Survei Unicef: Anak Pakai AI 3 Kali Lebih Cepat daripada Orang Dewasa - Beritasatu
Jakarta, Beritasatu.com - United Nations Children's Fund (Unicef) melaporkan anak-anak menggunakan teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) dengan laju lebih dari tiga kali lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Laporan didasarkan pada hasil survei terbaru yang dilakukan di 10 negara.
Temuan ini menunjukkan AI telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak, baik sebagai sarana belajar maupun mencari informasi. Temuan tersebut disampaikan Unicef dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa (30/6/2026) menjelang penyelenggaraan dialog global perdana bertajuk “Tata Kelola AI”.
"AI sudah ada. Ini adalah bagian yang terus berkembang dalam kehidupan kita semua. Dan itu sudah membentuk lingkungan anak-anak di seluruh dunia,baik untuk kebaikan maupun keburukan," kata Unicef, dikutip dari Antara, Kamis (2/7/2026).
Menurut laporan Anadolu Agency, berdasarkan hasil survei tersebut, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sedikitnya 20 juta anak telah memanfaatkan teknologi AI. Dari jumlah tersebut, lebih dari dua juta anak, atau sekitar satu dari 10 responden, mengaku menggunakan AI untuk meminta saran mengenai berbagai persoalan yang tengah dihadapi
Selain itu, sekitar 13 juta anak memanfaatkan AI untuk mendukung proses belajar, termasuk membantu mengerjakan tugas sekolah dan pekerjaan rumah.
Meski menawarkan berbagai manfaat, Unicef mengingatkan meningkatnya penggunaan AI juga membuat anak-anak semakin rentan terhadap berbagai risiko. Unicef menilai, anak-anak lebih sering berinteraksi dengan sistem AI, tetapi memiliki kemampuan yang jauh lebih terbatas untuk memahami atau menolak dampak yang ditimbulkannya.
"Anak-anak lebih banyak terpapar sistem AI, termasuk bagaimana sistem tersebut dirancang, model bisnis yang mendasarinya, dan bagaimana data mereka sendiri digunakan. Namun memiliki kekuatan jauh lebih sedikit untuk menghindari atau menentangnya," tegas Unicef.
Lembaga tersebut juga mendorong peningkatan investasi dalam penelitian mengenai risiko AI terhadap anak-anak, penguatan regulasi untuk mencegah eksploitasi seksual berbasis AI, penerapan sistem AI yang aman dan transparan, peningkatan literasi AI, serta upaya mempersempit kesenjangan digital.
"Ini adalah momen yang menentukan. Pilihan yang dibuat tentang AI sekarang akan membentuk keselamatan, privasi, kesejahteraan anak-anak, dan akses setara mereka terhadap peluang selama beberapa dekade mendatang," pungkas Unicef.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu