaskan dalam pengendalian hama.

    Sistem pengawasan berbasis AI tersebut telah berjalan sejak 2024. Sistem ini mengandalkan kamera termal yang dipasang di sejumlah titik untuk menangkap aktivitas tikus, khususnya pada malam hari saat hewan pengerat itu paling aktif bergerak.

    Baca juga: Kecerdasan Buatan (AI) Bikin Pasokan Air Minum Berkurang

    Rekaman dari kamera selanjutnya diolah oleh AI menjadi sebuah indikator bernama Rodent Absence Rate (RAR) atau tingkat ketiadaan tikus. Nilai RAR mencerminkan persentase gambar di suatu lokasi yang tidak memperlihatkan keberadaan tikus.

    Roy Suryo Klaim Tak Ada RT/RW Saat Penggeledahan

    Makin tinggi nilai RAR, makin sedikit aktivitas tikus yang terpantau di lokasi tersebut. Sebaliknya, nilai yang rendah menjadi tanda bahwa populasi tikus masih banyak sehingga butuh penanganan tambahan.

    Berdasarkan keterangan Departemen Kebersihan Lingkungan dan Pangan Hong Kong, data sepanjang tahun lalu memperlihatkan perbaikan yang cukup besar di beberapa kawasan yang sebelumnya dikenal memiliki tingkat infestasi tikus tinggi.

    Kendati demikian, masih ada puluhan titik pengamatan dengan nilai RAR di bawah 80 persen. Dengan kata lain, lebih dari satu dari lima gambar yang diambil di lokasi tersebut masih menunjukkan adanya tikus.

    Baca juga: Saat Netizen Minta Grok Hapus AI Terburuk, Grok Pilih Diri Sendiri...

    AI bukan solusi tunggal

    Para ahli menilai pemanfaatan AI dalam pengendalian tikus di Hong Kong memang memudahkan pemerintah melakukan pemantauan secara lebih efisien. Hanya saja, mereka berpendapat teknologi ini tidak bisa diandalkan sebagai satu-satunya solusi.

    Pakar tikus perkotaan asal New York, Bobby Corrigan, menjelaskan bahwa pengendalian tikus perlu memperhitungkan banyak faktor lain, mulai dari ketersediaan sumber makanan, jumlah sarang, hingga kondisi lingkungan sekitar.

    "Kami mengukur sumber makanan yang tersedia, menghitung jumlah liang tikus di taman, lalu menggabungkan seluruh data tersebut untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh," kata Corrigan.

    Baca juga: Riset Microsoft Ungkap 40 Pekerjaan yang Paling Rentan Digantikan AI

    Ia menambahkan, banyak sedikitnya tikus bisa menjadi cerminan kebersihan suatu lingkungan. "Jika tikusnya banyak, itu menandakan kita belum menjaga lingkungan tersebut dengan baik," ujarnya.

    Para ahli turut menilai bahwa memberantas tikus sampai benar-benar habis nyaris tidak mungkin dilakukan. Sebab, tikus berkembang biak di jaringan saluran air dan sistem pembuangan bawah tanah Hong Kong yang sangat luas, sehingga jumlah populasinya sulit dihitung secara pasti.

    Maka dari itu, keberhasilan pengendalian tikus dinilai tidak semata bergantung pada teknologi AI, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan dan mengurangi sumber makanan bagi tikus, dihimpun KompasTekno dari Channel News Asia.

    Baca juga: Saat AI, Komputasi Kuantum, dan Teknologi Antariksa Bersatu, Apa yang Terjadi?

    Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

    Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Eropa Dikecam Tak Siap Hadapi Panas Ekstrem, Infrastruktur Ketinggalan Zaman?

    Komentar
    Additional JS