Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Featured Jantung Kecerdasan Buatan Kesehatan Spesial

    Deteksi Dini Risiko Penyakit Jantung Bisa Melalui AI Analisis Foto Retina Mata - Headtopic

    6 min read

     

    Artificial Intelligence (AI), Perekaman Retina Mata, Retina

    Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan bidang oculomics membuka peluang untuk mengidentifikasi risiko penyakit jantung lebih dini.

    AI ANALISIS RETINA - Clinician Scientist dan dokter spesialis mata asal Singapura, dr Sahil Thakur memaparkan pemanfaatan teknologi analisis retina berbasis kecerdasan buatan untuk membantu memprediksi risiko penyakit kardiovaskular dan mendukung skrining kesehatan mata secara non-invasif dalam simposium Novel Methods to Predict ASCVD Risk pada ASMIHA 2026 di Jakarta, Jumat .

    Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Namun, banyak kasus baru terdeteksi setelah pasien mengalami gejala sehingga peluang pencegahan dini menjadi lebih terbatas. Clinician Scientist sekaligus dokter spesialis mata asal Singapura, dr. Sahil Thakur, mengatakan perkembangan kecerdasan buatan dan bidang oculomics membuka peluang untuk mengidentifikasi risiko penyakit jantung lebih dini melalui analisis foto retina mata.

    "Retina merupakan satu-satunya bagian tubuh yang memungkinkan pembuluh darah diamati secara langsung tanpa prosedur invasif," kata Thakur dalam Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association ke-35 di Jakarta, Jumat . Teknologi tersebut, lanjutnya, dapat menjadi alat bantu bagi tenaga medis untuk mengidentifikasi individu berisiko tinggi lebih cepat sehingga intervensi pencegahan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius. ANCAMAN AI - Foto ilustrasi kacamata. Korea Selatan mengajukan kasus pidana pertama terkait kecurangan ujian menggunakan kacamata pintar berbasis AI.

    "Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Sayangnya, banyak pasien baru ter-screening ketika gejala sudah muncul. Melalui perkembangan oculomics dan kecerdasan buatan, kami dapat mengekstraksi informasi klinis dari citrauntuk menghasilkan penilaian risiko yang lebih cepat, mudah diakses, dan berpotensi dilakukan lebih dini. Teknologi ini bukan untuk menggantikan peran dokter, melainkan menjadi alat pendukung agar upaya pencegahan dapat dilakukan lebih efektif," ujar Thakur.

    Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar dalam mengembangkan layanan kesehatan preventif berbasis AI karena didukung jumlah penduduk yang besar dan kebutuhan skrining penyakit tidak menular yang terus meningkat. Menurutnya, teknologi AI dapat melengkapi metode pemeriksaan konvensional sehingga masyarakat yang memiliki risiko tinggi dapat diidentifikasi lebih awal.

    "Indonesia memiliki potensi besar menjadi salah satu negara terdepan dalam penerapan AI untuk layanan kesehatan preventif di kawasan. Ketika keahlian klinis dipadukan dengan teknologi AI yang telah tervalidasi, tenaga kesehatan dapat mengidentifikasi individu berisiko lebih cepat dan memberikan intervensi sebelum penyakit kardiovaskular berkembang.

    Pencegahan akan selalu lebih baik daripada pengobatan," katanya.berbasis AI yang dikembangkan di Korea Selatan untuk membantu memprediksi risiko Atherosclerotic Cardiovascular Disease atau penyakit kardiovaskular aterosklerotik melalui pemeriksaan, sistem tersebut juga dikembangkan untuk membantu skrining sejumlah gangguan kesehatan mata melalui pemeriksaan yang cepat dan tidak memerlukan tindakan invasif.

    GooglePlease follow us on Google to support us

    Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

    tribunnews /  🏆 37. in İD

    Artificial Intelligence (AI) Perekaman Retina Mata Retina Health & Concerns Kesehatan

    Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

    Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

    DPR Soroti Jalur Ilegal PMI: Berangkat Tanpa Prosedur, Pulang Membawa Risiko TPPODPR Soroti Jalur Ilegal PMI: Berangkat Tanpa Prosedur, Pulang Membawa Risiko TPPOAnggota Komisi IX DPR Irma Chaniago meminta Kementerian P2MI memperketat pengawasan keberangkatan ilegal pekerja migran karena dinilai menjadi pintu masuk TPPO.
    Baca lebih lajut »

    Bahaya Unggah Twibbon Anak di Medsos, Pengamat Ingatkan Risiko Doxing hingga Penyalahgunaan AIBahaya Unggah Twibbon Anak di Medsos, Pengamat Ingatkan Risiko Doxing hingga Penyalahgunaan AIUnggah twibbon anak ke medsos ternyata sangat berbahaya. Pengamat mengingatkan risiko doxing hingga penyalahgunaan AI.
    Baca lebih lajut »

    Deteksi Dini Jadi Kunci Putus Rantai Penularan Tuberkulosis di IndonesiaDeteksi Dini Jadi Kunci Putus Rantai Penularan Tuberkulosis di IndonesiaDeteksi dini menjadi salah satu langkah paling penting dalam upaya menekan penyebaran tuberkulosis (TB) di Indonesia. Meski penyakit ini dapat dicegah dan disem
    Baca lebih lajut »

    Sudinkes Jakarta Barat Ajak Warga Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis, Deteksi Dini Penyakit KrusialSudinkes Jakarta Barat Ajak Warga Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis, Deteksi Dini Penyakit KrusialSuku Dinas Kesehatan Jakarta Barat gencar mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis. Layanan ini penting untuk skrining berbagai penyakit demi deteksi dini kondisi kesehatan.
    Baca lebih lajut »

    Komentar
    Additional JS