Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Sejarah Spesial

    Lima Jilid Buku Sejarah Indonesia Diluncurkan, Publik Bisa Akses Gratis

    3 min read

     

    Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam konferensi pers peluncuran buku sejarah di Jakarta, Senin (31/8/2026). ANTARA/Sinta Ambar.

    Kementerian Kebudayaan meluncurkan lima jilid awal buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global yang ditulis 123 ahli dari berbagai disiplin.

    JAKARTA - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) meluncurkan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Setelah beberapa kali penundaan, pemerintah akhirnya meluncurkan lima jilid awal yang bisa diakses secara gratis oleh masyarakat.

    Proyek penulisan sejarah nasional yang diinisiasi Kemenbud secara keseluruhan akan terdiri atas 11 jilid, dengan enam jilid lainnya akan diluncurkan di tahun ini.

    Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan penyusunan buku tersebut melibatkan para ahli dari beragam bidang. Secara keseluruhan, terdapat 123 penulis yang berasal dari 34 universitas dan 11 lembaga nonperguruan tinggi, dengan latar belakang antara lain sejarawan, arkeolog, filolog, epigraf, dan peneliti.

    Fadli mengatakan Kementerian Kebudayaan memfasilitasi proses penyusunan buku, sementara tim penulis diberi kebebasan dalam menentukan substansi penulisan tanpa intervensi.

    "Sejak awal proses penyusunan, Kementerian Kebudayaan secara konsisten menempatkan diri sebagai konsultator substansi, ideologi, dan narasi untuk diserahkan kepada para sejarah. Secara independen kepada tim penulis untuk menjaga kreativitas, kebebasan akademik, dan prinsip. Dan seharusnya jelas, negara juga bertugas untuk menjamin warga, pencarian, pekerjaan, pengayaan, pengaman sejarah," ungkap Fadli, dikutip dari Antara, Senin (31/8).

    Menurut Fadli, buku tersebut mengusung upaya untuk mengubah cara pandang terhadap sejarah. Sejarah, kata dia, tidak seharusnya dipahami semata-mata sebagai hafalan mengenai tanggal dan peristiwa, melainkan juga sebagai sarana untuk mengasah pemikiran kritis dan memahami perjalanan masyarakat.

    "Buku ini menempatkan Indonesia sebagai subyek aktif, Indonesia setris, Indonesia perspektif, bukan kolonial perspektif," tegasnya.

    Baca juga: Peluncuran Buku Sejarah Indonesia Masih Terkendala Lisensi Foto

    Lima jilid yang telah diluncurkan terdiri atas jilid pertama Akar Peradaban Nusantara, jilid kedua Nusantara dalam Jaringan Global, dan jilid ketiga Nusantara dalam Jaringan Global: Timur Tengah. Adapun jilid keempat berjudul Interaksi Awal dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi, sedangkan jilid kelima berjudul Masyarakat Indonesia dan Terbentuknya Negara Kolonial.

    Fadli mengakui proses penyusunan buku membutuhkan waktu lebih panjang dari sekadar penyelesaian materi tulisan. Sejumlah aspek lain, seperti pengurusan hak cipta foto sebagai pelengkap teks, penyuntingan, hingga desain tata letak, turut memengaruhi durasi penyelesaian keseluruhan proyek.

    Baca juga: Isi dan Urgensi Buku Sejarah Indonesia Yang Disusun Kemenbud

    Buku-buku tersebut kini dapat diakses masyarakat secara digital melalui situs Pustaka Budaya. Pemerintah berharap publikasi digital itu dapat memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap bahan bacaan sejarah sekaligus menjadi rujukan untuk berbagai kegiatan penelitian.

    Enam jilid berikutnya direncanakan diluncurkan pada September 2026 untuk melengkapi keseluruhan proyek penulisan sejarah Indonesia tersebut.

    Komentar
    Additional JS