Viral Modus Penipuan Lewat Sinyal 2G di HP, Begini Cara Menghindarinya - Kompas TV
Kompas.tv - 30 Juli 2026, 13:10 WIB
JAKARTA, KOMPAS.TV - Modus penipuan menggunakan fake BTS menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial. Sejumlah warganet mengaku mengalami kehilangan sinyal 4G atau 5G secara tiba-tiba sebelum menerima SMS berisi tautan phishing yang mengatasnamakan layanan resmi.
Salah satu pengalaman tersebut dibagikan oleh akun Threads @ris*****. Dalam unggahannya, ia mengaku menerima tautan phishing setelah melintasi wilayah tertentu.
"Sinyal tiba-tiba mati, terus ada SMS masuk berisi link WhatsApp," tulis akun tersebut.
Baca Juga: Terbongkar! Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku "Scam" di Batam
Unggahan itu kemudian dikaitkan dengan modus fake BTS, yakni penggunaan perangkat pemancar seluler palsu untuk mengirimkan SMS phishing kepada pengguna ponsel di sekitarnya.
Apa Itu Modus Fake BTS?
Mengutip laman resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), fake Base Transceiver Station (BTS) atau BTS palsu merupakan perangkat ilegal yang memancarkan sinyal seluler sehingga ponsel di sekitarnya terhubung ke jaringan palsu.
Salah satu indikasi yang sering dikaitkan dengan modus ini adalah smartphone yang tiba-tiba kehilangan jaringan 4G atau 5G dan hanya menampilkan sinyal 2G.
Meski demikian, Komdigi mengingatkan bahwa penurunan jaringan ke 2G tidak selalu menandakan adanya serangan siber karena bisa juga disebabkan oleh gangguan jaringan operator.
Setelah ponsel terhubung ke jaringan palsu, pelaku dapat mengirimkan SMS phishing yang tampak berasal dari bank, dompet digital, maupun lembaga resmi.
Dalam praktiknya, pelaku memanfaatkan SMS phishing atau smishing untuk mengelabui korban agar menyerahkan data pribadi maupun informasi keuangan. Pesan yang dikirim biasanya berisi:
- Informasi hadiah atau penukaran poin.
- Promo tertentu yang mengatasnamakan bank atau layanan digital.
- Permintaan pembaruan data rekening.
- Peringatan bahwa akun akan diblokir jika tidak segera melakukan verifikasi.
SMS tersebut umumnya menyertakan tautan menuju situs palsu yang dibuat menyerupai halaman resmi bank atau layanan digital. Apabila korban memasukkan nama pengguna, kata sandi, PIN, maupun kode OTP, seluruh informasi tersebut dapat dicuri dan disalahgunakan untuk mengambil alih akun.
Cara Menghindari Modus Penipuan Fake BTS
Komdigi mengimbau masyarakat tetap waspada apabila smartphone tiba-tiba berpindah ke jaringan 2G, terutama saat berada di lokasi yang ramai. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko menjadi korban penipuan:
- Jangan membuka aplikasi mobile banking atau melakukan transaksi keuangan saat jaringan tiba-tiba turun ke 2G hingga koneksi kembali normal.
- Hindari mengklik tautan dari SMS yang tidak diminta, meskipun nama pengirim terlihat berasal dari bank atau instansi resmi.
- Verifikasi setiap informasi mengenai hadiah, promo, atau pembaruan rekening melalui aplikasi resmi, situs resmi, atau layanan pelanggan.
- Aktifkan verifikasi dua langkah (two-factor authentication) pada akun penting.
- Rutin memperbarui sistem operasi smartphone agar memperoleh pembaruan keamanan terbaru.
Baca Juga: Polisi Jateng Bongkar Penipuan Online Modus Love Scam | SAPA SIANG
- Jika perangkat mendukung, nonaktifkan penggunaan jaringan 2G untuk mengurangi risiko penyalahgunaan jaringan lama.
Sumber : Kompas TV