Mercury Research: AMD Naik di Semua Segmen, Intel Hadapi Tekanan di Pasar CPU - Mobitekno

Mobitekno – Intel menghadapi tekanan baru di pasar CPU, saat AMD mencapai rekor pangsa x86 dan terus mempersempit jarak dengan pesaingnya. Data Mercury Research menunjukkan AMD menguasai 30,7 persen pasar x86 pada kuartal II 2026. Angka tersebut naik 6,5 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perubahan itu membuat pangsa Intel turun menjadi 69,3 persen, level terendah perusahaan dalam 31 tahun terakhir. Penurunan tersebut terjadi ketika permintaan CPU server dan mobile tetap tumbuh, sementara pasar desktop justru mengalami tekanan. Kondisi ini memperlihatkan persaingan prosesor mulai bergeser di tengah perubahan kebutuhan komputasi.
Menariknya, pelemahan pangsa Intel tidak berarti permintaan terhadap seluruh bisnis prosesornya ikut jatuh. Divisi Data Center Intel bahkan mencatat pertumbuhan pendapatan 59 persen secara tahunan pada kuartal kedua 2026. Di saat yang sama, AMD mampu meningkatkan pengiriman CPU server lebih cepat sehingga perolehan pangsanya terus menguat.
AMD Persempit Jarak
Kenaikan AMD terjadi di seluruh kategori utama, meski kekuatannya terlihat paling jelas pada server dan laptop. Pada segmen client, gabungan desktop dan mobile, AMD pertama kali menembus 30 persen dengan pangsa 30,3 persen.
Pencapaian itu naik dari 23,9 persen pada kuartal kedua 2025 dan 29,6 persen pada kuartal sebelumnya. Artinya, AMD berhasil memperbesar pijakan saat Intel masih menguasai hampir 70 persen pasar client.
Pada segmen server, pangsa AMD mencapai 34,5 persen, naik dari 27,3 persen setahun sebelumnya. Namun, angka itu memiliki catatan penting karena Intel dan AMD menghitung produk jaringan serta penyimpanan secara berbeda.

Jika perbandingan dibatasi pada Xeon SP dan EPYC, pangsa AMD diperkirakan mencapai 46,4 persen, sedangkan Intel 53,6 persen. Selisih tersebut menunjukkan posisi AMD jauh lebih kuat ketika kategori chip tertentu disetarakan.
Pasar server sendiri tumbuh hampir 20 persen secara tahunan, menandakan permintaan komputasi pusat data masih kuat. Momentum tersebut membuat persaingan CPU server semakin penting ketika perusahaan meningkatkan kapasitas infrastruktur untuk beban kerja AI.
Di laptop, AMD mencatat pangsa 28,9 persen, meningkat 8,4 poin dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Intel memang menambah jutaan unit kapasitas CPU mobile pada kuartal kedua, tetapi tambahan pasokan belum menghentikan perolehan pangsa AMD.
Desktop Terdampak Harga Memori dan GPU
Kontras terlihat pada pasar desktop yang mengalami penurunan volume lebih dari 20 persen secara tahunan. Mercury Research mengaitkan pelemahan itu dengan harga PC lebih tinggi dan pasokan GPU konsumen yang terbatas.
Kenaikan harga memori ikut memperberat keadaan, karena kapasitas produksi diarahkan untuk high-bandwidth memory yang banyak digunakan server AI. Kelangkaan GPU konsumen memiliki pola serupa, sehingga pembelian PC gaming kelas atas ikut melemah.
AMD tetap mampu meningkatkan pangsa desktop menjadi 34,9 persen dari 32,2 persen setahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama terjadi karena pengiriman AMD turun lebih kecil dibandingkan penurunan yang dialami Intel.
Fenomena tersebut penting karena kenaikan pangsa tidak selalu berarti pasar sedang tumbuh cepat. Dalam kasus desktop, AMD berhasil mengambil bagian lebih besar ketika ukuran pasar justru menyusut tajam.
Intel Masih Kuat di Pasar CPU x86
Posisi Intel belum runtuh karena perusahaan masih memegang mayoritas di setiap kategori utama x86. Bahkan, pendapatan bisnis Data Center and AI Intel melonjak 59 persen menjadi 6,3 miliar dolar pada kuartal kedua.
Pendapatan tersebut menunjukkan permintaan terhadap produk Intel tetap kuat meski pangsa unitnya terus tergerus. Intel juga meningkatkan produksi prosesor mobile setelah mengalami kendala pasokan dalam dua kuartal sebelumnya.
Secara keseluruhan, pengiriman CPU pada kuartal kedua meningkat lebih dari 10 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan terutama datang dari laptop dan server, sementara desktop menjadi titik lemah pasar.
Persaingan berikutnya kini melibatkan lebih banyak pemain daripada Intel dan AMD. Prosesor berbasis Arm semakin agresif melalui Apple, Qualcomm, Nvidia, serta desain khusus hyperscaler seperti Amazon Web Services.
Mercury Research memperkirakan sistem Arm menguasai 15,3 persen pasar client pada kuartal kedua, mencetak rekor baru. Di server, pangsa Arm mencapai 13,6 persen dan juga mencatat level tertinggi.
Di sisi lain, total pangsa AMD untuk x86, IoT, dan SoC mencapai 34,1 persen pada kuartal kedua. Angka ini memperlihatkan ekspansi AMD sudah meluas, meski definisi pasar berbeda dari pengukuran x86 PC dan server.
Bagi Intel, tantangannya menjadi lebih rumit karena pertumbuhan pendapatan belum otomatis mengembalikan penguasaan pasar CPU. Sementara itu, AMD mendapatkan ruang ekspansi dari perpindahan permintaan menuju laptop, server, dan sistem komputasi baru.
Kuartal kedua 2026 menunjukkan perubahan penting dalam peta industri prosesor. Intel masih memimpin dengan jarak besar, tetapi AMD kini memiliki momentum yang sulit diabaikan.
Tags: AI Infrastructure, AMD, AMD EPYC, ARM, CPU, Data Center, desktop PC, Intel, Intel Xeon, laptop, Mercury Research, pasar semikonduktor, prosesor, Server CPU, x86

