Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Featured Indosat Kecerdasan Buatan Menkomdigi NVIDIA Spesial

    Indosat-Nvidia Bangun AI Factory 1 GW, Menkomdigi: RI Perkuat Posisi AI Hub Regional

    5 min read

     


    Ilustrasi Artificial intelligence/Alibaba Cloud

    Bisnis.com, JAKARTA— PT Indosat Tbk. (ISAT) bersama Ooredoo Group, Nokia, dan Nvidia membangun AI factory berkapasitas hingga 1 gigawatt (GW) di Indonesia. Infrastruktur komputasi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) tersebut ditargetkan menjadi salah satu pusat komputasi AI terbesar di Asia Tenggara.

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyambut baik pembangunan AI factory tersebut.

    “Investasi ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dunia terhadap masa depan ekonomi digital Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi teknologi bernilai tinggi,” kata Meutya dalam keterangan pada Jumat (7/8/2026).

    Meutya mengatakan, pembangunan AI factory tersebut bukan sekadar penambahan kapasitas pusat data. Menurutnya, infrastruktur tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan ekosistem AI nasional secara menyeluruh, mulai dari kapasitas komputasi dan layanan AI hingga pengembangan model bahasa Indonesia yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor.

    “Kehadiran AI factory ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai AI hub regional karena mampu melayani kebutuhan nasional sekaligus kawasan,” tuturnya.

    Pengembangan AI factory tersebut juga diikuti dengan pembangunan fasilitas manufaktur GPU di Cikarang, Jawa Barat. Meutya mengatakan, fasilitas manufaktur GPU pertama di Indonesia tersebut ditargetkan diresmikan pada Desember 2026.

    Menurutnya, keberadaan fasilitas manufaktur GPU akan memperkuat rantai pasok industri AI nasional sehingga pengembangan ekosistem AI tidak hanya bertumpu pada infrastruktur komputasi.

    Meutya menilai Indonesia memiliki sejumlah modal untuk menjadi pusat infrastruktur AI regional, mulai dari kemampuan membangun infrastruktur berskala besar, dukungan sumber energi, pasar domestik yang besar, hingga kebijakan pemerintah yang mendorong transformasi digital dan pengembangan talenta digital.

    “Ketika infrastruktur, pasar, talenta, dan kebijakan berjalan beriringan, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi salah satu pusat pengembangan AI di kawasan. Pemerintah akan terus memastikan iklim investasi tetap kondusif agar inovasi AI dapat tumbuh sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Meutya.

    Pemerintah, lanjutnya, akan terus mendorong investasi strategis yang dapat memperkuat daya saing digital Indonesia sekaligus memastikan pemanfaatan AI berlangsung secara bertanggung jawab dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

    Adapun, pembangunan AI factory tersebut dilakukan melalui inisiatif Zankore by Indosat. Tahap awal pembangunan ditargetkan dimulai pada paruh pertama 2027 di Batang, Jawa Tengah, dengan kapasitas sekitar 200 megawatt (MW).

    Kapasitas tersebut selanjutnya akan dikembangkan secara bertahap hingga mencapai 1 GW dalam 3 tahun. Infrastruktur ini akan menyediakan kapasitas komputasi untuk pengembangan dan pengoperasian berbagai layanan AI, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia maupun kawasan.

    AI factory yang dikembangkan Indosat bersama mitranya akan mengintegrasikan berbagai komponen infrastruktur yang dibutuhkan untuk pengembangan AI, mulai dari pusat data yang mendukung komputasi AI, GPU berperforma tinggi, jaringan, hingga sistem penyimpanan data.

    Ekosistem tersebut juga mencakup layanan GPU-as-a-Service, orkestrasi, pengelolaan beban kerja (workload management), serta operasional AI secara end-to-end.

    Selain menyediakan infrastruktur komputasi, Zankore akan mengembangkan dan menjadi rumah bagi Sahabat-AI, model bahasa besar (large language model/LLM) open source Indonesia dengan 70 miliar parameter.

    Sahabat-AI dirancang untuk mendukung sejumlah bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Bali, dan Batak. Zankore juga akan menyediakan layanan Token-as-a-Service untuk memperluas akses terhadap komputasi AI bagi masyarakat, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kementerian dan lembaga, serta pengembang aplikasi.

    Komentar
    Additional JS