Shuhei Yoshida Sebut Steam Machine Sulit Direkomendasikan, "Serasa Balik ke Era PS4" | GamerWK

Mantan bos PlayStation, Shuhei Yoshida, membagikan kesan pertamanya setelah mencoba Steam Machine. Sosok yang menghabiskan 31 tahun di Sony dan pernah memimpin SIE Worldwide Studios itu mengaku belum terlalu terkesan. Menurutnya, dengan harga yang sekarang, Steam Machine masih sulit direkomendasikan untuk kebanyakan gamer.
Lewat akun X miliknya, Yoshida mengkritik performa Steam Machine yang menurutnya masih kurang meyakinkan. Ia menyebut performa grafis 3D-nya terasa “biasa saja”. Ia juga heran karena sistem secara default menyarankan resolusi 1080p. Sampai-sampai Yoshida bercanda, “Apa saya balik lagi ke zaman PS4?”
Keluhannya tidak berhenti di situ. Yoshida mengatakan beberapa game membutuhkan waktu boot yang cukup lama hingga membuatnya bertanya-tanya apa yang sebenarnya sedang dilakukan sistem. Ia juga merasa analog pada Steam Controller terlalu longgar, sementara touchpad-nya memang menarik, tetapi terlalu sensitif sehingga kurang nyaman digunakan.
Thoughts after a few hours of playing with Steam Machine.
– 3D performance is just…meh.
– The system recommends to default to 1080p – am I going back to PS4 days?
– Some games take a looooooong time to boot, what is it doing?
– System UI is easy to use.
– Being able to boot up… pic.twitter.com/qQL93AALpZ— Shuhei Yoshida (@yosp) July 2, 2026
Meski begitu, Yoshida tetap memuji beberapa hal dari Steam Machine. Menurutnya, antarmuka sistemnya mudah dipakai, fitur menyalakan perangkat langsung lewat Steam Controller terasa sangat praktis, face plate yang bisa diganti juga menarik, dan ukuran perangkat yang kecil dengan suara kipas yang senyap menjadi nilai plus tersendiri.
Namun, pada akhirnya Yoshida menilai harga menjadi kendala terbesar. Ia menyebut banderol Steam Machine saat ini terasa kurang bersahabat, sehingga menurutnya perangkat tersebut masih sulit direkomendasikan untuk kebanyakan orang, kecuali memang ingin mencobanya sebagai bahan riset atau karena penasaran.
Valve sendiri sudah membuka sistem waitlist Steam Machine. Harganya dimulai dari USD 1.049 (sekitar Rp18,8 juta) untuk model 512 GB dan USD 1.349 (sekitar Rp24,1 juta) untuk model 2 TB. Valve juga mengakui harga tersebut jauh lebih mahal dari target awal mereka, tetapi hal itu tidak bisa dihindari karena harga komponen yang terus melonjak dalam beberapa bulan terakhir.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id