Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Featured Kecerdasan Buatan Nobel Perdamaian Prabowo Subianto Spesial

    Paper Nomine Nobel Perdamaian 2026 Prabowo Dibuat Pakai AI? - Ruang ID

    9 min read

     

    News RUANG.ID – Dokumen pengajuan nomine Nobel Perdamaian 2026 yang mengusung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ramai dibicarakan warganet di media sosial sejak... Latief S. Nugraha Agustus 5, 2026 · 4 menit baca Halaman judul dokumen pengajuan nomine Nobel Perdamaian 2026 yang mengusung Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto (Foto: tangkap layar paper di laman paper.sssrn.com)

    RUANG.ID – Dokumen pengajuan nomine Nobel Perdamaian 2026 yang mengusung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ramai dibicarakan warganet di media sosial sejak Rabu (5/8/2026) dini hari. Naskah ilmiah yang mengatasnamakan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut diterpa isu miring terkait dugaan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses penyusunannya.

    Dugaan ini mengemuka setelah publik menemukan indikasi kuat berupa prompt AI yang disinyalir lupa dihapus dan masih tertinggal di dalam badan dokumen. Temuan tersebut mendadak tular di media sosial dan memicu spekulasi luas mengenai keabsahan serta proses penyuntingan naskah.

    Paper berjudul “Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by the National Nutrition Agency: Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia’s Economic Growth” tersebut resmi dipublikasikan pada 31 Maret 2026 di platform papers.ssrn.com dengan ketebalan 69 halaman.

    Nama Presiden RI Prabowo Subianto tercantum sebagai salah satu penulis bersama jajaran akademisi, antara lain Prof. Dr. Dian Damayanti (European Alliance for Innovation; Universitas Borobudur Jakarta), Ashar Sunarso (Institut Pemerintahan Dalam Negeri), Norhidayah Azman (Management and Science University), Iwan Iwan (Universitas Negeri Jakarta), Prof. Dr. Ir. Gimbal Doloksaribu (Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta), Prof. Dr. Cicih Ratnasih (Universitas Borobudur Jakarta), Mansuri (Universitas Borobudur Jakarta), Dr. Sugiyanto Saleh (Universitas Borobudur Jakarta), dan Prof. Dr. Ninuk Lustyantie (Universitas Negeri Jakarta).

    Paper pengajuan penghargaan Nobel Perdamaian Prabowo yang mengangkat MBG diduga ditulis pakai AI setelah lupa menghapus prompt. Hasil deteksi AI pun mengklaim 100 persen paper tersebut buatan AI.

    Kejanggalan Terlihat Sejak Bagian Awal Paper

    Kejanggalan dokumen ini mulai terlihat sejak bagian awal. Pada halaman kedua, persis setelah judul dan abstrak, disajikan visualisasi gambar penuh warna mengenai program MBG yang diduga kuat merupakan produk generatif AI. Masuk ke halaman 7, terdapat sajian tabel tanpa suntingan yang juga diindikasi buatan sistem pintar. Bukti paling gamblang tampak pada bagian bawah tabel yang memuat tulisan “One-Sentence Nobel Interpretation (optional, very strong)”—sebuah frasa yang ditengarai sebagai jejak prompt perintah AI.

    Colorful poster announcing nobel peace prize 2026 free meal program with a golden statue volunteers serving meals and farm imagery in a sunny scene
    Poster pengajuan nomine Nobel Perdamaian 2026 (Foto: tangkap layar papers.ssrn.com)

    Fenomena ini dengan cepat memantik respons tajam warganet di berbagai platform digital. Akun X @TxTdariUGM mengunggah tanggapannya, “anjirrr paper nobel perdamaian Prabowo ada sisa prompt yg kelupaan dihapus HAHAHA😂😂😂😂😂😂pake AI donggg buat papernya.” Sementara itu, akun @trinavle menuliskan, “dosen linguistik ku sampai kepo” disertai hasil tangkapan layar paper yang dimaksud.

    Sorotan publik ini kemudian diulas secara intensif oleh media kabarmahasiswa.id melalui unggahannya pada Rabu (5/8/2026) dini hari. Kolom komentar pun dibanjiri beragam reaksi kritis warganet.
    Akun @attorney.imelda menyampaikan keheranannya, “Kok bisa siy @sufmi_dasco , @sekretariat.kabinet ?? Bikin malu aja Cc: @dpr_ri”. Komentar senada dilontarkan akun @bahfuad yang menyentil tampilan visual dokumen, “tabelnya AI banget astaga🗿”.

    Rasa penasaran mengenai piranti lunak yang digunakan diungkapkan oleh akun @farisamenulis, “Spill AI nya pake yang mana🥹🤣😭, Claude kah, Chat GPT kah, Perplexity kah, dll”. Di sisi lain, akun @faridaalistighfaroh mengkritik penyusunan lampiran dengan menuliskan, “Lampirannya malah ngawur😂udah pada lihat belum? Kayak better skripsi mahasiswa S1 sumpah”.

    Pertanyaan mendasar terkait proses verifikasi penerbitan disampaikan oleh akun @ai_diana_, “Koq iso terbit???”. Reaksi bernada sindiran juga datang dari akun @hendihz yang menulis, “Haus validasi bgt dah😂😂😂😂”, serta komentar lugas dari akun @abinayakonno, “kebnyakan orang² obdoh ngurus negara. Rasa malu dan rasa ngga tau diri sdh “langka” di negara ini.”

    Screenshot of a document titled free meal program by the national nutrition agency with indonesian captions overlaid about downloading before takedown and a papers Ssrn watermark
    Salah satu reaksi warganet (Foto: IG kabarmahasiswa.id)

    Belum Ada Klarifikasi Resmi

    Berdasarkan penelusuran RUANG.ID hingga saat berita ini ditulis, Rabu (5/8/2026), naskah ilmiah tersebut masih dapat diakses secara publik di platform papers.ssrn.com tanpa ada perubahan atau perbaikan atas bagian-bagian yang disorot.

    Selain masalah konten utama, tata letak lampiran pendukung juga tampak ganjil. Dokumen tersebut melampirkan berkas fisik seperti amplop yang posisinya terbalik, scancopy Surat Keputusan dari Kementerian Dalam Negeri Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum sebanyak tiga lembar yang juga tersusun terbalik, hingga berkas Surat Pencatatan Ciptaan dari Balai Besar Sertifikasi Elektronik sebagai upaya penegasan legalitas.

    Hingga saat ini, belum ada klarifikasi atau pernyataan resmi dari para penulis maupun pihak terkait mengenai temuan yang memicu kontroversi penggunaan AI tersebut. Pertanyaan pamungkasnya adalah: Apakah paper pengajuan nomine Nobel Perdamaian 2026 tersebut benar-benar resmi, diajukan oleh nama-nama akademisi yang tertera? Atau hanyalah hoaks yang dibuat oknum tertentu?

    Reaksi warganet yang lain (Foto: kabarmahasiswa.id)

    .

    Komentar
    Additional JS