Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Juara Keuangan Keuangan Digital QRIS Antarnegara Spesial

    QRIS Antarnegara Raih Penghargaan 50-in-5 Awards 2026 - IDN Times

    6 min read


    QRIS Antarnegara Raih Penghargaan Global, Transaksi Tembus Rp7,63 T
    Indonesia Raih Penghargaan Global lewat QRIS Antarnegara. (Dok/Istimewa).
    Intinya Sih
      This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
      Share Article

      Iklan - Scroll untuk Melanjutkan

      Jakarta, IDN Times - Indonesia melalui inovasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara meraih penghargaan 50-in-5 Awards 2026 kategori Kolaborasi yang diselenggarakan Digital Public Goods Alliance (DPGA) dan Co-Develop.

      Penghargaan diserahkan Chief Investment Officer Co-Develop Lindsey Crumbaugh kepada Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta yang mewakili Indonesia dalam rangkaian 50-in-5 Milestone Event pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-81 di New York, Amerika Serikat, 21 September 2026.

      "Penghargaan tersebut menjadi pengakuan global atas keberhasilan Indonesia bersama negara mitra dalam membangun konektivitas pembayaran digital lintas negara yang interoperabel dan inklusif. Konektivitas ini dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha," ungkap Fillianingsih dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026).

      1. 1. QRIS Antarnegara menunjukkan interoperabilitas tidak harus setiap negara memiliki sistem yang sama

        Screenshot_20260922_073621_Samsung Browser.jpg
        Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta yang mewakili Indonesia dalam rangkaian 50-in-5 Milestone Event pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-81 di New York, Amerika Serikat, 21 September 2026. (Dok/Istimewa).

        Filluaningsih menjelaskan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi BI, pemerintah, industri sistem pembayaran Indonesia, serta otoritas dan industri sistem pembayaran negara mitra.

        “QRIS Antarnegara menunjukkan bahwa interoperabilitas tidak mengharuskan setiap negara memiliki sistem yang sama. Yang dibutuhkan adalah kesamaan tujuan, kepercayaan, standar yang disepakati, serta komitmen untuk menghubungkan sistem yang telah dimiliki masing-masing negara,” ujar Filianingsih.

      2. 2. Konektivitas sistem pembayaran buka peluang ekonomi lintas negara

        ilustrasi QRIS (freepik.com/Freepik)
        ilustrasi QRIS (freepik.com/Freepik)

        Menurut dia, konektivitas sistem pembayaran tidak hanya menghubungkan sistem, tetapi juga masyarakat dan membuka peluang ekonomi lintas negara.

        50-in-5 merupakan kampanye advokasi global yang bertujuan mendukung 50 negara dalam merancang, meluncurkan, dan memperluas infrastruktur publik digital yang aman, inklusif, dan interoperabel sebelum 2028.

        Dalam kampanye tersebut, 50-in-5 Awards diberikan kepada berbagai inisiatif yang dinilai berkontribusi dalam mendorong kolaborasi dan implementasi digitalisasi infrastruktur publik.

      3. 3. Nilai transaksi qris antarnegara sejak 2022-Juli 2026 capai Rp5,9 triliun

        ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
        ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)

        Di dalam negeri, implementasi QRIS Antarnegara diperkuat melalui sinergi BI, pemerintah, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan industri sistem pembayaran.

        Saat ini, konektivitas QRIS Antarnegara telah diperluas melalui kerja sama dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

        "Sejak pertama kali diterapkan pada 2022 hingga Juli 2026, transaksi QRIS Antarnegara oleh pengguna dari negara mitra di Indonesia mencapai 21 juta transaksi senilai Rp5,90 triliun," tegasnya.

      4. 4. Pemanfaatan QRIS kian meluas

        Ilustrasi cadangan devisa. (IDN Times/Arief Rahmat)
        Ilustrasi cadangan devisa. (IDN Times/Arief Rahmat)

        Fillianingsih menjelaskan transaksi pengguna Indonesia di negara mitra mencapai 4,67 juta transaksi senilai Rp1,73 triliun.

        Dengan demikian, nilai transaksi dari pengguna negara mitra di Indonesia lebih tinggi Rp4,17 triliun dibandingkan transaksi pengguna Indonesia di negara mitra.

        Perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan QRIS untuk mendukung aktivitas ekonomi lintas negara, termasuk pariwisata dan perdagangan. Konektivitas ini juga berpotensi mendukung penerimaan devisa dari wisatawan mancanegara.

        "Manfaat QRIS Antarnegara semakin luas seiring dengan pertumbuhan ekosistem QRIS di dalam negeri. Hingga Juli 2026, QRIS telah menjangkau 45,46 juta merchant, dengan 96,69 persen di antaranya merupakan UMKM," ungkapnya.

        Melalui QRIS Antarnegara, pelaku usaha Indonesia, terutama UMKM, dapat melayani transaksi wisatawan mancanegara dengan memanfaatkan infrastruktur pembayaran digital yang sudah digunakan sehari-hari tanpa perlu menyediakan sistem pembayaran baru.

        Ke depan, BI akan terus memperluas konektivitas QRIS Antarnegara dengan negara-negara mitra potensial, terutama yang memiliki hubungan ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat yang kuat dengan Indonesia.

      Share Article
      Komentar
      Additional JS