Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured GoPro Spesial Starman

    Starman Optical Akuisisi GoPro Senilai Rp5 Hingga Triliun - Chatnews

    6 min read

     

    Intan Safitri

    Author

    Starman Optical Akuisisi GoPro Senilai Rp5 Hingga Triliun
    kamera aksi gopro hitam (Foto: Velocityk)

    Smallest Font

    Largest Font

    Starman Optical resmi mengakuisisi produsen kamera aksi GoPro Inc. melalui kesepakatan tunai senilai 285 juta dolar AS atau sekitar Rp5,13 triliun pada Selasa (1/9/2026), sebagaimana dilansir dari Tekno. Langkah bisnis ini diambil untuk memperluas jangkauan teknologi ke sektor infrastruktur kecerdasan buatan hingga pertahanan.

    Pemegang saham GoPro akan memperoleh pembayaran tunai sebesar 1,14 dolar AS atau setara Rp20.520 per lembar saham. Setelah transaksi selesai, Starman Optical bakal memegang 90 persen saham perusahaan gabungan, sementara pemegang saham lama GoPro menyisakan 10 persen kepemilikan.

    Seluruh utang GoPro senilai 92 juta dolar AS atau Rp1,656 triliun akan dilunasi penuh. Meski demikian, GoPro tetap terdaftar di bursa saham Nasdaq serta melanjutkan layanan langganan, produk konsumen, dan penyimpanan awan yang ada.

    Penggabungan ini membawa komponen transceiver optik Starman ke dalam portofolio GoPro, sekaligus membuka akses ke pasar robotik, pertahanan, pemerintah, dan kedirgantaraan.

    "Optik dan pencitraan canggih adalah komponen penting bagi AI, keamanan nasional, dan perekonomian secara luas, tapi sebagian besar perangkat keras krusial di baliknya masih diproduksi di luar negeri," kata Charles Tebele, Chief Executive Officer Starman Holding.

    Integrasi teknologi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi perusahaan dalam peta persaingan teknologi pencitraan global.

    "Merger ini memosisikan GoPro sebagai pemain solusi pencitraan dan optik asal Amerika," ujar Nicholas Woodman, Pendiri sekaligus CEO GoPro.

    Nicholas Woodman menguraikan dampak jangka panjang yang diharapkan dari penggabungan entitas bisnis tersebut.

    "Langkah ini membuat GoPro bisa tumbuh di pasar konsumen, komersial, dan pertahanan sekaligus," kata Nicholas Woodman, Pendiri sekaligus CEO GoPro.

    Starman Optical baru didirikan pada 31 Agustus 2026 di Delaware di bawah naungan Starman Holding. Operasional utamanya berjalan melalui Starman New Photonics yang memproduksi transceiver optik untuk pusat data AI di New Jersey.

    Akuisisi ini menjadi titik balik bagi GoPro yang sempat mengalami penurunan pendapatan hingga 80 persen pada kuartal II-2026 akibat persaingan ketat dengan DJI dan Insta360. Transaksi yang telah disetujui dewan direksi kedua perusahaan ini ditargetkan tuntas pada akhir 2026 setelah mendapat persetujuan regulator.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS