LG Tak Lagi Cuma Jualan Elektronik, Kini Ajak Kreator Ikut Cuan - SindoNews

Program baru bernama Lifes Good Creator Club resmi dibuka 27 Agustus 2026, komisi sampai 5 persen menanti. Foto: LGEIN
JAKARTA - LG, perusahaan elektronik asal Korea Selatan, punya cara unik berjualan. Mereka merekrut kreator konten sebagai pasukan pemasarannya sendiri. Namanya Life's Good Creator Club.
Sasarannya: kreator digital, affiliator, dan komunitas penjual online. Mereka diajak menyebarkan informasi produk LG lewat TikTok, Instagram, YouTube, sampai fitur affiliate di marketplace. Imbalannya: komisi dan berbagai bentuk apresiasi, tergantung performa penjualan.
"Life's Good Creator Club kami bangun sebagai ekosistem kolaboratif yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi para kreator untuk bertumbuh bersama LG," kata Ha Sang-chul, Presiden LG Electronics Indonesia.
Alasannya sederhana. Ekonomi kreator sedang tumbuh. Keputusan orang membeli barang kini lebih sering lahir dari konten di media sosial, bukan iklan konvensional. LG membaca arah itu dan memilih menjadi bagian dari arus, bukan menonton dari luar.
"Hadirnya para kreator konten ini mampu menyampaikan informasi produk dengan cara lebih relevan, mudah dipahami, dan terasa lebih dekat dengan kebutuhan konsumen dalam keseharian," ujar Ha Sang-chul lagi.
Siapa saja boleh ikut. Tidak harus kreator teknologi. Boleh juga dari genre gaya hidup, reviewer produk, bahkan orang yang sekadar tertarik pada pemasaran digital dan bisnis online.
"Keterbukaan program ini seturut dengan tujuan besar kehadirannya, yang menjadi bagian upaya LG memperluas akses masyarakat terhadap informasi mengenai teknologi dan inovasi terbaru LG," kata Chefina Calayani, Head D2X LG Electronics Indonesia.
Cara masuknya tidak rumit. Daftar lewat tautan resmi. Isi data diri, profil akun media sosial, dan portofolio konten. Dari situ tim LG melakukan verifikasi dan seleksi.
Empat hal jadi penilaian: kualitas video yang jernih, kemampuan menampilkan produk beserta keunggulannya secara informatif, penggunaan narasi atau voice-over, dan orisinalitas konten.
Aturannya ketat di satu hal: satu peserta hanya boleh pakai satu akun selama program berjalan. Saat klaim hadiah, identitas wajib diverifikasi.
Begitu lolos seleksi, peserta langsung bisa membuat konten. Kanal affiliate-nya lengkap: TikTok Shop, Shopee, LG.com/id, dan Tokopedia. Komisi penjualan ditetapkan sampai 5 persen, berlaku Agustus hingga September 2026.
Soal hadiah, LG tidak tanggung-tanggung. Total hadiah uang tunai dan produk mencapai Rp39,5 juta. Bukan cuma buat kreator besar.
Ada penghargaan untuk 100 kreator pertama yang unggah konten, kreator dengan jumlah konten terbanyak, kreator dengan konsep video paling menarik, sampai peserta dengan pencapaian Gross Merchandise Value (GMV) tertentu.
Yang GMV-nya paling tinggi, hadiahnya produk LG sendiri: mulai dari LG PuriCare AeroMini sampai LG Smart TV.
"Berbagai penawaran menarik bagi peserta yang tergabung dalam Life's Good Creator Club ini sejalan dengan upaya LG untuk mendorong lahirnya lebih banyak kreator yang dapat berbagi pengalaman autentik menggunakan produk LG.
Sekaligus, membuka peluang bagi mereka untuk memperoleh manfaat ekonomi," kata Chefina Calayani.
LG juga menyiapkan fitur promosi digital tambahan, untuk membantu jangkauan konten peserta lebih luas.
Yang menarik: LG menyediakan lokasi fisik untuk produksi konten. Dua tempatnya, LG ZonaSeru di Central Park Mall Jakarta, dan Evermos Center Dago Bandung.
LG ZonaSeru bukan sekadar etalase produk. Tempat ini dibangun menyerupai K-House, rumah ikonik ala drama Korea. Di dalamnya ada ekosistem smart home berbasis AI yang terhubung lewat platform LG ThinQ — TV, kulkas, mesin cuci, AC, semua ditampilkan dalam skenario kehidupan sehari-hari.
Bukan hanya soal teknologi. Ada juga sisi hiburannya: room tour, area healing, ruang bikin konten, sampai fasilitas karaoke.
"Kehadiran lokasi ini diharapkan dapat membantu para kreator menghasilkan konten dengan pengalaman penggunaan produk yang lebih langsung dan menyeluruh," kata Chefina Calayani.
LG juga berjanji rutin menggelar sesi pengenalan produk baru, pelatihan bikin konten, dan coaching session. Di acara peluncuran kemarin, LG bahkan mendatangkan affiliate coach dari TikTok untuk membagikan wawasan soal bisnis affiliate marketing.
"Kami mengajak seluruh konten kreator dan masyarakat luas untuk bergabung dan memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas berbagi pengalaman menggunakan produk LG," tutup Ha Sang-chul.
Membaca Strategi LG

Langkah LG ini bukan kebetulan. Pasar social commerce Indonesia sedang dalam fase pertumbuhan tercepatnya.
Menurut riset ResearchAndMarkets, nilai pasar social commerce Indonesia diproyeksikan mencapai USD 5,25 miliar pada 2025, setara sekitar Rp93,45 triliun, dengan pertumbuhan tahunan 17,1 persen.
Sepanjang 2021-2024, sektor ini bahkan tumbuh dengan CAGR 24,9 persen. Untuk periode 2025-2030, pertumbuhannya diperkirakan melandai ke CAGR 10,4 persen, tapi tetap membawa nilai pasar ke sekitar USD 8,62 miliar pada 2030 — setara Rp153,44 triliun.
Artinya apa? Uang belanja masyarakat Indonesia kian deras mengalir lewat konten di media sosial dan marketplace, bukan lagi lewat baliho atau iklan televisi semata. LG membaca arah ini dengan tepat: alih-alih menyewa satu-dua brand ambassador besar, mereka merangkul ratusan kreator kecil-menengah sekaligus, lengkap dengan skema komisi, hadiah, dan fasilitas produksi konten.
Ini juga strategi murah-meriah dibanding kampanye iklan konvensional. LG cukup membayar komisi saat konten benar-benar menghasilkan penjualan, bukan membayar di muka untuk eksposur yang belum tentu berujung transaksi. Sebagai perusahaan dengan pendapatan global lebih dari KRW 88 triliun pada 2024 dan lebih dari 75.000 karyawan di hampir semua negara, LG punya modal besar untuk bereksperimen dengan model pemasaran berbasis performa seperti ini.
Dua lokasi fisik yang disiapkan, LG ZonaSeru dan Evermos Center, juga bukan sekadar gimmick. Ini cara LG memastikan konten yang dihasilkan kreator tetap terkendali kualitasnya, sekaligus mengikat kreator lebih dekat pada ekosistem produk LG, bukan sekadar transaksi komisi lepas.
(dan)