AS Melunak, Chip AI Nvidia H200 Akhirnya Masuk China Setelah Terhambat 8 Bulan, - Kompas
KOMPAS.com - Chip kecerdasan buatan (AI) Nvidia H200 akhirnya mulai masuk ke China, setelah sekitar delapan bulan terhambat tarik ulur kebijakan antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China.
Pengiriman ini menjadi salah satu pengiriman Nvidia H200 dalam jumlah signifikan pertama ke China daratan sejak Presiden AS Donald Trump memberikan lampu hijau ekspor chip tersebut pada Desember 2025.
Menurut laporan terbaru, dua raksasa teknologi China, ByteDance (induk TikTok) dan Tencent, masing-masing telah menerima sekitar 10.000 unit chip Nvidia H200 dalam beberapa minggu terakhir.
Jumlah tersebut sebenarnya masih jauh dari kuota yang direstui pemerintah AS. Sedianya, setiap perusahaan China yang mendapatkan izin ekspor diperbolehkan membeli hingga 75.000 unit Nvidia H200.
Aksi Robot di China Tanding Tenis Meja Lawan Manusia
Dengan demikian, 10.000 unit yang masuk baru sekitar 13 persen dari batas maksimal tersebut.
Baca Juga :
Baca juga: China Catat Kemenangan Penting atas AS, Skor Nvidia Jadi Bukti
Sisanya belum tentu langsung bisa dikirim. Sebab, setelah melewati izin pemerintah AS, perusahaan China masih harus mendapatkan persetujuan dari National Development and Reform Commission (NDRC) China untuk setiap pembelian H200 berikutnya.
Dalam proses tersebut, perusahaan harus menjelaskan berapa banyak chip yang dibutuhkan sekaligus memberikan alasan mengapa kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi menggunakan chip buatan dalam negeri.
Dengan kata lain, meski AS kini mengizinkan Nvidia menjual H200 ke China, pemerintah China tetap memegang kendali atas seberapa banyak chip tersebut yang benar-benar bisa masuk ke negaranya.
Baca juga: Perusahaan Bimbel Online Bangkrut gara-gara ChatGPT
Sejumlah perusahaan teknologi China lainnya diperkirakan akan memperoleh persetujuan untuk menerima pengiriman H200 dalam jumlah serupa dalam beberapa pekan mendatang.
Sudah direstui Trump sejak Desember

Lihat Foto
Masuknya Nvidia H200 ke China menjadi babak terbaru dari tarik ulur panjang perdagangan chip AI antara Washington dan Beijing.
Baca juga: Mengapa CEO Google Cemas dengan Tahun 2025?
Pada Desember 2025, Presiden AS Donald Trump membalik kebijakan pembatasan sebelumnya dan memberikan izin kepada Nvidia untuk kembali menjual H200 kepada pelanggan tertentu di China.
Trump ketika itu mengatakan pemerintah AS akan memperoleh 25 persen dari pendapatan ekspor H200 ke China.
Menurut Trump, kebijakan tersebut akan mendukung lapangan pekerjaan dan manufaktur di AS sekaligus menjaga kepemimpinan negaranya dalam pengembangan AI.
Kebijakan tersebut menandai perubahan dari pembatasan ketat yang sebelumnya membuat Nvidia kesulitan menjual chip AI berperforma tinggi di salah satu pasar terbesarnya.
Baca juga: Nvidia Rilis Nemotron 3.5 Lightning, AI yang Tahu Kapan Harus Kerja Keras atau Santai
Pada Januari 2026, aturan tersebut kemudian diformalkan. Ekspor H200 ke China yang sebelumnya pada dasarnya ditolak, berubah menjadi mekanisme evaluasi kasus per kasus.
Sekitar 10 perusahaan China kemudian mendapatkan izin membeli H200, termasuk Alibaba, Tencent, ByteDance, dan JD.com, serta distributor seperti Lenovo dan Foxconn. Masing-masing mendapatkan kuota maksimal 75.000 unit.
Namun, mendapatkan restu AS ternyata baru menyelesaikan separuh persoalan.
Baca juga: China Tutup Pintu untuk Nvidia, Pabrik Chip AI Lokal Untung Besar
China justru sempat menahan pembelian

Lihat Foto
Setelah AS membuka keran ekspor, pemerintah China justru tidak buru-buru memboyong H200.
Perusahaan teknologi China disebut sempat menahan pembelian setelah mendapatkan arahan dari pemerintahnya. Salah satu kekhawatirannya adalah ketergantungan terhadap chip buatan AS dapat menghambat ambisi China membangun industri semikonduktor sendiri.
Baca juga: Booming Robot Humanoid di China Bikin Howard Huang Jadi Miliarder
China selama beberapa tahun terakhir memang gencar mendorong perusahaan lokal menggunakan chip AI buatan dalam negeri, termasuk lini Ascend milik Huawei.
Ada pula kekhawatiran mengenai ketentuan dari AS yang mengharuskan chip melewati wilayah Amerika terlebih dahulu sebelum dikirim ke China.
Namun, permintaan terhadap H200 tetap tinggi, terutama untuk kebutuhan melatih model AI berskala besar.
Nvidia disebut memiliki sekitar 500.000 unit H200 yang telah disiapkan terutama untuk pelanggan China.
Sementara perusahaan-perusahaan China secara kolektif dilaporkan pernah memesan lebih dari dua juta chip H200, jauh melebihi persediaan Nvidia yang tersedia.
Baca juga: Trump Melunak, Nvidia Boleh Jual Chip AI Canggih ke China Lagi

Lihat Foto
Nvidia H200 sendiri sebenarnya bukan chip AI paling mutakhir. Chip ini merupakan versi yang kemampuannya sudah dipangkas agar masih bisa lolos aturan ekspor AS untuk China.
Meski China juga memiliki alternatif lokal, Nvidia H200 masih dianggap menarik untuk pekerjaan komputasi AI berat, terutama proses training atau pelatihan model AI.
H200 dibekali memori HBM3e berkapasitas sekitar 141 GB dengan bandwidth 4,8 TB per detik. Kapasitas dan bandwidth memori yang tinggi menjadi penting ketika perusahaan melatih model AI dengan jumlah parameter sangat besar.
Baca juga: Bos Nvidia: Chip Buatan China Tinggal Hitungan Nanodetik Saja di Belakang AS
Selain hardware, Nvidia juga memiliki keunggulan berupa ekosistem software CUDA yang sudah digunakan luas oleh pengembang AI.
Infrastruktur pengembangan milik perusahaan besar seperti ByteDance dan Tencent telah lama dibangun menggunakan ekosistem Nvidia. Beralih sepenuhnya ke platform chip lain berarti perusahaan harus menyesuaikan basis kode, infrastruktur, hingga keahlian tim engineering mereka.
Inilah yang membuat chip Nvidia tetap diminati meskipun Beijing sedang berusaha memperkuat penggunaan chip domestik, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TechTimes.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT