Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita China Featured Kecerdasan Buatan Spesial

    Jurus Baru China agar AI Tercanggihnya Tidak Diakses Barat - Kompas

    4 min read

     


    KOMPAS.com - Kompetisi teknologi Artificial Intelligence kian memanas antara China dan negara-negara barat, terutama Amerika Serikat (AS). Belakangan ini, China dikabarkan tengah mengodok jurus baru untuk menjaga teknologi AI dalam negeri tidak diakses AS.

    Pemerintah China dikabarkan tengah menimbang untuk memperketat aturan ekspor teknologi kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.

    Baca juga: Pacaran dengan AI Marak di China, Sampai Dilarang Pemerintah

    Upaya tersebut ditempuh demi menjaga teknologi AI mutakhir China tetap berada di dalam negeri, sekaligus menegaskan bahwa AI kini dipandang sebagai aset strategis nasional. Hal yang sama juga diterapkan oleh pemerintah Amerika Serikat.

    Laporan ini pertama kali diungkap oleh outlet media Financial Times, yang menyebut Kementerian Perdagangan China menggelar serangkaian diskusi dengan perusahaan AI dan produsen chip domestik mengenai kemungkinan pembatasan ekspor teknologi tersebut.

    China Resmi Larang Layanan Pacar Virtual Berbasis AI, Apa Alasannya?

    Sebelumnya, Reuters juga melaporkan bahwa otoritas China telah bertemu dengan sejumlah perusahaan teknologi besar untuk membahas kemungkinan pembatasan akses luar negeri terhadap model AI paling canggih buatan China, termasuk model yang belum dirilis ke publik.

    Dalam konsultasi tersebut, regulator meminta masukan mengenai cara mencegah teknologi AI dan semikonduktor buatan China diakuisisi atau dimanfaatkan oleh negara-negara Barat.

    Beberapa perusahaan yang dilibatkan dalam pembahasan antara lain Alibaba, ByteDance, dan Zhipu.

    Baca juga: Gebrakan Robot China, Berhasil Bantu Operasi Bedah Pertama di Dunia

    Salah satu opsi yang dibahas adalah membatasi pemindahan data penting yang digunakan untuk melatih model AI ke luar negeri. Pemerintah juga mempertimbangkan pembatasan agar bobot model AI tidak dapat diunduh oleh pengguna asing.

    Selain AI, pemerintah China juga dikabarkan mengkaji aturan yang dapat melarang perusahaan semikonduktor luar negeri, seperti Qualcomm dan TSMC, memproduksi chip canggih berdasarkan desain yang dikembangkan perusahaan China, seperti Huawei, Alibaba, maupun ByteDance.

    Jika diterapkan, kebijakan tersebut akan dimasukkan ke dalam revisi daftar teknologi yang dilarang atau dibatasi untuk diekspor oleh pemerintah China.

    Financial Times menyebut, usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah masih mengumpulkan masukan dari pelaku industri sebelum mengambil keputusan akhir.

    Selain itu, regulator juga dikabarkan tengah mempertimbangkan pembatasan terhadap akuisisi teknologi strategis China oleh perusahaan asing, termasuk teknologi AI berbasis agentic AI.

    Meski demikian, baik Kementerian Perdagangan China, Alibaba, ByteDance, Zhipu, Huawei, Qualcomm, maupun TSMC belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut, dihimpun KompasTekno dari Reuters.

    Baca juga: Inovasi China, Robot Ini Bisa Dikendalikan Hanya dengan Pikiran

    Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Salip AS! China Berhasil Tanamkan Chip ke Otak Manusia

    Komentar
    Additional JS