Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Spesial

    Robot Rp 250 Juta "Mengemis" di Jalanan, Minta Uang untuk Isi Baterai- Kompas

    5 min read

     


    KOMPAS.com - Sebuah video beredar di media sosial, menampilkan robot humanoid yang tampak "mengemis" di jalanan di China.

    Robot itu berlutut sembari memenangkupkan kedua tangan ke arah orang-orang yang melewatinya, seolah meminta sumbangan. Peristiwa ini terjadi di sebuah trotoar di kota Chengdu, Provinsi Sichuan, China.

    Di depan robot yang bentuknya menyerupai manusia itu, terdapat wadah wadah kecil untuk menampung uang tunai dari orang yang melewatinya.

    Tersedia pula kode QR yang dicetak pada kertas berukuran A4 bila orang-orang menghendaki sumbangan dengan mekanisme cashless (nont-tunai).

    Robot China Adu Tinju di Riyadh, Bisa Menggendong Manusia

    Baca juga: China Bikin Robot dari Otot Katak Asli, Dikendalikan Pakai Cahaya

    Speaker dan layar LED yang menemani robot memutar pesan berulang kali, menyatakan robot tersebut kehabisan uang untuk mengisi ulang baterai, sehingga memohon bantuan sumbangan pembayaran tagihan listrik.

    Setelah ditelusur, robot dalam video itu diidentifikasi sebagai Unitree G1, buatan perusahaan robotika asal China, Unitree Robotics.

    Robot ini memiliki tinggi sekitar 1,27 meter dan bobot sekitar 35 kilogram. Unitree G1 dijual dengan harga mulai dari 99.000 yuan atau sekitar Rp 250 juta, dengan daya tahan baterai sekitar dua jam per pengisian.

    Dikira trik promosi hingga lucu-lucuan

    Video robot yang mengemis itu ramai di media sosial China pada Juni 2026 lalu. Namun hingga kini, belum diketahui siapa pihak yang mengoperasikan atau memprogram robot tersebut hingga beraksi di jalanan.

    Unitree Robotics juga belum memberikan konfirmasi resmi terkait keterlibatan perusahaan dalam aksi tersebut.

    Sejumlah outlet media menyebut bahwa praktik itu kemungkinan hanya bagian dari eksperimen pemasaran, bukan robot yang benar-benar kehabisan daya. Meski demikian, spekulasi tersebut juga belum dapat dipastikan kebenarannya.

    Video itu pertama kali menyebar di media sosial China, Rednote (Xiaohongshu), sebelum akhirnya ikut viral di media internasional, termasuk CGTNEurope di tautan berikut.

    Baca juga: Suami Pergoki Istri Selingkuh Pakai Robot Vacuum, Ujungnya Jadi Bumerang

    Reaksi warganet di platform tersebut beragam, sebagian besar bernada bercanda, sementara yang lain mengaitkannya dengan kekhawatiran soal batas antara manusia dan mesin akibat perkembangan kecerdasan buatan.

    Sejumlah warganet bahkan mempertanyakan logika ekonomi di balik aksi tersebut.

    Sebab, jika seseorang mampu membeli mesin senilai puluhan hingga ratusan juta lalu menempatkannya di jalanan lengkap dengan wadah sumbangan, maka yang sebenarnya kekurangan uang kemungkinan bukanlah robot itu, melainkan pihak lain yang memanfaatkannya.

    Salah satu komentar bahkan menduga pemilik robot justru sedang bersantai di rumah sementara mesinnya "bekerja" mengumpulkan uang di jalan.

    Di sisi lain, ada pula warganet yang melihat persoalan yang lebih serius dari sekadar lucu-lucuan. Kesediaan sebagian orang memberikan uang kepada robot memunculkan pertanyaan soal prioritas empati

    Baca juga: China Buka Sekolah untuk Robot Humanoid, Dilatih Pekerjaan Manusia

    Ada yang mempertanyakan mengapa kecerdasan buatan bisa mendapat perlakuan baik, sementara martabat dasar warga yang benar-benar membutuhkan bantuan saja belum tentu terjamin.

    Namun ada juga yang menolak keras gagasan itu, dengan alasan uang semestinya diberikan kepada orang yang benar-benar kesulitan, bukan mesin yang sekadar menjalankan skenario, dihimpun KompasTekno dari Guessing Headlights.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Robot Humanoid Jadi “Asisten Rumah Tangga”, Tarifnya Rp 500.000 Per Jam

    Komentar
    Additional JS