Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Spesial Superkomputer

    China Punya Superkomputer Tercepat di Dunia, Kalahkan Mesin Buatan AS - Kompas

    6 min read

     


    KOMPAS.com - China kembali menempatkan superkomputernya di posisi teratas dunia setelah mesin bernama LineShine mencatat performa komputasi tertinggi dalam daftar TOP500 ke-67.

    Superkomputer yang dipasang di Pusat Komputasi Super Nasional China di Shenzhen itu melampaui mesin-mesin unggulan Amerika Serikat dan menjadi sistem tercepat di dunia untuk pertama kalinya sejak China terakhir menduduki posisi tersebut pada 2017.

    LineShine mulai beroperasi pada paruh pertama 2026. Mesin ini diklaim mampu mencapai kecepatan 2,198 exaFLOPS.

    Baca juga: Superkomputer Opta Prediksi Juara Piala Dunia 2026, Siapa yang Dijagokan?

    Satu exaFLOP setara dengan satu kuintiliun atau 10 pangkat 18 operasi floating-point per detik. Dengan capaian tersebut, LineShine menjadi satu-satunya superkomputer di dunia yang melampaui 2 exaFLOPS per detik.

    Siasat Iran Untungkan Kawan: China “Pemenang” dari Polemik Selat Hormuz, AS dan Sekutu “Skakmat”

    Sebagai perbandingan, komputer rumahan umumnya hanya mampu melakukan sekitar 5 triliun operasi FLOP, dikutip dari Live Science pada Senin (29/6/2026).

    LineShine kalahkan El Capitan milik AS

    Menurut TOP500, performa LineShine sekitar 22 persen lebih cepat dibandingkan El Capitan, superkomputer yang berada di Lawrence Livermore National Laboratory, California, Amerika Serikat.

    Baca juga: AWS Luncurkan Server Virtual Baru, "Pelatih" AI yang Lebih Tangguh

    El Capitan sebelumnya memegang posisi pertama sejak November 2024.

    Pusat Komputasi Super Nasional China menyebut kemampuan LineShine lahir dari “terobosan komprehensif dalam serangkaian hambatan teknologi inti”.

    Berbeda dari banyak superkomputer lain, LineShine hanya mengandalkan unit pemrosesan pusat atau CPU untuk melakukan perhitungan.

    Sejumlah superkomputer lain biasanya menggunakan kombinasi CPU dan unit pemrosesan grafis atau GPU. GPU memungkinkan banyak pekerjaan komputasi berjalan secara paralel dengan membagi tugas ke inti-inti kecil yang lebih khusus.

    Baca juga: China Luncurkan Superkomputer Seukuran Kulkas, Diklaim Bisa “Bernalar” seperti Otak

    Pilihan arsitektur ini menjadi sorotan karena sejak 2018, pemerintah Amerika Serikat membatasi ekspor chip semikonduktor ke China, termasuk GPU berperforma tinggi.

    Meski menghadapi pembatasan tersebut, sejumlah perusahaan teknologi China tetap mencari cara lain untuk mengembangkan komputasi tingkat lanjut.

    Salah satunya terlihat dari perusahaan rintisan seperti DeepSeek yang memanfaatkan pendekatan teknologi berbeda untuk melatih model kecerdasan buatan atau AI dengan GPU yang lebih sedikit dan tidak sekuat sistem sejenis.

    Baca juga: Mengapa CEO Google Cemas dengan Tahun 2025?

    Disebut tembus blokade teknologi asing

    Pusat Komputasi Super Nasional China menyebut LineShine sebagai capaian penting dalam pengembangan teknologi komputasi negara tersebut.

    LineShine “mewakili lompatan bersejarah bagi bidang superkomputer China, menembus blokade teknologi asing dan membangun sistem perangkat lunak dan perangkat keras yang independen dan terkendali,” demikian pernyataan pusat komputasi tersebut.

    Sistem ini telah digunakan untuk berbagai proyek penelitian, mulai dari ilmu atmosfer, penemuan obat, hingga kecerdasan buatan.

    Baca juga: Para Peramal Unik di Piala Dunia, dari Paul Gurita hingga Superkomputer

    Secara umum, superkomputer digunakan untuk menjalankan perhitungan yang sangat kompleks dalam waktu jauh lebih cepat dibandingkan komputer biasa.

    Kemampuan itu memungkinkan peneliti memecahkan persoalan yang sebelumnya membutuhkan waktu terlalu lama atau biaya sangat besar.

    TOP500: tak ada satu jalur dominan

    Masuknya LineShine ke posisi pertama juga menunjukkan bahwa pengembangan superkomputer tidak hanya bergantung pada satu jenis teknologi.

    Baca juga: Ironis, Sanksi AS ke China Justru Lahirkan AI DeepSeek "Pembunuh" ChatGPT

    TOP500 menilai daftar terbaru ini memperlihatkan beragam pendekatan yang digunakan para pengembang untuk mencapai performa komputasi kelas tertinggi.

    “Daftar ini menunjukkan bahwa tidak ada satu jalur teknologi dominan pun menuju komputasi kelas pemimpin; sebaliknya, para vendor mengejar berbagai pendekatan CPU, GPU, APU, dan akselerator khusus yang dipadukan dengan desain interkoneksi dan sistem yang berbeda,” kata perwakilan TOP500.

    Setelah LineShine dan El Capitan, posisi ketiga hingga kelima ditempati dua superkomputer di laboratorium nasional Amerika Serikat dan satu superkomputer di Jerman.

    Baca juga: Benarkah Komputer yang Lupa Dimatikan Bisa Picu Kebakaran?

    Sementara itu, mesin-mesin dari Italia, Swiss, Jepang, dan Amerika Serikat melengkapi daftar 10 besar superkomputer tercepat dunia.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS