Google tarik fitur gambar AI di Earth atas kekhawatiran citra satelit palsu - Investing
Investing.com - Alphabet Inc Class A () pada Jumat menyatakan bahwa pihaknya menarik fitur pembuatan gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang baru dari Google Earth, setelah pengguna membuat gambar satelit yang dimanipulasi dan tampaknya melanggar kebijakannya.
Fitur tersebut, yang diperkenalkan pada Kamis, memungkinkan pengguna untuk menghasilkan pemandangan udara yang tampak nyata menggunakan perintah teks. Kekhawatiran segera muncul bahwa gambar-gambar buatan itu bisa disalahartikan sebagai citra satelit asli.
Google menyatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa pihaknya sedang menarik kembali fitur tersebut untuk menghadirkan perlindungan yang lebih kuat. Perusahaan menegaskan bahwa tidak ada satu pun gambar yang dihasilkan AI yang muncul di platform utama Google Earth.
Peneliti intelijen asal Belanda, Henk van Ess, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai alat ini pada Kamis, dengan menunjukkan bagaimana alat tersebut dapat digunakan untuk membuat gambar fasilitas nuklir palsu di Iran.
Van Ess memperingatkan bahwa lanskap yang dihasilkan AI yang semakin realistis dapat mempersulit jurnalis, peneliti intelijen, dan pemeriksa fakta untuk membedakan gambar satelit asli dari materi yang dimanipulasi.
Seorang juru bicara Google merujuk pada pernyataan perusahaan di X ketika dimintai komentar lebih lanjut.
Google telah menginvestasikan miliaran dolar dalam kecerdasan buatan dan terus menambahkan fitur AI generatif di berbagai produk, termasuk Search, Workspace, Maps, dan Google Earth.
Perusahaan berupaya meyakinkan para investor bahwa pengeluaran besar-besaran untuk infrastruktur AI dapat menghasilkan pendapatan baru dan meningkatkan keterlibatan pengguna. Saham Alphabet baru-baru ini mendapat tekanan setelah perusahaan mengumumkan rencana pengeluaran senilai $205 miliar yang memicu kekhawatiran atas biaya ekspansi AI-nya.
356,13
▲+22,47(+6,73%)
Tutup··USD
354,20
▼-1,93(-0,54%)
After Hour·06.59.59
Penarikan fitur Google Earth ini menggambarkan risiko yang dihadapi perusahaan teknologi saat merilis alat AI generatif yang semakin realistis, yang dapat digunakan untuk menghasilkan konten yang menyesatkan.
Apakah trading GOOGL sebanding dengan risikonya?
Sebelum menekan tombol "beli", pastikan sudah tahu persis titik stop-loss yang tepat. Vision AI akan "membaca" grafik GOOGL secara langsung dan menyusun rencana manajemen risiko lengkap—mulai dari entry, stop-loss, hingga target profit dalam waktu kurang dari 1 menit.
Batasi risiko kerugian! Validasi setiap keputusan trading. Berinvestasilah dengan lebih cerdas.