Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Elon Musk Featured Kecerdasan Buatan Luar Angkasa Satelit Satelit AI Spesial

    Rencana Baru Elon Musk "Menginvasi" Luar Angkasa, Siapkan 1 Juta Satelit AI - Kompas

    6 min read

     


    KOMPAS.com - CEO SpaceX Elon Musk menyiapkan rencana baru untuk "menginvasi" luar angkasa.

    Kali ini, Musk berencana membangun jaringan pusat data (data center) kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di orbit Bumi dengan memanfaatkan hingga 1 juta satelit.

    Proyek bernama Starmind tersebut dirancang berbeda dari Starlink yang berfungsi menyediakan layanan internet satelit.

    Baca juga: AWS Luncurkan Server Virtual Baru, "Pelatih" AI yang Lebih Tangguh

    Lewat Starmind, SpaceX ingin memproses komputasi AI langsung di luar angkasa menggunakan satelit yang ditempatkan di orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit/LEO).

    Prediksi Skor Inggris Vs Kongo Piala Dunia 2026, Tiga Singa Wajib Waspada

    Rencana tersebut dikonfirmasi langsung oleh Elon Musk pada 23 Juni 2026.

    SpaceX juga dilaporkan telah mengajukan proposal kepada Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat untuk membangun sistem yang disebut sebagai orbital data-center system.

    Jika memperoleh persetujuan regulator, satelit uji pertama yang diberi nama AI1 dijadwalkan meluncur pada awal 2027.

    Baca juga: China Bersiap Tantang Dominasi Starlink di Internet Satelit

    Dalam proyek ini, setiap satelit akan dibekali prosesor yang dirancang untuk menjalankan proses inferensi machine learning.

    Dengan kemampuan tersebut, satelit dapat memproses model AI yang telah dilatih untuk menghasilkan berbagai output, mulai dari teks, gambar, hingga pengambilan keputusan.

    Semua satelit Starmind akan menggunakan panel surya sebagai sumber energi.

    Baca juga: Apa Itu Project Kuiper Amazon yang Jadi Pesaing Starlink?

    Sementara sistem pendinginnya memanfaatkan suhu dingin alami di ruang hampa luar angkasa sehingga tidak memerlukan sistem pendingin berskala besar seperti pusat data yang beroperasi di Bumi.

    Agar seluruh satelit dapat bekerja sebagai satu kesatuan, SpaceX akan menghubungkannya menggunakan sambungan laser optik antarsatelit (optical inter-satellite laser links).

    Teknologi serupa sebenarnya sudah digunakan pada jaringan Starlink, tetapi kali ini dimanfaatkan untuk mengirimkan data AI antarsatelit maupun kembali ke Bumi.

    Baca juga: Iran Setop Pakai GPS AS, Beralih ke Sistem Navigasi China

    Gabungkan kemampuan SpaceX dan xAI

    Starmind merupakan hasil penggabungan kemampuan SpaceX di bidang teknologi satelit dengan xAI, perusahaan AI milik Elon Musk yang diakuisisi pada Februari 2026.

    Melalui penggabungan tersebut, teknologi AI beserta talenta teknik xAI dipadukan dengan kemampuan SpaceX dalam memproduksi dan meluncurkan satelit ke orbit.

    Apabila seluruh rencana berjalan sesuai target, Starmind berpotensi menjadi proyek satelit terbesar yang pernah dikerjakan SpaceX.

    Baca juga: China Catat Kemenangan Penting atas AS, Skor Nvidia Jadi Bukti

    Proyek ini ditargetkan memiliki hingga 1 juta satelit, atau sekitar 100 kali lebih banyak dibandingkan konstelasi Starlink yang saat ini telah mengoperasikan lebih dari 10.000 satelit.

    Sebagai perbandingan, jumlah seluruh satelit yang pernah diluncurkan oleh berbagai negara sepanjang sejarah manusia masih berada di kisaran puluhan ribu unit.

    Meski ambisius, proyek Starmind masih menghadapi berbagai tantangan sebelum dapat direalisasikan.

    Baca juga: Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia, Ini Sumber Hartanya

    Selain harus memperoleh izin dari regulator Amerika Serikat, SpaceX juga perlu menyelesaikan persoalan koordinasi spektrum frekuensi internasional, pengelolaan sampah antariksa, serta kemampuan memproduksi dan meluncurkan satelit dalam jumlah yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

    Tantangan lainnya adalah usia operasional satelit yang terbatas. Satelit Starlink yang saat ini beroperasi pun harus diganti secara berkala melalui peluncuran baru, dirangkum KompasTekno dari Crypto Briefing.

    Di sisi lain, penambahan prosesor AI pada setiap satelit diperkirakan akan meningkatkan kompleksitas sistem, biaya produksi, sekaligus risiko perangkat keras menjadi usang sebelum masa operasional satelit berakhir.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Hasil Perancis Vs Swedia 3-0: Mbappe Ukir Rekor, Les Bleus Melaju ke 16 Besar

    Komentar
    Additional JS