Kesalahan Terbesar Saat Membeli HP di Tahun 2026, Banyak Pembeli Masih Terjebak Gegara Ini - Viva
Jakarta, VIVA – Saat membeli smartphone murah, banyak orang langsung menjadikan kapasitas RAM sebagai patokan utama. Tak sedikit yang memilih ponsel dengan embel-embel RAM 12 GB atau bahkan 16 GB, meski harus mengorbankan spesifikasi penting lainnya.
Baca Juga
Padahal, para penguji perangkat dari Android Authority menilai bahwa RAM hanyalah salah satu faktor yang menentukan performa sebuah smartphone.
Ilustrasi HP Baru
Photo :
- Pexels/Artem Podrez
Baca Juga
Pada segmen harga terjangkau, chipset, jenis media penyimpanan, serta dukungan pembaruan perangkat lunak sering kali memberikan dampak yang lebih besar terhadap pengalaman penggunaan sehari-hari.
Lalu, apa saja kesalahan yang paling sering dilakukan saat membeli HP murah? Berikut VIVA rangkum Senin, 29 Juni 2026.
Baca Juga
1. Terlalu Fokus pada RAM, Lupa Melihat Chipset
Banyak produsen memasarkan HP murah dengan kapasitas RAM besar untuk menarik perhatian konsumen. Namun, RAM yang besar tidak akan mampu menutupi keterbatasan prosesor yang kurang bertenaga.
Menurut Android Authority, performa chipset menentukan seberapa cepat ponsel membuka aplikasi, menjalankan game, hingga memproses tugas sehari-hari. Karena itu, memilih chipset yang lebih baik sering kali memberikan peningkatan performa yang lebih terasa dibanding sekadar menambah kapasitas RAM.
2. Mengabaikan Jenis Penyimpanan Internal
Kesalahan berikutnya adalah tidak memperhatikan teknologi penyimpanan yang digunakan.
Banyak HP murah masih memakai eMMC, sementara model yang sedikit lebih mahal telah menggunakan UFS, yang memiliki kecepatan baca dan tulis jauh lebih tinggi.
Kecepatan penyimpanan berpengaruh pada waktu booting, proses instalasi aplikasi, pembukaan game, hingga proses menyalin file. Karena itu, ponsel dengan RAM lebih kecil tetapi memakai UFS sering kali terasa lebih responsif dibanding perangkat dengan RAM besar namun masih menggunakan eMMC. Pandangan serupa juga banyak disampaikan oleh komunitas pengguna Android dalam diskusi mengenai performa ponsel kelas terjangkau.
3. Percaya pada Fitur RAM Virtual
Saat ini banyak produsen menawarkan fitur RAM Expansion atau Virtual RAM yang diklaim mampu menambah kapasitas RAM hingga belasan gigabita.
Namun, fitur tersebut sebenarnya memanfaatkan sebagian ruang penyimpanan internal sebagai memori tambahan. Karena kecepatan penyimpanan jauh lebih lambat dibanding RAM fisik, peningkatan performa yang dihasilkan umumnya terbatas dan tidak dapat menyamai RAM asli.
Ilustrasi RAM
Photo :
- Freepik
4. Melupakan Kapasitas Penyimpanan
RAM memang penting untuk multitasking, tetapi kapasitas penyimpanan juga tidak boleh diabaikan.
Saat ruang penyimpanan hampir penuh, sistem akan kesulitan mengelola file sementara, pembaruan aplikasi, dan data cache. Akibatnya, performa ponsel bisa menurun meski memiliki RAM yang besar.
Karena itu, kapasitas minimal 128 GB kini menjadi pilihan yang lebih aman bagi banyak pengguna yang aktif memasang aplikasi, mengambil foto, dan merekam video.
5. Tidak Memperhatikan Dukungan Pembaruan
Banyak konsumen hanya membandingkan spesifikasi di atas kertas, tetapi lupa melihat berapa lama ponsel akan menerima pembaruan Android dan patch keamanan.
Android Authority menilai bahwa dukungan perangkat lunak yang panjang membuat ponsel lebih layak digunakan dalam jangka waktu beberapa tahun, sehingga nilai investasinya menjadi lebih baik.
6. Menganggap RAM Besar Otomatis Lebih Kencang
Berdasarkan pengujian Android Authority, kebutuhan RAM bergantung pada pola penggunaan. Untuk sebagian besar pengguna Android, 8 GB RAM sudah memberikan pengalaman multitasking yang sangat baik.
Kapasitas 12 GB bermanfaat bagi pengguna berat atau perangkat yang menjalankan fitur AI di dalam perangkat, sedangkan RAM yang lebih besar belum tentu memberikan perbedaan nyata untuk penggunaan sehari-hari.
Artinya, membeli HP murah dengan RAM sangat besar tetapi memakai chipset lemah tidak selalu menjadi pilihan terbaik.
7. Terlalu Terpaku pada Angka Spesifikasi
Strategi pemasaran sering kali menonjolkan angka seperti RAM 12 GB, kamera 108 MP, atau baterai jumbo. Padahal pengalaman penggunaan sehari-hari ditentukan oleh kombinasi berbagai komponen, mulai dari prosesor, kecepatan penyimpanan, optimasi sistem operasi, kualitas layar, hingga dukungan pembaruan perangkat lunak.
Ilustrasi HP
Photo :
- Freepik
Karena itu, membaca hasil pengujian independen dan ulasan terpercaya jauh lebih disarankan dibanding hanya membandingkan angka spesifikasi di brosur.
Kesalahan terbesar saat membeli HP murah adalah menganggap kapasitas RAM sebagai satu-satunya indikator performa. Faktanya, chipset, jenis penyimpanan internal, optimasi perangkat lunak, dan dukungan pembaruan memiliki pengaruh yang sama pentingnya, bahkan sering kali lebih besar.
![]()
3 Laptop Murah dengan SSD dan RAM Besar, Harganya Cuma Rp2 Jutaan
Cari laptop murah Rp2 jutaan? Simak 3 laptop dengan SSD dan RAM 8 GB yang masih kencang untuk kerja, kuliah, Microsoft Office, Zoom, browsing, dan hiburan sehari-hari.

VIVA.co.id
2 Juli 2026