Dosen UI Beri Pelatihan AI untuk ASN, Peserta: Pekerjaan 8 Jam Bisa Selesai 1 Jam - detik
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) memberikan pelatihan pemanfaatan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kepada aparatur sipil negara (ASN) di Yogyakarta, Sabtu (15/8/2026).
Pelatihan tersebut mengajarkan pemanfaatan AI untuk membantu menyelesaikan pekerjaan secara lebih cepat dan efisien.
Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat dosen UI yang menyasar ASN, guru, hingga pegawai badan usaha milik negara (BUMN) di Yogyakarta.
Baca juga: Psikolog Ingatkan, Jangan Sering-sering Curhat ke ChatGPT dkk
AI Bantu Pangkas Waktu Pekerjaan
Guru Besar FEB UI Rofikoh Rokhim mengatakan, AI tidak seharusnya dipandang sebagai teknologi yang akan menggantikan sumber daya manusia (SDM).
Rektor Terdiam, Hakim MK Pasang Badan, Ajak Dosen Berani Lapor Gaji Rendah jika "Ditutupi" Kampus
Menurut dia, AI justru dapat dimanfaatkan untuk memangkas waktu pekerjaan, terutama tugas yang bersifat administratif dan berulang.
"Kami ingin supaya mereka bisa menggunting waktu pekerjaan administratif dengan cara menggunakan AI. Pekerjaan repetitif yang sama terus-menerus seharusnya sudah bisa dikerjakan oleh mesin," ujar Prof. Rofikoh di lokasi pelatihan.
Baca juga: Pakai Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu dan Ambil Uang Korban
Dalam pelatihan tersebut, tim dosen FEB UI yang memiliki latar belakang data analitik memberikan materi praktis mengenai penggunaan aplikasi AI.
Peserta diwajibkan membawa laptop masing-masing agar dapat langsung mempraktikkan penggunaan AI melalui sejumlah studi kasus.
Rofikoh mengatakan, sekitar 10 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Penggunaan AI yang diajarkan disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan masing-masing peserta, mulai dari analisis data, penyusunan bahan, hingga percakapan.
Baca juga: Riset Microsoft Ungkap 40 Pekerjaan yang Paling Rentan Digantikan AI
Salah satu peserta, ASN KUA Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Nunuk Rijojo Adi, mengatakan AI dapat menjadi mitra kerja untuk mempercepat penyelesaian tugas sehari-hari.
“Dapat dijadikan mitra kerja, yang seharusnya memakan banyak waktu dengan AI dapat lebih cepat dan efisien,” ujar dia.
Menurut Nunuk, sejumlah pekerjaan seperti membuat laporan, desain, hingga presentasi dapat dikerjakan lebih cepat dengan bantuan AI.
Baca juga: Nilai “A” Mahasiswa Tak Berarti Lagi Gara-gara AI, Masa Depan Dipertaruhkan
“Yang seharusnya dikerjakan 8 jam menggunakan AI bisa dipersingkat jadi 1 jam. Buat gambar, laporan termasuk itu, powerpoint lewat AI, lebih cepat,” katanya.
Dosen UI Ingatkan Risiko Kebocoran Data
Di sisi lain, Rofikoh mengingatkan peserta agar memperhatikan risiko penggunaan AI, terutama terkait data sensitif.
Menurut dia, ASN maupun pegawai BUMN dapat menangani data yang bersifat rahasia sehingga tidak boleh sembarangan dimasukkan ke platform AI.
Baca juga: Pemkot Tangsel Gandeng FSPP, 108 Pesantren Dapat Internet Gratis dan Pelatihan AI
Pelatihan tersebut juga menekankan cara menyortir data agar informasi rahasia tidak bocor ke publik saat menggunakan AI.
Rofikoh mengatakan, pemanfaatan AI kini dibutuhkan dalam berbagai bidang, termasuk akuntansi, hukum, hingga manajemen rantai pasok.
"AI itu tidak bisa menggantikan SDM. Yang menyetir dan memberikan perintah (prompt) tetap manusia yang memiliki akal budi. Ke depan, bukannya AI mengalahkan manusia, tapi manusia yang tidak memanfaatkan AI yang akan kalah," pungkasnya.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Lulus S3, Ashanty Persiapkan Diri Jadi Dosen Tamu