Hari Kemerdekaan Indonesia, "Wastra Nusantara" Ramai Dicari di Google - Kompas
KOMPAS.com - Minat masyarakat Indonesia terhadap kain tradisional atau wastra Nusantara meningkat menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Hal ini terlihat dari data Google Search yang mencatat pencarian kata kunci "wastra nusantara" melonjak 540 persen pada Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY).
Peningkatan pencarian tersebut menunjukkan besarnya ketertarikan pengguna untuk mencari informasi seputar kain, motif, hingga gaya busana tradisional Indonesia.
Tak hanya wastra secara umum, pencarian sejumlah busana adat daerah juga mengalami peningkatan.
Tak Ingin Kontroversi Joget Terulang, Puan Janji Sidang Tahunan 2026 Lebih Khidmat
Baca juga: Apple Jual Kain Lap Mahal untuk iPhone, Samsung Bagikan Gratis
Google mencatat pencarian "baju adat Bali perempuan" meningkat 930 persen, sedangkan pencarian "baju adat NTT pria" naik 650 persen.
Pengguna juga banyak mencari inspirasi untuk memadukan pakaian tradisional dengan gaya kekinian.
Hal ini terlihat dari pencarian "kebaya butter yellow hijab" dan "kebaya terakota tua" yang mencapai status Breakout di Google Search.
Baca juga: Kenapa Konten ASMR Disukai Banyak Orang? Ini Penjelasannya
Status Breakout menandakan istilah tersebut mengalami lonjakan minat pencarian yang sangat besar dalam periode yang diukur.
Menurut Google dalam keterangan resminya, tren ini antara lain memperlihatkan bagaimana generasi muda tidak lagi hanya menggunakan wastra untuk acara formal, tetapi mulai mengeksplorasinya sebagai bagian dari gaya sehari-hari, termasuk untuk bekerja hingga berkumpul bersama teman.

Lihat Foto
Google Doodle angkat Tenun
Meningkatnya perhatian terhadap wastra Nusantara juga menjadi salah satu inspirasi Google dalam merayakan HUT ke-81 RI pada Senin (17/8/2026).
Baca juga: Museum Gedung Juang Bekasi Kini Punya Immersive Room, Bikin Anak Muda Makin Dekat dengan Sejarah
Google menghadirkan Doodle khusus Hari Kemerdekaan Indonesia yang mengangkat tema Tenun.
Doodle tersebut dibuat oleh seniman Indonesia Anindya Anugrah, atau dikenal dengan nama Phantasien.
Ilustrasi tersebut menggambarkan kekayaan budaya Nusantara melalui seni Tenun sebagai tradisi kriya tekstil yang menyimpan sejarah, warisan, dan identitas masyarakat Indonesia.
Anindya dikenal melalui karya visualnya yang penuh warna dan bergaya whimsical. Ia juga banyak mengambil inspirasi dari seni tari tradisional, dongeng, serta sejarah.
Baca juga: Aplikasi Populer Microsoft Lens Resmi Pensiun
Dalam Doodle Hari Kemerdekaan kali ini, elemen budaya tersebut dituangkan melalui visual Tenun yang dibuat lebih dekat dengan bahasa visual masa kini.
Google ingin menunjukkan bahwa Tenun tidak hanya menjadi warisan budaya dari masa lalu, tetapi juga tradisi yang terus berkembang dan dapat menemukan bentuk baru dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Lihat Foto
Cari motif kain pakai Google Lens
Di tengah meningkatnya ketertarikan terhadap wastra, Google turut menyoroti pemanfaatan teknologi pencarian berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pengguna mengenali kain tradisional.
Baca juga: Gedung Juang Bekasi Bertransformasi, Sejarah Disajikan Lewat AR Wall hingga Mini Bioskop
Salah satunya melalui Google Lens. Fitur pencarian visual tersebut dapat digunakan untuk mencari informasi mengenai kain hanya dengan memotretnya menggunakan kamera ponsel.
Misalnya, pengguna yang memiliki kain tradisional tetapi tidak mengetahui jenis, asal daerah, atau makna motifnya dapat memotretnya menggunakan Google Lens untuk mencari informasi terkait kain tersebut.
Pengguna juga dapat menggabungkan pencarian gambar dengan teks untuk mendapatkan hasil yang lebih spesifik.
Baca juga: Gedung Juang Bekasi Dulu Dijuluki “Bangunan Batman”, Dihuni Banyak Kelelawar
Google mencontohkan pengguna dapat memotret motif kain Tenun, kemudian menambahkan konteks seperti "untuk acara pernikahan malam hari" atau "cara pakai untuk pria".
Bisa tanya AI soal padu padan wastra
Selain Google Lens, pengguna dapat memanfaatkan AI Mode di Google Search untuk mencari inspirasi penggunaan wastra.
Berbeda dengan pencarian konvensional, AI Mode memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan lanjutan dalam format percakapan.
Baca juga: 7 dari 10 Orang Indonesia Chat WA Bisnis Setiap Harinya, Paling Rajin Sedunia
Fitur tersebut antara lain bisa dimanfaatkan untuk meminta rekomendasi kombinasi warna, mencari inspirasi gaya, hingga mendapatkan ide padu padan wastra untuk aktivitas sehari-hari.
AI Mode juga mendukung pencarian multimodal yang menggabungkan gambar dari Google Lens dengan perintah berbasis teks.
Dengan cara tersebut, pengguna bisa memotret sebuah motif kain kemudian memberikan konteks tambahan mengenai acara, gaya, atau kebutuhan tertentu untuk mendapatkan hasil pencarian yang lebih spesifik.
Tren pencarian yang dicatat Google sepanjang Agustus 2026 ini memperlihatkan bahwa perhatian terhadap busana tradisional tidak hanya meningkat menjelang perayaan Hari Kemerdekaan, tetapi juga berkembang ke pencarian mengenai cara memadukan unsur tradisional dengan gaya yang lebih modern.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT