Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Kasus Pavel Durov Rusia Spesial Telegram

    Rusia Tiba-tiba Hendak Tangkap Miliarder Pendiri Telegram Pavel Durov, Ini Alasannya - SindoNews

    10 min read

     

    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.

    Kamis, 30 Juli 2026 - 09:43 WIB

    Rusia tiba-tiba keluarkan surat perintah penangkapan internasional untuk miliarder pendiri Telegram Pavel Durov. Foto/Wikipedia

    A A A

    MOSKOW - Pihak berwenang Kremlin sedang memburu miliarder pendiri Telegram Pavel Durov atas tuduhan telah membantu Ukraina dan organisasi teroris dalam merencanakan serangan di Rusia. Moskow telah mendakwa dan mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional untuk Durov.

    Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengumumkan dakwaan terhadap Durov pada hari Rabu, dengan mengatakan bahwa perusahaannya gagal menonaktifkan "saluran, obrolan, dan bot" yang digunakan oleh dinas khusus Ukraina dan oleh organisasi teroris dan ekstremis untuk mempersiapkan dan mengoordinasikan serangan di Rusia.

    Baca Juga: Prancis Tangkap Miliarder Pendiri Telegram Pavel Durov

    "Serangan-serangan tersebut termasuk tindakan sabotase dan terorisme, pembunuhan massal, dan operasi penipuan siber," kata FSB, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (30/7/2026).

    Tidak ada komentar resmi dari Durov atau pun pihak Telegram, tetapi akun resmi Telegram di X menguggah foto Durov yang mengacungkan jari tengahnya setelah dakwaan diumumkan.

    Tuduhan Rusia ini muncul ketika Moskow berupaya membatasi penggunaan Telegram dan aplikasi pesan populer lainnya, seperti WhatsApp, sambil mempromosikan layanan pesan MAX yang didukung negara.

    Para pakar memperingatkan bahwa MAX, yang secara terbuka menyatakan akan membagikan data pengguna dengan pihak berwenang jika diminta, tidak menggunakan enkripsi end-to-end yang memastikan pesan tetap bersifat pribadi.

    Pemerintah Rusia juga telah memblokir media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram sambil meningkatkan pembatasan pada layanan seperti YouTube.

    Durov, yang lahir di Rusia tetapi sekarang memegang paspor Uni Emirat Arab dan Prancis, ikut mendirikan Telegram pada tahun 2013. Sebelumnya, dia meluncurkan VKontakte, yang setara dengan Facebook di Rusia, sebelum menjual sisa sahamnya pada tahun 2014 di tengah tekanan dari pihak berwenang Rusia.

    Durov mengeklaim bahwa dia telah dipaksa untuk memberikan akses kepada pihak berwenang Rusia ke data dari akun aktivis pro-demokrasi Ukraina pada tahun 2014—dan bahwa ia menolak untuk melakukannya.

    Awal tahun ini, Durov mengumumkan bahwa pihak berwenang Rusia telah membuka penyelidikan kriminal terhadapnya dan menuduh mereka mengarang dalih untuk membatasi akses ke Telegram sebagai bagian dari upaya untuk menekan hak atas privasi dan kebebasan berbicara.

    Selain penyelidikan Rusia, Durov menghadapi penyelidikan hukum di Prancis atas tuduhan bahwa Telegram gagal untuk secara memadai melawan aktivitas kriminal di platform tersebut dan tidak cukup bekerja sama dengan permintaan penegak hukum. Durov membantah melakukan kesalahan.

    Durov mempertahankan sikap tidak campur tangan dalam moderasi, memposisikan aplikasi tersebut sebagai aplikasi pribadi dan bebas dari sensor. Meskipun demikian, beberapa pakar telah memperingatkan bahwa pendekatan ini telah menyebabkan Telegram menjadi pusat aktivitas ilegal dan ekstremisme.

    (mas)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

      Rekomendasi

      Infografis

      Ini Beda Spek dan Harga...

      Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max

      Terpopuler

      1

      2

      3

      4

      5

      Berita Terkini

      Mohammed bin Salman...

      Eks PM Israel: Qatar...

      Bersiap Mengebom Iran...

      Mengejutkan, Jenderal...

      Seorang Wanita Ledakkan...

      AS dan Israel Siapkan...

      Komentar
      Additional JS