Google Rilis AI Nano Banana 2 Lite, Bikin Gambar Cuma Butuh 4 Detik - Kompas
KOMPAS.com - Google resmi meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru bernama Nano Banana 2 Lite yang fokus untuk membuat (generate) gambar.
Model AI ini, yang bisa juga disebut sebagai Gemini 3.1 Flash Lite Image, menjadi penerus Nano Banana generasi pertama dan menawarkan kecepatan lebih tinggi, biaya penggunaan lebih murah, serta kualitas gambar yang lebih baik.
Dalam blog resmi, Google mengeklaim Nano Banana 2 Lite mampu menghasilkan gambar dari perintah teks (text-to-image) hanya dalam waktu sekitar 4 detik, jauh lebih cepat dari Nano Banana 2 dengan waktu sekitar 20 detik.
Selain cepat, biaya penggunaan model AI tersebut juga disebut lebih murah, yakni sekitar 0,034 dollar AS (sekitar Rp 600) per 1.000 gambar beresolusi 1K, lebih murah dari Nano Banana 2 dengan 0,067 dollar AS (sekitar Rp 1.200).
Eks Jenderal Israel Bongkar Hoaks Netanyahu soal Bom Nuklir Iran
Baca juga: Google Rilis Nano Banana 2, Bisa Render 14 Objek dan 5 Karakter Sekaligus
Baca Juga :
Sehingga, model AI ini bisa dibilang akan cocok digunakan pengembang yang membutuhkan pemrosesan gambar dalam jumlah besar.
Meski mengutamakan kecepatan dan biaya penggunaan, Google mengklaim model ini tetap mampu memahami prompt dengan baik, menjaga konsistensi karakter pada gambar, serta menghasilkan teks di dalam gambar yang tetap jelas dan mudah dibaca.
Pada uji coba (benchmark) Image Generation dan Image Editing, Nano Banana Lite 2 mampu menghasilkan skor "Elo" masing-masing mencapai 1.251 poin dan 1.308 poin.
Baca juga: iPhone dan HP Android Akhirnya Akur, Bisa "SMS-an" Gratis
Skor ini sebenarnya lebih rendah dari Nano Banana 2, namun hanya selisih sedikit dengan skor Image Generation 1.270 poin dan Image Editing 1.387 poin.

Lihat Foto
Google juga rilis AI pembuat video Gemini Omni Flash
Selain AI pembuat gambar, Google turut menghadirkan Gemini Omni Flash, model AI yang mampu membuat sekaligus mengedit video menggunakan kombinasi teks, gambar, maupun video.
Salah satu kemampuan utamanya adalah conversational video editing, yaitu pengguna cukup memberikan instruksi menggunakan bahasa alami untuk mengubah isi video tanpa proses penyuntingan manual.
Baca juga: 2 Raksasa China Bikin AI Pembuat Gambar Pesaing Nano Banana Google
Gemini Omni Flash juga dapat menggunakan beberapa referensi sekaligus agar karakter, objek, maupun suasana dalam video tetap konsisten.
Google menyebut model ini memanfaatkan kemampuan penalaran Gemini sehingga dapat memahami konteks, pengetahuan umum, hingga alur cerita untuk menghasilkan video yang lebih natural.
Biaya penggunaan Gemini Omni Flash dipatok sekitar 0,10 dollar AS (sekitar Rp 1.700) per detik video, setara dengan model Veo 3.1 Fast.
Baca juga: AWS Umumkan Chip Generative AI Trainium3
Google mengatakan model AI untuk membuat video itu saat ini masih memiliki keterbatasan, salah satunya adalah durasi maksimal video yang masih mentok di 10 detik.
Dukungan video yang lebih panjang disebut akan tersedia pada pembaruan berikutnya.
Gelombang Panas "Membunuh" Burung dan Singa Laut di California AS