Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Featured Iran IRGC Keuangan Keuangan Digital Konflik Timur Tengah Kripto Spesial

    AS sanksi bursa kripto Dubai yang bantu IRGC Iran - IDN Finansial

    3 min read

     


    WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) pada Jumat menjatuhkan sanksi terhadap Shelbit, bursa kripto tanpa izin yang berbasis di Dubai, karena dituding memproses jutaan dolar transaksi kripto untuk Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran dan sejumlah kelompok yang terkait dengan pemerintah Iran.

    Seperti dikutip Reuters, pengenaan sanksi tersebut dilakukan setelah investigasi Reuters pada 31 Juli mengungkap Shelbit sebagai pusat skema penghindaran sanksi Iran senilai US$4 miliar.

    Investigasi tersebut menemukan bahwa Shelbit memindahkan aset kripto untuk Bank Sentral Iran, jaringan perjudian online ilegal terbesar di dunia, serta sejumlah alamat yang menurut pemerintah Israel terkait dengan IRGC.

    Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi terhadap pendiri Shelbit, warga Iran yang tinggal di luar negeri, Siavash Kayvanpour, serta sejumlah perusahaan yang terkait dengannya.

    Kayvanpour dituding memberikan dukungan material kepada IRGC dan Nobitex, bursa kripto terbesar di Iran. 

    AS sebelumnya menjatuhkan sanksi terhadap Nobitex pada 2 Juni karena membantu pemerintah Iran menghindari sanksi Barat, juga setelah investigasi Reuters.

    “Departemen Keuangan akan memburu dan membongkar jaringan keuangan ilegal yang menopang rezim tersebut,” kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam pernyataan.

    Pada hari yang sama, Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi terhadap Aban Tether, bursa kripto berbasis di Iran, karena memproses jutaan dolar transaksi untuk entitas Iran yang terkena sanksi, termasuk Nobitex.

    Situs Shelbit telah tidak aktif selama berbulan-bulan sehingga pelanggan tidak dapat melakukan transaksi. Namun, bursa tersebut tetap memproses dana, termasuk selama perang AS dan Israel dengan Iran.

    Situs Shelbit kembali aktif sehari setelah investigasi Reuters diterbitkan.

    Shelbit LLC membantah tuduhan bahwa perusahaan tersebut secara sadar terlibat dalam pencucian uang, pendanaan terorisme, perjudian ilegal, penghindaran sanksi, maupun aktivitas untuk organisasi militer, pemerintah, atau pihak yang terkena sanksi.

    Dalam pernyataan di situsnya yang kembali aktif pada 1 Agustus, Shelbit juga mengatakan telah menghentikan operasionalnya sejak Januari 2026.

    Shelbit dan Kayvanpour tidak segera menanggapi permintaan komentar.

    Puluhan juta dolar aset kripto yang mengalir melalui Shelbit berasal dari dugaan operasi penambangan bitcoin di Iran yang menghasilkan aset kripto baru.

    Jutaan dolar lainnya terkait dengan jaringan perjudian ilegal yang dioperasikan dua influencer media sosial terkenal asal Iran, menurut investigasi Reuters.

    “Kesediaan rezim Iran membiarkan jaringan perjudian ini beroperasi menunjukkan kemunafikan dan korupsinya,” kata Departemen Keuangan AS.

    Regulator Dubai Soroti Shelbit

    Sanksi AS tersebut muncul tidak lama setelah Dubai’s Virtual Assets Regulatory Authority (VARA) mengeluarkan pemberitahuan bahwa Shelbit melanggar aturan terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme.

    VARA mengatakan pada 24 Juli bahwa pelanggaran Shelbit tidak hanya berkaitan dengan perlindungan konsumen, tetapi juga mencakup transaksi lintas negara yang berpotensi lebih serius dan dapat memengaruhi integritas sistem keuangan Uni Emirat Arab.

    Pemberitahuan tersebut diterbitkan tidak lama setelah Reuters meminta tanggapan VARA terkait aktivitas Shelbit.

    VARA tidak segera menanggapi permintaan komentar. (DK)

    Komentar
    Additional JS