Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Abu Vulkanik Bencana Berita Featured Gadget Gunung Meletus Lintas Peristiwa Smartphone Spesial Tips & Tricks

    Cara Cek Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Api lewat HP, Bisa Pantau dari Mana Saja - Suara

    4 min read

     

    Cek sebaran abu vulkanik lewat HP. [Bidikan layar]

    Baca 10 Detik

    • Cara cek sebaran abu vulkanik lewat HP dapat diakses masyarakat.

    • Pantau citra satelit BMKG untuk cara mengecek sebaran abu vulkanik di sekitar.

    • Kunjungi situs abu.cikoytew.my.id untuk mengetahui update kondisi terkini.

    Suara.com - Erupsi gunung api dapat menyebabkan abu vulkanik terbawa angin dan menyebar hingga jauh dari lokasi kawah.

    Karena arah angin dan kondisi atmosfer terus berubah, masyarakat perlu mengetahui wilayah yang berpotensi terdampak.

    Kabar baiknya, informasi mengenai sebaran abu vulkanik dapat dipantau lewat HP menggunakan sejumlah layanan berbasis peta dan citra satelit.

    Informasi tersebut penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar gunung api, pengguna kendaraan, hingga penumpang pesawat.

    Berikut beberapa cara mudah mengecek sebaran abu vulkanik yang dapat dilakukan melalui HP tanpa harus memasang aplikasi khusus.

    1. Cek melalui website BMKG

    Salah satu sumber informasi yang dapat digunakan untuk memantau sebaran abu vulkanik adalah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui citra satelit cuaca.

    Berikut langkah-langkahnya:
    1. Buka browser di HP atau komputer.
    2. Kunjungi situs resmi BMKG di https://www.bmkg.go.id/.
    3. Pilih menu Cuaca, kemudian masuk ke Satelit Cuaca.
    4. Cari bagian Citra Sebaran Abu Vulkanik dan pilih citra untuk gunung api yang ingin dipantau, jika tersedia.
    5. Amati peta citra satelit yang ditampilkan. Informasi sebaran abu dapat terlihat melalui hasil analisis citra satelit, termasuk citra RGB Himawari-9.
    6. Perhatikan waktu pengamatan atau pembaruan data yang tercantum pada peta.

    Perlu diingat, waktu pengamatan penting diperhatikan karena sebaran abu vulkanik dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin. 

    2. Pantau lewat abu.cikoytew.my.id

    Masyarakat juga dapat menggunakan situs abu.cikoytew.my.id, sebuah layanan pemantauan sebaran abu vulkanik yang dibuat oleh Tri Purnomo Aji, sebagaimana diperkenalkan melalui akun Threads @triprnmaji.

    Situs tersebut dirancang untuk memberikan gambaran mengenai gunung api yang berstatus siaga, arah pergerakan abu, serta potensi wilayah yang dilalui sebaran abu berdasarkan data yang digunakan oleh layanan tersebut.

    Cara mengaksesnya sebagai berikut.
    1. Buka abu.cikoytew.my.id melalui browser HP.
    2. Pilih gunung api yang ingin dipantau melalui menu yang tersedia.
    3. Aktifkan fitur lokasi pada HP apabila ingin mengecek posisi pengguna.
    4. Masukkan atau tentukan kota maupun wilayah yang ingin diperiksa.
    5. Amati informasi mengenai potensi wilayah tersebut terkena sebaran abu.
    6. Periksa peta untuk melihat arah pergerakan abu dan perkiraan wilayah yang berpotensi terdampak.

    Situs pihak ketiga dapat digunakan sebagai informasi tambahan, bukan pengganti peringatan resmi pemerintah. Untuk keputusan terkait keselamatan, masyarakat tetap perlu mengutamakan informasi dari lembaga berwenang.

    Perhatikan arah angin dan waktu pembaruan

    Sebaran abu vulkanik dipengaruhi kondisi atmosfer, terutama arah dan kecepatan angin pada berbagai lapisan udara. Akibatnya, wilayah yang berpotensi terdampak dapat berubah dari waktu ke waktu.

    Peta sebaran berbasis satelit dan aplikasi dapat menjadi alat bantu pemantauan, tetapi bukan pengganti peringatan resmi maupun arahan evakuasi. Untuk detailnya, utamakan informasi dan imbauan resmi dari PVMBG/Badan Geologi, BMKG, BNPB, pemerintah daerah, serta otoritas terkait.

    Jika berada di wilayah yang terdampak abu vulkanik, gunakan masker atau pelindung pernapasan yang sesuai, lindungi mata, dan kurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi memburuk.

    Komentar
    Additional JS