Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita BRICS Dunia Internasional Featured Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo Ajak BRICS Perkuat Industrialisasi dan Rantai Pasok Global - Investor Trust

    4 min read

     


    Presiden Prabowo Subianto berbicara dalam sesi terbuka KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9/2026). Foto: BPMI Setpres/ Muchlis Jr.

    JAKARTA, investortrust.id – Presiden Prabowo Subianto mengajak negara-negara anggota BRICS untuk memperkuat kolaborasi di bidang industrialisasi dan rantai pasok global. Prabowo menegaskan kolaborasi ini merupakan bagian penting dalam upaya menghadapi berbagai tantangan global dan sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang.

    Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato pada sesi terbuka KTT ke-18 BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9/2026).

    “Izinkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Mari kita melakukan industrialisasi bersama. Mari kita mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas yang kita miliki bersama,” kata Prabowo.

    Baca Juga

    Implementasi Politik Bebas Aktif Tanpa Isolasi, Prabowo Bersahabat dengan Semua Negara

    Salah satu tantangan global yang ditekankan adalah perubahan iklim global dan isu kebencanaan. Prabowo menjelaskan Indonesia merupakan negara kepulauan yang berada di kawasan cincin api atau ring of fire Pasifik, yang merupakan wilayah paling aktif secara geologis di dunia. Kondisi tersebut membuat Indonesia rentan terhadap berbagai situasi kebencanaan, termasuk kenaikan permukaan laut, cuaca ekstrem, hingga aktivitas gunung berapi.

    Di sisi lain, Indonesia memiliki sejumlah sumber daya alam, mulai dari mineral kritis termasuk logam tanah yang keberadaannya sangat langka, sumber energi terbarukan untuk pengembangan teknologi bersih, hingga hutan yang menjadi bagian penting bagi kehidupan dunia.

    “Kita harus melihat adanya hubungan yang erat antara ketangguhan menghadapi perubahan iklim dan pembangunan nasional,” kata Prabowo.

    “Indonesia tidak sendirian menghadapi tantangan ini. Negara-negara anggota BRICS lainnya dan banyak negara di Global South juga menghadapi persoalan yang saling berkaitan,” katanya menambahkan.

    Untuk itu, Prabowo mengajak negara-negara anggota BRICS menghadapi berbagai tantangan secara kolektif dengan mengolaborasikan pengelolaan sumber daya yang sangat besar, kapasitas produksi, kemampuan teknologi, serta pasar yang luas.

    Selain itu, Prabowo melihat blok ekonomi yang merepresentasikan sekitar 49% populasi dunia dan 40% produk domestik bruto (PDB) dunia ini memiliki peluang untuk meningkatkan investasi dan memperkuat industri guna menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta membuka peluang yang lebih baik bagi masyarakat.

    Dikatakan, BRICS telah memiliki modal besar berupa sumber daya dan kekuatan ekonomi yang saling melengkapi. Potensi tersebut dapat menjadi fondasi untuk memperkuat posisi BRICS dalam rantai nilai global.

    “BRICS pada dasarnya sudah memiliki rantai pasok. Tugas kita adalah menghubungkan dan mengoptimalkannya, sehingga kekuatan yang sudah kita miliki ini dapat menghasilkan nilai yang lebih besar bagi kita semua,” tegasnya.

    Baca Juga

    Prabowo: BRICS Satukan Suara Negara Berkembang Bentuk Masa Depan

    KTT ke-18 BRICS menekankan empat pilar utama, meliputi ketahanan (resilience), inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan (sustainability) untuk merespons berbagai tantangan global, termasuk ketegangan geopolitik yang kian meningkat.

    Sejalan dengan hal tersebut, Perdana Menteri India Narendra Modi juga menyoroti berbagai krisis, mulai dari pandemi, bencana iklim, hingga gangguan rantai pasok, yang membuktikan bahwa dunia yang saling terhubung saat ini membuat krisis tidak bisa dipandang sebagai isu lokal.

    Presiden Tiongkok Xi Jinping pun menyerukan agar BRICS turut menjaga rantai industri dan rantai pasok global tetap stabil serta tidak terhambat, terutama di tengah gangguan pelayaran melalui Selat Hormuz akibat perang Amerika Serikat-Iran.

    Komentar
    Additional JS