Integrasi AI dan Project Based Learning Efektif Siapkan Lulusan IT Sesuai Kebutuhan Industri - Republika
Pemanfaatan teknologi yang tepat membuat mahasiswa memiliki portofolio proyek.
Cyber University Perkembangan teknologi rekayasa perangkat lunak saat ini membawa perubahan yang sangat besar dalam dunia pendidikan, khususnya pada proses pembelajaran di Program Studi Teknologi Informasi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pesatnya perkembangan teknologi informasi dinilai telah mengubah pola pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) di perguruan tinggi dari sekadar teori menjadi pembelajaran modern berbasis praktik nyata.
Merespons transformasi ini, dosen Teknologi Informasi Cyber University (Universitas Siber Indonesia), Rika Astuti, S.Kom., M.Kom memandang penting Project Based Learning serta integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) agar mahasiswa siap bersaing di dunia kerja.
Perkembangan teknologi rekayasa perangkat lunak saat ini membawa perubahan yang sangat besar dalam dunia pendidikan, khususnya pada proses pembelajaran di Program Studi Teknologi Informasi.
Jika sebelumnya pembelajaran berfokus pada teori pemrograman dan praktik sederhana, kini mahasiswa bisa mempelajari pengembangan perangkat lunak secara lebih modern melalui berbagai platform digital, simulasi proyek nyata, dan kolaborasi daring.
Hal ini membuat proses belajar menjadi lebih interaktif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Menurut Rika, salah satu transformasi utama pembelajaran rekayasa perangkat lunak adalah pemanfaatan Learning Management System (LMS) serta teknologi AI.
Teknologi AI kini mulai dimanfaatkan dalam pembelajaran rekayasa perangkat lunak untuk membantu mahasiswa memahami coding melalui fitur auto-complete, debugging otomatis, hingga saran penulisan program.
Dengan teknologi ini, mahasiswa pemula lebih cepat memahami logika pemrograman dan mampu menyelesaikan tugas pengembangan aplikasi dengan lebih baik," ujar Rika dalam keterangan yang dilansir Senin (3/8/2026).
Selain integrasi AI, Rika menyebutkan metode pembelajaran saat ini banyak menerapkan pendekatan Project Based Learning. Mahasiswa diminta membuat proyek aplikasi nyata seperti sistem informasi sekolah, aplikasi penjualan, website perusahaan, hingga aplikasi mobile.
Pendekatan ini dinilai efektif karena mahasiswa tidak hanya memahami teori, juga mengalami langsung proses analisis kebutuhan, desain sistem, coding, testing, hingga implementasi layaknya di dunia kerja sesungguhnya.
Pemanfaatan alat kolaborasi digital seperti GitHub, GitLab, dan Visual Studio Code Live Share juga melatih kemampuan kerja sama tim, komunikasi, dan manajemen proyek profesional.
Menanggapi cepatnya perubahan bahasa pemrograman, framework, dan tools pengembangan perangkat lunak, Rika menekankan dosen pengampu dituntut terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, sertifikasi, seminar, penelitian, dan kerja sama dengan industri.
Hal ini penting agar materi yang diberikan kepada mahasiswa selalu relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi terkini.
Ia berharap pemanfaatan teknologi yang tepat serta dukungan pembelajaran modern ini membuat mahasiswa memiliki portofolio proyek, pengalaman kerja tim, serta pemahaman teknologi terbaru agar siap bersaing sebagai programmer, system analyst, web developer, mobile developer, maupun technopreneur.
Ia menyatakan, peran dosen pengampu menjadi kunci utama dalam mengarahkan mahasiswa agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat. Dosen bukan hanya pengajar, tetapi juga motivator, mentor, inovator, dan pembentuk karakter.
‘’Dengan dukungan dosen yang profesional serta pemanfaatan teknologi yang tepat, pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak akan terus melahirkan lulusan yang kreatif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan era digital global," tutup Rika.
Berita Terkait
Jangan Asal Ikut Tren! Begini Cara Pilih Jurusan Kuliah Sesuai Potensi Diri
Pendidikan - 29 menit yang lalu
Berawal dari Kampus, Startup Gipsy Research Kembangkan Layanan Riset Berbasis AI
Pendidikan - 1 jam yang lalu
Peluang 8.000 Pekerjaan, CEO Nvidia Jensen Huang: AI Ternyata Ciptakan Gelombang Profesi Baru
Tekno - 02 August 2026, 06:21
Wamendikti Stella Ajak Generasi Muda Berpikir Kritis dalam Pemanfaatan Kecerdasan Buatan
Pendidikan - 31 July 2026, 15:13
Perkuat Talenta Digital, Cyber University dan FIFGROUP Jalin Kerja Sama untuk CLP 3+1
Pendidikan - 31 July 2026, 11:28