5 Profesi Baru dengan Gaji Menarik, Ada Peluang Karier dengan Masa Depan Menjanjikan - Viva
VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI), transformasi digital, dan transisi menuju ekonomi hijau tidak hanya mengubah cara perusahaan bekerja, tetapi juga melahirkan berbagai profesi baru yang beberapa tahun lalu belum banyak dikenal.
Baca Juga
Laporan World Economic Forum (WEF) Future of Jobs Report 2025, dikutip VIVA Senin, 27 Juli 2026, memperkirakan sekitar 170 juta pekerjaan baru akan tercipta hingga 2030, sementara 92 juta pekerjaan diperkirakan akan tergantikan akibat otomatisasi dan perubahan teknologi. Artinya, peluang karier baru justru terus bermunculan bagi mereka yang memiliki keterampilan yang sesuai.
Berikut lima profesi baru yang dinilai memiliki prospek cerah serta potensi penghasilan yang kompetitif dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga
1. AI dan Machine Learning Specialist
Profesi ini menjadi salah satu yang pertumbuhannya paling cepat menurut World Economic Forum.
Baca Juga
Seorang AI Specialist bertugas mengembangkan model kecerdasan buatan, membangun sistem otomatis, melatih algoritma machine learning, hingga mengintegrasikan AI ke dalam produk maupun layanan perusahaan.
Permintaan terhadap profesi ini terus meningkat di sektor teknologi, kesehatan, keuangan, manufaktur, hingga pendidikan.
Di pasar global, posisi ini umumnya menawarkan gaji yang sangat kompetitif karena masih terbatasnya jumlah tenaga ahli dibanding kebutuhan industri.
2. Big Data Specialist
Semakin banyak perusahaan mengandalkan data sebagai dasar pengambilan keputusan.
Big Data Specialist bertugas mengumpulkan, mengelola, menganalisis, dan mengolah data dalam jumlah sangat besar agar menghasilkan informasi yang berguna bagi bisnis.
Profesi ini membutuhkan kemampuan analisis, pemrograman, serta pemahaman mengenai database modern dan cloud computing.
WEF menempatkan Big Data Specialist sebagai salah satu pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat hingga 2030.
3. Cybersecurity Specialist
Meningkatnya serangan siber membuat hampir seluruh organisasi membutuhkan tenaga keamanan digital.
Cybersecurity Specialist bertanggung jawab melindungi sistem perusahaan dari ancaman peretasan, kebocoran data, ransomware, hingga berbagai serangan digital lainnya.
Seiring meningkatnya penggunaan AI dan cloud computing, kebutuhan terhadap profesi ini diperkirakan terus bertambah dalam beberapa tahun mendatang.
Selain menawarkan prospek karier yang stabil, profesi keamanan siber juga dikenal memiliki tingkat penghasilan yang tinggi di banyak negara.
4. Renewable Energy Engineer
Transisi menuju energi bersih membuka peluang besar bagi para insinyur di bidang energi terbarukan.
Profesi ini mencakup perancangan, pembangunan, hingga pengelolaan proyek tenaga surya, angin, hidrogen, maupun sistem energi berkelanjutan lainnya.
WEF memasukkan pekerjaan terkait transisi hijau sebagai salah satu kelompok profesi dengan pertumbuhan tercepat karena semakin banyak negara dan perusahaan berinvestasi pada energi rendah karbon.
5. Prompt Engineer dan AI Workflow Designer
Kemunculan AI generatif melahirkan profesi baru yang sebelumnya hampir tidak dikenal.
Prompt Engineer bertugas merancang instruksi agar model AI menghasilkan keluaran yang akurat dan sesuai kebutuhan bisnis. Seiring berkembangnya teknologi, peran ini mulai berkembang menjadi AI Workflow Designer yang mengintegrasikan berbagai alat AI ke dalam proses kerja perusahaan.
Meski jumlah lowongannya belum sebanyak profesi teknologi lain, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keahlian AI, prompt design, komunikasi, dan problem solving menjadi kombinasi keterampilan yang sangat dicari.
Keterampilan yang Semakin Penting
Menurut World Economic Forum, perusahaan tidak hanya mencari kemampuan teknis.
Beberapa keterampilan yang diperkirakan paling dibutuhkan hingga 2030 meliputi:
- AI dan analisis data.
- Keamanan siber.
- Literasi teknologi.
- Berpikir analitis.
- Kreativitas.
- Fleksibilitas dan kemampuan belajar sepanjang hayat.
- Kepemimpinan dan kolaborasi.
Kombinasi antara kemampuan teknis dan soft skill menjadi faktor utama yang menentukan daya saing seseorang di pasar kerja modern.
Apakah Masih Perlu Gelar Kuliah?
Ilustrasi profesi kerja
Photo :
- Pexels/Felicity Tai
Sejumlah penelitian menunjukkan perusahaan mulai lebih memperhatikan keterampilan dibanding sekadar gelar pendidikan, khususnya pada bidang AI dan teknologi.
Sertifikasi profesional, bootcamp, portofolio proyek, serta pengalaman nyata kini semakin dihargai dalam proses rekrutmen, terutama untuk profesi digital yang berkembang sangat cepat.
Transformasi teknologi memang mengubah banyak pekerjaan, tetapi pada saat yang sama juga menciptakan peluang karier baru dengan prospek yang menjanjikan. AI Specialist, Big Data Specialist, Cybersecurity Specialist, Renewable Energy Engineer, hingga Prompt Engineer menjadi contoh profesi yang diperkirakan terus dibutuhkan dalam beberapa tahun mendatang.
![]()
7 Laptop Terbaik untuk Kerja Hybrid, Harga Murah dan Tetap Ngebut Saat Menjalankan Banyak Aplikasi
Temukan 7 laptop terbaik untuk kerja hybrid 2026 dengan harga terjangkau. Performa ngebut, baterai awet, dan mampu menjalankan banyak aplikasi untuk menunjang harian.

VIVA.co.id
30 Juli 2026