Satelit Tiongkok Yaogan-50 02 Hancur, 43 Serpihan Melayang di Orbit Bumi - harapanrakyat

harapanrakyat.com,- Insiden hancurnya satelit Tiongkok Yaogan-50 02 di luar angkasa kembali memicu kekhawatiran global terkait penumpukan sampah orbit. Wahana penginderaan jauh tersebut meluncur pada pertengahan Maret 2026 menggunakan roket Long March 6A dari Pusat Peluncuran Taiyuan. Namun, wahana ini dilaporkan mengalami gangguan sistem hingga pecah menjadi puluhan fragmen setelah beberapa bulan beroperasi.
Baca juga: Satelit CosmoCube, Inovasi Radio Astronomi di Sisi Jauh Bulan untuk Menjelajahi Zaman Kegelapan
Data pengawasan militer Amerika Serikat mengonfirmasi adanya sedikitnya 43 potongan debris yang terdeteksi melayang di ruang angkasa. Katalog pemantauan domestik milik pemerintah setempat jua mencatat keberadaan empat fragmen awal hasil disintegrasi tersebut. Meskipun demikian, otoritas resmi di Beijing hingga kini belum merilis pernyataan publik mengenai pemicu utama kehancuran satelit tersebut.
Anomali Orbit Retrograd dan Risiko Sampah Satelit Tiongkok
Sebelum hancur, wahana ini ditempatkan pada lintasan retrograd yang sangat langka dengan sudut kemiringan mencapai 142 derajat. Jalur khusus ini memaksa wahana bergerak berlawanan arah rotasi bumi demi mengoptimalkan frekuensi pengamatan kawasan daratan. Konfigurasi lintasan unik tersebut membutuhkan konsumsi energi bahan bakar yang jauh lebih besar dibanding penerbangan orbit standar.
Saat ini seluruh potongan sampah tersebar pada zona ketinggian antara 600 hingga 1.100 kilometer di atas permukaan bumi. Pada ketinggian tersebut, hambatan atmosfer sangat minim sehingga serpihan diprediksi bertahan hingga puluhan bahkan ratusan tahun. Keberadaan kotoran antariksa berusia panjang ini berpotensi membahayakan keselamatan operasional berbagai wahana antariksa aktif lainnya.
Baca juga: Rencana Kontroversial Peluncuran Satelit Reflect Orbital ke Luar Angkasa
Sejumlah pengamat antariksa menduga timbulnya ledakan baterai atau kegagalan sistem pendorong sebagai pemicu utama keretakan. Kemungkinan pemicu lainnya adalah benturan keras dengan objek sampah antariksa yang sedang melaju cepat di sekitar lintasan. Ketidakpastian pemicu pasti ini terus menjadi bahan kajian mendalam bagi para peneliti lalu lintas antariksa internasional.
Misi Resmi dan Catatan Sejarah Sampah Antariksa
Secara resmi, rilis negara menyebutkan wahana seri Yaogan difungsikan untuk survei pemetaan lahan dan mitigasi bencana. Namun, sejumlah analis Barat meyakini bahwa wahana tersebut jua mengemban misi intelijen serta pengawasan militer. Keraguan mengenai fungsi ganda ini kerap mengemuka karena minimnya transparansi informasi teknis yang dibagikan ke publik.
Baca juga: Satelit Nusantara Lima Meluncur dari AS
Faktanya, insiden disintegrasi wahana di ketinggian tinggi pernah terjadi sebelumnya pada pengujian senjata anti-satelit tahun 2007. Peristiwa penembakan wahana Fengyun-1C kala itu menghasilkan ribuan pecahan yang masih mengorbit hingga dekade ini. Akumulasi sampah lama dan baru ini berisiko mempercepat terjadinya reaksi berantai Sindrom Kessler di orbit rendah.
Penanganan runtuhan satelit Tiongkok memerlukan komitmen bersama seluruh pihak demi menjaga keberlanjutan eksplorasi ruang angkasa. Pengawasan ketat terhadap seluruh pergerakan fragmen harus terus dilakukan guna mencegah terjadinya kecelakaan tabrakan antarwahana di masa depan. Upaya pembersihan dan penerapan standar mitigasi lingkungan antariksa menjadi langkah krusial untuk melindungi investasi teknologi dunia. (Muhafid/R6/HR-Online)