Google Doodle 17 Agustus 2026 Pilih Tenun untuk Rayakan Kemerdekaan RI - TAgar co

Google memilih tenun untuk menghiasi Doodle 17 Agustus 2026. Karya Anindya Anugrah itu membawa cerita tentang warisan, budaya, dan identitas Indonesia.
Tagar.co – Ada yang berbeda saat membuka halaman pencarian Google pada Senin (17/8/2026). Logo Google yang biasanya tampil sederhana berubah menjadi deretan huruf yang seolah terbentang di atas selembar kain tenun.
Warna merah mendominasi. Motif-motif kecil memenuhi permukaan kain, berpadu dengan warna putih dan sentuhan keemasan pada bagian tepinya. Kedua ujung kain digambarkan masih berada pada bentangan kayu, membuatnya menyerupai tenun yang baru saja selesai dikerjakan.
Baca juga Google Rayakan HUT Kemerdekaan RI 2025 dengan Doodle Unik
Bukan kebetulan Google memilih tenun pada hari ketika Indonesia memperingati 81 tahun kemerdekaannya.
Melalui laman resminya, Google menyatakan Google Doodle 17 Agustus 2026 dibuat untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Karya tersebut digarap oleh ilustrator Anindya Anugrah.
Tenun dipilih untuk menampilkan kekayaan budaya Indonesia. Google menyebut seni tenun sebagai teknik pembuatan tekstil tradisional sekaligus kain yang merangkai sejarah, warisan, dan identitas Indonesia.
Pilihan itu membuat Doodle tahun ini berbeda. Google tidak menampilkan upacara, bendera yang berkibar, perlombaan 17 Agustus, ataupun bangunan bersejarah. Perayaan kemerdekaan justru disampaikan melalui benda yang dekat dengan kehidupan dan tradisi masyarakat Indonesia: kain.
Secara visual, huruf-huruf Google menyatu dengan pola tenun. Warna merah putih menjadi unsur yang paling mudah dikenali, sementara motif-motif pada kain menghadirkan kesan keragaman.
Google menempatkan Doodle ini dalam tema National Days/Independence Days. Doodle tersebut diluncurkan pada 17 Agustus 2026 untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.
Baca juga Google Sambut Piala Dunia 2026 dengan Doodle Tendangan Volley
Pemilihan tenun menarik karena kain tradisional di berbagai daerah Indonesia lahir dari teknik, motif, warna, dan cerita yang berbeda. Dalam Doodle kali ini, keragaman itu tidak ditampilkan melalui satu jenis tenun dari daerah tertentu. Google memilih menggambarkan tenun sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia secara lebih luas.
Gagasan tersebut sejalan dengan penjelasan Google bahwa karya itu ingin menunjukkan kekayaan budaya Indonesia melalui seni tenun yang menghubungkan sejarah, warisan, dan identitas bangsa.
Jika dilihat dari cara pembuatannya, tenun juga menghadirkan gambaran yang kuat. Sehelai kain terbentuk dari banyak benang yang saling bersilang dan mengikat. Masing-masing benang memiliki tempatnya, tetapi baru membentuk pola ketika dirangkai bersama.
Google tidak secara khusus menyebut pemaknaan tersebut sebagai filosofi resmi Doodle. Namun, pilihan visual itu membuka ruang untuk melihat tenun sebagai gambaran keberagaman yang terjalin menjadi satu.
Muncul Tepat pada HUT Ke-81 RI
Google Doodle tersebut tampil tepat pada 17 Agustus 2026, ketika Indonesia memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Doodle Hari Kemerdekaan Indonesia 2026 juga tercatat dalam arsip resmi Google Doodles sebagai salah satu karya yang diluncurkan untuk memperingati hari nasional di berbagai negara.
Google memang kerap mengganti logo pada halaman pencariannya untuk memperingati hari besar, tokoh, kebudayaan, hingga peristiwa tertentu di berbagai belahan dunia. Karya khusus tersebut dikenal sebagai Google Doodle.
Menurut catatan Google, Doodle pertama dibuat pada 1998. Sejak itu, Doodle berkembang menjadi salah satu cara Google memperkenalkan berbagai peristiwa, tokoh, dan kebudayaan kepada pengguna mesin pencarinya.
Pada peringatan kemerdekaan Indonesia tahun ini, Google memilih pendekatan sederhana: selembar tenun dengan deretan motif dan warna merah putih.
Dari kain itulah kisah tentang kekayaan budaya Indonesia ditampilkan dalam Google Doodle 17 Agustus 2026. (#)
Mohammad Nurfatoni
Post Views: 95

