Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita BYD Featured Flash Charging Spesial

    BYD Perkenalkan Flash Charging di Indonesia - Lensa Hukum

    6 min read


    Jihan Baqia S.I.Kom. Author

    BYD Perkenalkan Flash Charging di Indonesia
    BYD Flash Charging (kompas.com/nanda)

    Smallest Font

    Largest Font

    LensaHukum.co.id, BYD memperkenalkan teknologi pengisian daya cepat Flash Charging di Indonesia untuk kendaraan listrik dengan dukungan Blade Battery generasi kedua. Teknologi ini diklaim mampu mengisi daya 10 persen hingga 70 persen dalam lima menit dan 10 persen hingga 100 persen dalam sembilan menit, dilansir dari Otomotif.

    Head of Aftersales PT BYD Motor Indonesia Ubaedilah menjelaskan teknologi tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pengguna mobil listrik terhadap waktu pengisian yang lebih singkat. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta Selatan pada Senin (12/10/2026).

    "Kami berfokus pada hal yang paling dipedulikan oleh setiap pengguna, yaitu waktu pengisian daya. Pertanyaannya, seberapa cepat sebenarnya? 5 menit, dari 10 persen ke 70 persen. Tidak hanya itu, untuk pengisian dari 10 sampai full SOC, hanya butuh waktu 9 menit saja," kata Ubaedilah, Head of Aftersales PT BYD Motor Indonesia.

    Menurut BYD, kemampuan tersebut menjadi bagian dari pengembangan Blade Battery generasi kedua dan teknologi Flash Charging. Baterai terbaru ini disebut mengalami peningkatan kepadatan energi sebesar 5 persen dan umur pakai sebesar 2,5 persen dibanding generasi sebelumnya.

    Richard Li, Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division, menjelaskan pengembangan teknologi baterai menjadi dasar kemampuan pengisian cepat tersebut. BYD menyebut teknologi Flash Plus Ion Transport System dirancang untuk mempercepat pergerakan ion litium serta mengurangi hambatan internal baterai.

    "Berbicara tentang baterai, BYD telah memproduksi baterai sejak tahun 1995. Keahlian mendalam dalam teknologi baterailah yang membuka jalan bagi BYD untuk memasuki industri otomotif," kata Richard Li, Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division.

    Menurut BYD, hambatan internal yang lebih rendah dapat membantu menekan panas selama proses pengisian daya. Perusahaan juga menekankan aspek keamanan dalam pengembangan baterai generasi terbaru tersebut.

    "Dengan Baterai Blade generasi kedua, kami memegang satu prinsip lagi, keamanan tanpa kompromi sedikit pun," ujar Richard Li, Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division.

    Untuk mendukung Flash Charging, BYD memperkenalkan perangkat pengisian daya dengan keluaran maksimum hingga 1.500 kW melalui satu konektor. Sistem ini juga dilengkapi desain kabel dan konektor yang dibuat agar lebih mudah digunakan pengguna.

    BYD turut menghadirkan fitur Plug & Charge untuk menyederhanakan proses pengisian daya. Namun, durasi pengisian aktual tetap dapat dipengaruhi kondisi baterai, suhu, kemampuan kendaraan, serta perangkat pengisian yang digunakan.

    BYD juga memaparkan pengujian Blade Battery generasi kedua, termasuk uji tusuk jarum setelah 500 siklus Flash Charging yang disebut setara penggunaan kendaraan sekitar 300.000 kilometer. Pengujian lain mencakup gangguan pada empat sel baterai dan benturan bagian bawah kendaraan hingga 10 kali standar acuan BYD.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS