Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita ChatGPT Dunia Internasional FBI Featured Kasus Kecerdasan Buatan Keuangan Keuangan Digital Kripto Spesial

    Agen FBI Curi Kripto Rp 16 Miliar, Lalu Tanya ChatGPT Cara Kabur - Kompas

    6 min read

     


    KOMPAS.com –Seorang agen FBI yang punya akses rahasia tingkat tinggi, justru jadi pelaku pencurian aset kripto senilai hampir 1 juta dollar AS. Ironisnya, kripto yang dia curi berasal dari akun-akun yang sedang diawasi FBI.

    Agen tersebut bernama Patrick Steven Yaroch, 37 tahun. Dia bekerja di markas besar FBI di Washington DC, sebagai anggota tim investigasi keamanan nasional yang fokus mengawasi aktivitas kripto terkait sebuah "negara musuh".

    Dokumen pengadilan mengungkap Yaroch mencuri lebih dari 900.000 dollar AS atau sekitar Rp 16,2 miliar dalam bentuk aset kripto.

    Baca juga: Begini Rutinitas Tak Biasa Jeff Bezos yang Bikin Otak Cemerlang

    Menurut dokumen yang jadi dasar dakwaan, motif Yaroch cukup mengejutkan.

    Febrie Ditanya Lebih 20 Pertanyaan soal Asal-usul Aset Mencurigakan

    Yaroch menemukan kepemilikan kripto tersebut saat menjalankan tugasnya sebagai anggota skuad investigasi keamanan nasional FBI.

    Alih-alih melapor lewat jalur resmi atau menunggu proses hukum berjalan, Yaroch justru memakai akses internal lembaganya untuk mentransfer aset kripto tersebut langsung ke akun pribadinya.

    Baca juga: Jensen Huang, Dulu Tukang Cuci Piring, Kini CEO Perusahaan Bernilai Rp 83.000T

    FBI diketahui rutin mengumpulkan intelijen soal berbagai akun kripto yang diduga dipakai aktor kriminal maupun aktor negara dari Rusia, China, dan negara-negara lain.

    Setelah pelanggaran ini terungkap, FBI langsung memecat Yaroch. Dia kemudian ditangkap pekan lalu.

    Dakwaan yang dijatuhkan mencakup tuduhan pengangkutan barang curian lintas negara bagian, serta penerimaan barang curian.

    Baca juga: Meme Kucing Berdasi Ungkap Jaringan Hacker Paling Berbahaya

    Momen paling mencolok dari kasus ini terjadi saat agen-agen FBI mendatangi rumah Yaroch untuk diinterogasi, sebulan sebelum penangkapannya.

    Yang jadi detail paling menarik perhatian publik dari kasus ini adalah jejak digital Yaroch sebulan sebelum penangkapannya.

    Menurut laporan, Yaroch sempat bertanya ke ChatGPT dengan pertanyaan yang cukup mencurigakan. "Kalau kamu punya setumpuk uang (sekitar 1 juta dollar AS) dan ingin meninggalkan Amerika Serikat untuk jadi penduduk atau warga negara di sebuah negara Uni Eropa, apa yang akan kamu lakukan?"

    Baca juga: Dipecat, Pria Ini Hapus 180 Server dan Rugikan Perusahaan Rp 11 Miliar

    Pertanyaan ini jadi petunjuk kuat bahwa Yaroch sudah mulai merencanakan langkah untuk kabur dari Amerika Serikat, bahkan sebelum penyelidikan internal FBI benar-benar menjeratnya.

    Menanggapi kasus ini, juru bicara FBI memberikan pernyataan resmi yang menegaskan komitmen lembaga tersebut terhadap standar etika.

    Menurut juru bicara tersebut, FBI memegang teguh standar etika tertinggi bagi seluruh karyawannya, dan pihak berwenang sedang melakukan investigasi menyeluruh terkait kasus ini.

    Baca juga: Diduga Orang Indonesia Bobol Grok Pakai Kode Morse, Kripto Rp 3,4 Miliar Melayang

    Bukan kasus pertama 

    Kasus Yaroch ini menambah daftar kasus serupa yang melibatkan orang dalam pemerintah Amerika Serikat yang menyalahgunakan akses mereka untuk mencuri aset kripto.

    Pada Maret 2026 lalu, seorang kontraktor pemerintah Amerika Serikat bernama John Daghita ditangkap otoritas Amerika Serikat dan Perancis di Pulau Saint Martin.

    Daghita didakwa mencuri lebih dari 46 juta dollar AS (sekitar Rp 828 miliar) aset kripto dari U.S. Marshals Service, lembaga penegak hukum federal yang antara lain bertugas menyita aset hasil kejahatan.

    Penangkapan Daghita waktu itu jadi operasi gabungan FBI dengan unit elite Gendarmerie Prancis, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CNN.

    Baca juga: Hacker Gondol 1.367 Bitcoin Senilai Triliunan Rupiah

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Mentan Amran Luruskan Pernyataan Prabowo soal Untung Penggilingan Padi Rp 2 Triliun per Bulan

    Komentar
    Additional JS