Google Hentikan Aplikasi Chrome Mulai Oktober 2028, Penggantinya Sudah Disiapkan - Herald
HERALD.ID – Google terus memperbarui browser Chrome dengan menghadirkan berbagai peningkatan fitur dan sistem keamanan. Di tengah pengembangan tersebut, perusahaan juga memutuskan untuk mengakhiri dukungan terhadap salah satu teknologi lawasnya, yakni Chrome Apps.
Bagi banyak pengguna, Chrome Apps mungkin sudah tidak lagi familiar. Layanan ini diperkenalkan bertahun-tahun lalu sebagai bagian dari ekosistem Chrome, tetapi dalam beberapa tahun terakhir penggunaannya terus menurun seiring hadirnya teknologi yang lebih modern.
Google memastikan dukungan penuh terhadap Chrome Apps akan berakhir pada Oktober 2028. Oleh karena itu, pengguna individu maupun organisasi yang masih mengandalkan platform tersebut disarankan mulai beralih ke alternatif yang lebih mutakhir.
Beralih ke Progressive Web Apps
Google menilai Chrome Apps tidak lagi menjadi solusi yang relevan karena perkembangan teknologi web telah menghadirkan Progressive Web Apps (PWA) dengan kemampuan yang lebih lengkap dan fleksibel.
PWA menawarkan berbagai fitur yang sebelumnya tersedia di Chrome Apps, seperti akses secara offline, notifikasi push, hingga kemampuan berinteraksi dengan perangkat keras lokal. Bedanya, aplikasi berbasis PWA tidak terbatas pada browser Chrome dan dapat dijalankan di berbagai browser modern.
Selain PWA, Google juga memfokuskan pengembangan ekosistem ChromeOS pada aplikasi Android yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna saat ini.
Penghentian Chrome Apps juga memungkinkan Google menghapus berbagai API lama yang memiliki hak akses tinggi. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan Chrome sekaligus mengurangi beban pemeliharaan teknologi yang sudah semakin jarang digunakan.
Proses Penghentian Dilakukan Bertahap
Rencana penghentian Chrome Apps sebenarnya telah diumumkan Google sejak 2016. Sejak saat itu, perusahaan menjalankan proses transisi secara bertahap di berbagai platform.
Pada periode 2020 hingga 2022, Google menghentikan penerimaan aplikasi Chrome baru di Chrome Web Store untuk pengguna Windows, macOS, dan Linux. Dukungan terhadap Chrome Apps di ketiga sistem operasi tersebut juga resmi dihentikan.
Sementara itu, ChromeOS memperoleh masa transisi lebih panjang karena masih banyak dimanfaatkan oleh perusahaan dan institusi pendidikan. Google bahkan beberapa kali memperpanjang masa dukungan agar organisasi memiliki waktu yang cukup untuk melakukan migrasi.
Mulai Juli 2025, Chrome Apps yang dipasang langsung oleh pengguna di ChromeOS tidak lagi didukung. Setahun kemudian, Google merilis pembaruan terakhir untuk fitur Kiosk Mode, yang selama ini banyak digunakan pada perangkat publik maupun lingkungan bisnis.
Memasuki awal 2027, Chrome Apps yang dipasang melalui kebijakan administrator perusahaan akan dinonaktifkan secara default. Organisasi yang masih membutuhkannya harus mengaktifkannya kembali melalui pengaturan administrator.
Tahap terakhir dijadwalkan berlangsung pada awal 2028 ketika Google merilis versi terakhir ChromeOS yang masih menyertakan kode Chrome Apps. Setelah itu, pada Oktober 2028, perangkat dengan skema Long-Term Support (LTS) akan mencapai akhir masa dukungan. Bersamaan dengan itu, Chrome Apps akan sepenuhnya dihapus dari Chrome Web Store dan tidak lagi menerima pembaruan maupun dukungan resmi dari Google. (ika/beritasatu)