Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home California Dunia Internasional Featured Google Keuangan Pajak Sergey Brin Spesial

    Co-Founder Google Sergey Brin Kucurkan USD 102 Juta untuk Hadang Pajak Kekayaan California - Jawa Pos

    4 min read

     


    Warga AS membawa poster saat menghadiri aksi dukungan terhadap Prop 40 di San Jose, California, AS, Selasa (18/8/2026) (The Business Times)

    JawaPos.com - Google co-founder Sergey Brin menggelontorkan USD 102 juta atau sekitar Rp1,83 triliun dengan kurs Rp17.940 per dolar AS untuk mendukung upaya menggagalkan pajak kekayaan satu kali bagi miliarder California. Dana itu disalurkan melalui Building a Better California menjelang pemungutan suara Proposition 40 pada November. 

    Bagi Brin, yang kekayaannya diperkirakan sekitar USD 270 miliar atau Rp4.843,8 triliun, pajak tersebut berpotensi menimbulkan kewajiban hampir USD 14 miliar atau Rp251,16 triliun. Besarnya dana yang dikeluarkan Brin memperlihatkan bahwa pertarungan Prop 40 bukan hanya perdebatan mengenai tarif pajak. 

    CNN mencatat hampir USD 100 juta telah dipesan untuk iklan oleh kelompok yang menentang kebijakan itu, sebagian besar berasal dari Brin dan miliarder lain. Perkembangan ini menjadi contoh meningkatnya penggunaan kekayaan pribadi para pengusaha teknologi untuk memengaruhi kebijakan publik di Amerika Serikat.

    Jika disetujui, Prop 40 akan mengenakan pajak satu kali sebesar 5 persen atas kekayaan individu dan trust dengan nilai sedikitnya USD 1 miliar. Ketentuan itu berlaku bagi siapa pun yang tinggal di California pada awal tahun ini, untuk mencegah miliarder pindah guna menghindari pajak. Ekonom UC Berkeley sekaligus perancang kebijakan Emmanuel Saez menegaskan, "Sudah terlambat untuk pergi sekarang."

    Menurut pendukungnya, pajak itu diperlukan untuk menutup dampak pemangkasan belanja kesehatan federal yang diperkirakan menciptakan kekurangan sekitar USD 20 miliar atau Rp358,8 triliun per tahun bagi California dan mengancam program Medi-Cal. 

    Mereka memperkirakan Prop 40 dapat menghasilkan hingga USD 100 miliar atau Rp1.794 triliun, cukup untuk menutup kekurangan tersebut selama sekitar lima tahun. Brian Galle dari UC Berkeley mengatakan penyedia layanan di wilayah dengan banyak penduduk bergantung pada Medicaid akan terkena dampak paling berat.

    Namun, dukungan terhadap Prop 40 tidak datang tanpa perlawanan. Gubernur California Gavin Newsom menolak proposal tersebut dan mengusulkan pajak minimum miliarder di tingkat nasional. Dia menilai kebijakan itu juga tidak menyelesaikan kebutuhan California untuk perumahan, pengasuhan anak, dan pendidikan.

    "Kita tidak bisa membiarkan satu organisasi advokasi, betapapun baik niatnya, menulis aturan pajak negara bagian sesuai kepentingannya sendiri," tulis Newsom.

    Brin sendiri menjadi salah satu penentang paling vokal. Dalam pernyataan kepada The New York Times, dia mengaitkan penolakannya dengan pengalaman keluarganya meninggalkan Uni Soviet.

    "Saya melarikan diri dari sosialisme bersama keluarga pada 1979," kata Brin, seraya menyebut pengalaman tersebut sebagai alasan dia tidak ingin California bergerak ke arah serupa.

    Building a Better California juga mendanai Proposition 41 dan 42, dua inisiatif yang dapat membatasi pajak baru dan berpotensi mengesampingkan Prop 40 apabila memperoleh suara lebih banyak.

    Selain Brin, pendanaan oposisi datang dari investor Peter Thiel, John Doerr dari Kleiner Perkins, serta Patrick Collison, CEO Stripe. Data AdImpact yang dikutip CNN menunjukkan koalisi penentang telah memesan hampir USD 100 juta ruang iklan, berbanding sekitar USD 100.000 untuk iklan pendukung pajak.

    Persoalan lainnya adalah risiko perpindahan kekayaan dan kegiatan usaha. Robert Lapsley dari California Business Roundtable memperingatkan bahwa pajak berbasis aset akan menambah tekanan bagi pemilik perusahaan yang kekayaannya terutama berupa saham, properti, dan aset lain.

    Dia mengatakan pajak itu dapat "mendorong para pencipta lapangan kerja yang kita miliki di negara bagian ini keluar." Sejumlah pemimpin teknologi dan korporasi memang telah mengancam memindahkan tempat tinggal atau bisnis mereka jika Prop 40 berlaku.

    Dampaknya dapat meluas ke luar California. Enam ekonom penerima Nobel, termasuk Daron Acemoglu, Paul Krugman, dan Joseph Stiglitz, mendukung Prop 40 dan menyebut California berpotensi menjadi titik awal penerapan pajak kekayaan di negara bagian lain, tingkat federal, bahkan negara lain.

    "California adalah tempat yang tepat untuk mengambil langkah bersejarah ini," tulis mereka.

    Hasil pemungutan suara November akan menentukan apakah kebijakan semacam itu memperoleh pijakan lebih luas. Polling UC Berkeley IGS menunjukkan 48 persen pemilih kemungkinan mendukung dan 41 persen menolak, sedangkan survei Public Policy Institute of California mencatat 52 persen dukungan setelah responden membaca judul dan keterangan resmi surat suara. Saez menilai Prop 40 dapat menjadi "titik balik bersejarah" dalam upaya mengenakan pajak kepada miliarder.

    Komentar
    Additional JS