Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Binance Featured Kasus Keamanan Digital Kejahatan Digital Keuangan Keuangan Digital Kripto Spesial

    Binance Dibobol, Aset Kripto 6,3 Miliar Dollar AS Dicuri Peretas - Kompas

    8 min read



    SINGAPURA, KOMPAS.com - Bursa mata uang kripto terbesar di dunia, Binance, dilaporkan menjadi korban peretasan yang menyebabkan aset kripto senilai 6,3 miliar dollar AS dicuri.

    Insiden ini disebut sebagai salah satu peretasan terbesar dalam sejarah industri kripto.

    Perusahaan analisis blockchain asal Amerika Serikat, TRM Labs dan Chainalysis, menyebut serangan tersebut diduga dilakukan peretas asal Korea Utara.

    TRM Labs menjelaskan, pelaku menyasar dompet Binance yang tersebar di 10 jaringan blockchain. Sebagian besar dana hasil pencurian dipindahkan hanya dalam waktu sekitar 20 menit.

    Rp 114 Triliun Aset Kripto Raib, Raksasa Kripto Binance Dihantam Dugaan Peretasan

    Binance menyatakan telah bekerja sama dengan sejumlah mitra untuk membekukan aset yang terdampak. Dari total dana yang dicuri, sekitar 3 miliar dollar AS telah berhasil ditemukan.

    Sementara itu, status sisa aset senilai sekitar 3,3 miliar dollar AS belum dijelaskan secara terperinci. Salah satu pendiri Binance, Yi He, mengatakan perusahaan akan menanggung seluruh kerugian akibat peretasan tersebut.

    Binance juga menegaskan bahwa dana simpanan pengguna tidak terdampak. Layanan penarikan dana diperkirakan kembali beroperasi dalam waktu 48 jam.

    Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok Hampir 2 Persen, Imbas Binance Bobol?

    Diduga melibatkan peretas Korea Utara

    TRM Labs menyebut sejumlah karakteristik serangan terhadap Binance memiliki kemiripan dengan peretasan sebelumnya yang dikaitkan dengan Korea Utara.

    Salah satu kasus yang menjadi pembanding adalah peretasan bursa kripto Bybit pada 2025. Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) sebelumnya menyatakan serangan tersebut dilakukan oleh pihak Korea Utara.

    "Kami menyampaikan penilaian ini dengan tingkat keyakinan yang tinggi," tulis TRM Labs dalam keterangannya.

    Perwakilan Korea Utara di Jenewa dan kedutaan besarnya di China belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.

    Menurut Chainalysis dan sejumlah pakar industri, nilai aset yang dicuri dalam insiden Binance berpotensi menjadikannya peretasan terbesar dalam sejarah kripto.

    "Ini adalah peretasan terbesar dalam sejarah," kata Aravind Srinivasan, kepala bisnis OTC sistematis di perusahaan penyedia likuiditas kripto GSR.

    Baca juga: Binance Ungkap Dugaan Celah Peretasan, Berawal dari Laptop Insinyur DevOps

    Harga Bitcoin dan Ether ikut melemah

    Insiden tersebut langsung memengaruhi perdagangan aset kripto di Asia pada Jumat (30/10/2026).

    Harga Bitcoin turun lebih dari 3 persen dan menyentuh level terendah dalam enam minggu, yakni 76.368 dollar AS. Ether juga melemah lebih dari 3 persen ke level terendah dalam dua bulan di 2.178 dollar AS.

    Sementara itu, token BNB yang diluncurkan Binance turun sekitar 5 persen dalam 24 jam terakhir menjadi 709,70 dollar AS, berdasarkan data CoinGecko.

    Tekanan juga terlihat pada saham perusahaan yang memiliki eksposur terhadap industri kripto. Saham bursa kripto Coinbase Global turun 4,8 persen, sedangkan saham MicroStrategy, perusahaan yang banyak berinvestasi dalam Bitcoin, merosot hampir 6 persen dalam perdagangan di luar jam bursa Amerika Serikat.

    Peneliti senior HashKey Group, Tim Sun, menilai insiden tersebut dapat menekan minat investor terhadap aset berisiko.

    Investor juga berpotensi mengevaluasi kembali keamanan penyimpanan aset di bursa kripto terpusat, termasuk risiko terhadap pihak pengelola, kemampuan memenuhi kewajiban, dan likuiditas.

    Baca juga: Binance Janji Tanggung Seluruh Kerugian akibat Dugaan Peretasan, Setoran dan Penarikan Dihentikan

    Berawal dari laptop insinyur Binance

    Dalam penyelidikan awal, Binance menduga serangan bermula dari peretasan laptop milik salah satu insinyurnya. Perangkat yang telah disusupi tersebut diduga menjadi pintu masuk pelaku untuk mengakses salah satu sistem perusahaan dan melakukan penarikan dana tanpa izin.

    "Insiden ini dipicu oleh berbagai faktor. Tim keamanan kami sedang melacak seluruh alur serangan melalui komputer yang telah disusupi, yang diduga menjadi titik awal masuknya peretas," kata Binance.

    Bernardo Brites, CEO perusahaan infrastruktur pembayaran dan stablecoin Trace Finance, menilai perkembangan kecerdasan buatan (AI) turut meningkatkan tantangan dalam menjaga keamanan sistem digital.

    Menurut dia, teknologi AI dapat membantu menemukan celah keamanan lebih cepat daripada waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk memperbaikinya.

    Brites memperkirakan insiden semacam ini dapat mendorong pengguna beralih dari bursa kripto berskala kecil dan menengah ke platform yang dinilai memiliki kemampuan lebih besar dalam menanggung kerugian akibat serangan siber.

    Binance sendiri memiliki sekitar 335 juta pengguna terdaftar di seluruh dunia. Berdasarkan laporan tahunan 2025, perusahaan tersebut mengelola aset senilai sekitar 162,8 miliar dollar AS.

    Baca juga: Harga Bitcoin Terjun, Binance Soroti Fase Risk-Off Global

    Sejumlah perusahaan bekukan aset hasil peretasan

    Upaya pembekuan aset hasil peretasan juga melibatkan sejumlah perusahaan kripto.

    Penerbit stablecoin Tether menyatakan telah membekukan aset senilai hampir 1,57 miliar dollar AS yang terkait dengan insiden tersebut. Sementara itu, Circle membekukan aset senilai lebih dari 800 juta dollar AS.

    Perusahaan kripto Ripple juga membekukan dana sekitar 200 juta dollar AS. Wakil Presiden Senior Ripple untuk stablecoin, Jack McDonald, mengatakan perusahaan terus memantau laporan mengenai dugaan eksploitasi yang melibatkan Binance dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

    Selain itu, World Liberty Financial, perusahaan kripto yang terafiliasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan keluarganya, menyatakan telah bekerja sama dengan kustodian kripto BitGo untuk membekukan dana yang dicuri.

    Yi He menyebut sekitar 27 juta dollar AS dalam bentuk stablecoin dan token World Liberty senilai sekitar 2 juta dollar AS telah dibekukan.

    Binance juga memiliki Secure Asset Fund for Users (SAFU), yakni dana cadangan yang disiapkan untuk melindungi pengguna apabila terjadi insiden keamanan. Menurut situs perusahaan, dana tersebut disimpan dalam bentuk Bitcoin.

    Baca juga: Harga Bitcoin Terjun, Binance Soroti Fase Risk-Off Global

    Menambah daftar peretasan industri kripto

    Peretasan Binance menambah panjang daftar pencurian aset digital dalam industri kripto.

    Menurut TRM Labs, sepanjang tahun sebelumnya peretas mencuri aset kripto senilai total 2,9 miliar dollar AS dalam hampir 150 serangan.

    Pada September 2026, bursa kripto Bitget juga menyatakan aset digital senilai sekitar 350 juta dollar AS telah dicuri dari platformnya.

    CEO perusahaan intelijen blockchain Arkham, Miguel Morel, mengatakan data menunjukkan adanya peretasan terhadap Binance dengan nilai mencapai miliaran dollar AS. Namun, pelaku serangan tersebut belum diketahui secara pasti.

    Di tengah meningkatnya kasus pencurian aset digital, otoritas juga memperingatkan bahwa kelompok kejahatan terorganisasi semakin sering memanfaatkan mata uang kripto untuk memindahkan dana lintas negara di luar sistem keuangan tradisional.

    Binance.US, bursa kripto yang beroperasi secara terpisah dari Binance, menyatakan tidak terdampak insiden tersebut. Coinbase juga mengatakan platformnya tidak terkena dampak dan terus memantau perkembangan situasi.

    Dalam insiden terpisah pada Kamis (29/10/2026), operator pasar prediksi Polymarket sempat menghentikan perdagangan setelah terjadi masalah keamanan yang melibatkan penyedia pihak ketiga. Perdagangan kemudian kembali dilanjutkan dan perusahaan menyatakan akan mengganti seluruh kerugian pengguna yang terdampak.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS