Aplikasi Bawaan Windows 11 Ini Ternyata Boros RAM, Tembus 1 GB - Kompas
KOMPAS.com - Aplikasi cuaca bawaan Windows 11 ternyata melahap RAM hingga 1,2 GB hanya untuk menampilkan prakiraan cuaca sehari-hari.
Temuan ini diungkap Windows Latest lewat pengujian mereka terhadap MSN Weather, aplikasi cuaca default yang sudah terpasang otomatis di Windows 11.
Tampilannya cukup modern dan datanya lengkap, mulai dari live radar, kecepatan angin dan curah hujan per jam, indeks kualitas udara, hingga fase bulan, dengan data yang dihimpun dari berbagai penyedia layanan cuaca global.
Namun, aplikasi ini juga dipenuhi berbagai promosi dan iklan, meski merupakan bagian dari sistem operasi berbayar. Mendapatkan data prakiraan cuaca yang akurat memang bukan hal murah, sehingga wajar jika Microsoft mencari cara memonetisasi aplikasi ini.
Dokter Ungkap Risiko Kipas Angin dan AC Dipakai Lama Saat Musim Kemarau
Alasan di balik borosnya RAM aplikasi ini terungkap ketika membuka Task Manager saat MSN Weather berjalan.
Baca Juga :
Di sana terlihat delapan subproses berbasis Chromium yang berjalan bersamaan, mengonfirmasi bahwa yang sebenarnya berjalan hanyalah sebuah halaman web yang dirender lewat WebView2, bukan aplikasi asli (native) sesungguhnya.
Aplikasi native Windows semestinya dibangun memakai framework WinUI, yang perlahan mulai diadopsi Microsoft untuk menggantikan Win32 dan UWP lama.
Sebagai perbandingan, aplikasi cuaca bawaan macOS milik Apple menawarkan tampilan yang sama modern, detail, dan akurat, tapi sama sekali tanpa iklan.
Aplikasi Apple ini pun hanya memakan sekitar 250 MB RAM untuk menampilkan seluruh data serupa. Artinya, MSN Weather mengonsumsi RAM lima kali lebih banyak dibanding aplikasi serupa di macOS.
Bagian dari masalah yang lebih besar
Ketika Microsoft mengumumkan komitmen mereka merombak seluruh aplikasi bawaan Windows 11, perusahaan tersebut tidak secara eksplisit menyebutkan apakah layanan, seperti MSN Weather dan MSN News, ikut termasuk dalam rencana itu.
Baca juga: Kabar Baik buat Laptop RAM 8 GB, Microsoft Mengalah Rombak Windows 11
Belum jelas juga apakah perombakan tersebut akan menghilangkan iklan yang selama ini muncul di aplikasi cuaca bawaan Windows 11.
Temuan soal MSN Weather ini sebenarnya jadi representasi kecil dari masalah yang lebih besar di Windows 11 secara keseluruhan.
Selama bertahun-tahun, Microsoft dikritik karena kurangnya optimasi, aplikasi yang membengkak alias bloat, iklan yang bertebaran, fitur AI yang dipaksakan, hingga pelacakan aktivitas pengguna yang terus-menerus berjalan di background.
Tekanan dari berbagai kritik ini akhirnya memaksa Microsoft mengakui kesalahan mereka dan berkomitmen memperbaiki sistem operasi tersebut.
Salah satu janji yang sudah disampaikan Microsoft adalah membuat Windows 11 tetap lancar dipakai di perangkat dengan RAM 8 GB, di tengah krisis harga chip memori global yang sedang berlangsung.
Baca juga: Cara Cek dan Matikan File AI Gemini 4 GB yang Diam-diam Disimpan Google di Laptop Windows
Solusi sementara
Bagi pengguna yang tidak sabar menunggu perbaikan dari Microsoft, ada beberapa opsi aplikasi cuaca alternatif yang lebih ringan.
Di antaranya Skyline Weather, Fluent Weather, dan Lively Weather, yang semuanya tersedia gratis. Ketiga aplikasi ini dilaporkan pengguna jauh lebih hemat memori dibanding MSN Weather bawaan Windows 11.
Untuk pengguna yang sering mengeluhkan laptop terasa lambat meski spesifikasinya cukup mumpuni, mengecek aplikasi-aplikasi bawaan seperti MSN Weather lewat Task Manager bisa jadi langkah awal.
Kalau ternyata aplikasi tersebut memakan sumber daya berlebihan, menghapus atau menggantinya dengan aplikasi lain yang lebih ringan bisa membantu meningkatkan performa perangkat, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Tom's Hardware dan Windows Latest.
Baca juga: Cara Cek Kesehatan Baterai Laptop Windows 10 dengan Mudah dan Cepat
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Karhutla Kalimantan Picu Asap beracun, Ini Strategi BMKG