Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Spesial

    Pesawat Mendarat Sendiri Tanpa Pilot, Teknologi Garmin Selamatkan Dua Nyawa - Kompas

    5 min read


    Ringkasan berita:

    • Pesawat Beechcraft Super King Air mendarat darurat tanpa pilot manual di Colorado, AS, setelah kehilangan komunikasi, berkat sistem Garmin Emergency Autoland.
    • Insiden dipicu penurunan tekanan kabin, pilot tetap sadar dan memilih membiarkan sistem Autoland mengambil alih hingga pesawat mendarat aman.
    • Ini jadi penggunaan nyata pertama Autoland dari awal hingga akhir, menandai tonggak penting otomasi penerbangan untuk meningkatkan keselamatan.

    KOMPAS.com – Sebuah pesawat model Beechcraft Super King Air berhasil mendarat darurat dengan aman tanpa intervensi manual dari pilot. Peristiwa ini terjadi di Rocky Mountain Metropolitan Airport, Amerika Serikat (AS), Sabtu (20/12/2025) waktu setempat.

    Insiden pendaratan darurat ini dikonfirmasi langsung oleh Federal Aviation Administration (FAA), setelah pilot pesawat kehilangan komunikasi dengan pengatur lalu lintas udara (air traffic control/ATC).

    Menurut FAA, pesawat tersebut berhasil mendarat dengan baik berkat teknologi Garmin Emergency Autoland yang terpasang dalam sistem kontrol pesawat.

    Detik-Detik Mencekam Penumpang Hampir Tersedot Keluar Jendela Pesawat Ryanair

    “Dalam insiden ini, sistem emergency autoland di dalam pesawat telah diaktifkan. Dua orang berada di dalam pesawat dan semuanya selamat. Saat ini kami sedang melakukan investigasi terkait kejadian tersebut,” tulis pihak FAA.

    Baca juga: Garmin: Popularitas Padel Melejit 1.684 Persen, Tertinggi di Indonesia Sepanjang 2025

    CEO perusahaan charter yang mengoperasikan pesawat, Chris Townsley, mengatakan insiden ini disebabkan oleh penurunan tekanan kabin yang cepat dan tidak terduga.

    Para pilot, yang berjumlah dua orang dan tidak membawa penumpang, kemudian mengenakan masker oksigen dan memilih membiarkan sistem Garmin Emergency Autoland tetap aktif.

    “Sistem tersebut aktif secara otomatis ketika ketinggian kabin melewati batas aman, dan pilot memutuskan untuk mempertahankan sistem tersebut hingga pendaratan,” ujar Townsley dalam sebuah pernyataan.

    Artinya, sistem ini diaktifkan secara sadar oleh pilot. Hal ini menepis rumor sebelumnya yang mengklaim bahwa pilot tidak sadarkan diri (incapacitated) ketika mengendalikan pesawat.

    Status “incapacitated” tersebut diketahui berasal dari sistem suara komunikasi otomatis milik Garmin yang dikirimkan ke ATC, dan merupakan bagian dari prosedur komunikasi standar dalam kondisi darurat.

    Sebelum mendarat darurat, pesawat diketahui terbang dari Bandara Aspen/Pitkin County menuju Colorado, AS.

    Baca juga: Kesan Awal Pakai Smartwatch Garmin Instinct Crossover AMOLED, Jam Tangguh yang Ringan

    Teknologi Garmin Emergency Autoland

    Garmin menyatakan insiden ini merupakan penggunaan pertama sistem Autoland dari awal hingga akhir dalam keadaan darurat nyata.

    Teknologi yang diperkenalkan sejak 2019 tersebut dirancang untuk mengambil alih penuh kendali pesawat dan melakukan pendaratan aman jika pilot tidak mampu mengendalikan pesawat.

    Sistem Autoland menentukan bandara tujuan secara otomatis dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti panjang landasan, jarak, kondisi bahan bakar, serta parameter keselamatan lainnya.

    Keberhasilan pendaratan ini dinilai sebagai tonggak penting dalam pengembangan otomasi penerbangan, sekaligus menunjukkan potensi teknologi untuk meningkatkan keselamatan di sektor aviasi umum, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Register.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    10 Menit Tanpa Pilot! Begini Detik-detik Pesawat Lufthansa Nyaris Kehilangan Kendali

    Komentar
    Additional JS