AHY Dorong Indonesia Olah Nikel Sendiri, Sampai Jadi Baterai dan Mobil Listrik - detik
Jakarta -
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) optimis bahwa Indonesia mampu membangun industri baterai hingga kendaraan listrik sendiri. Apalagi Indonesia sebenarnya negara yang punya sumber daya mupuni.
"Indonesia bersyukur dengan sumber daya berlimpah, tapi pasti ada batasannya. Kalau cuma ambil nikel dan jual begitu saja ke negara lain, yang dihargai bahan bakunya saja. Kita harus ada industri yang bisa membangun nikel dari baterai, baterai jadi kendaraan listrik," ujarnya di Konferensi Pers Peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia, Senin (29/6/2026), di Sasono Adiguno, Taman Mini Indonesia Indah.
AHY menyebut bahwa saat ini memang China merajai pasar electric vehicle (EV) di dunia. Akan tetapi, dia mengingatkan semua pasti dimulai dengan semangat trial and error, diikuti dengan riset. Penyempuraan menurutnya adalah sebuah keniscayaan.
"Ada negara tetangga yang berani dan berhasil. Indonesia saya rasa punya kapasitas itu, kita tidak boleh takut bersaing. Bagaimana bisa menghadirkan brand lokal made in Indonesia, harus dimulai dari komponen TKDN yang lebih banyak," tegas AHY.
Memang tidak bisa langsung 100%m, tapi angka ini bukanlah mustahil. Dari segi teknologi maupun sumber daya manusia (SDM), Indonesia memiliki putra putri terbaik yang dapat diandalkan.
"Lama kelamaan akan bisa 100% buatan Indonesia dan teknologi kita tidak ketinggalan karena kita punya engineer terbaik," tuturnya yakin.
Terakhir, AHY mengingatkan bahwa untuk menjadi korporasi besar dunia di bidang EV, dibutuhkan tekad yang besar. Dengan modal SDM, teknologi, sumber daya alam, hingga kemauan yang besar, tak diragukan Indonesia bisa membangun industri EV.
"Bapak Presiden Prabowo Subianto menekankan kita harus memiliki tekad kuat menghadirkan industri otomotif nasional, dan semua bisa dimulai dengan transportasi berbasis listrik," tutupnya.
(ask/ask)