Google Bantu Pengguna Android Periksa SMS Penipuan Tanpa Mengeklik - Lensa Hukum
Oct 17, 2026 - 19:26
Jihan Baqia S.I.Kom. Author

Smallest Font
Largest Font
LensaHukum.co.id, Pesan singkat yang meminta pembayaran segera, menawarkan hadiah, atau menyertakan tautan mencurigakan dapat diperiksa tanpa harus membuka tautannya. Dilansir dari Tekno, Google menyediakan Circle to Search sebagai salah satu cara untuk membantu pengguna Android mengenali indikasi penipuan melalui SMS maupun percakapan WhatsApp.
Fitur pencarian visual tersebut memungkinkan pengguna menganalisis informasi yang tampil di layar tanpa berpindah aplikasi. Dengan bantuan kecerdasan buatan (AI), pengguna dapat memperoleh gambaran mengenai potensi bahaya dalam pesan sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
Menurut Senior Product Manager Google Messages Alberto Pastor Nieto dan Product Manager Android Shaifali Bhandari, metode penipuan semakin sulit dikenali secara langsung. Kondisi ini membuat pemeriksaan tambahan diperlukan ketika sebuah pesan memunculkan kecurigaan.
Nieto menjelaskan tantangan yang dihadapi pengguna ketika berusaha mengenali pesan berbahaya secara mandiri.
"Dengan penipuan yang makin sulit dikenali, hampir mustahil bagi pengguna untuk mengetahui sendiri setiap tanda bahaya," kata Nieto.
Circle to Search dapat digunakan untuk menelusuri isi pesan dan tautan yang menyertainya. Pengguna cukup menandai bagian layar yang ingin diperiksa, sehingga tidak perlu mengeklik tautan yang berpotensi mengarahkan mereka ke situs berbahaya.
Berikut tahapan penggunaan Circle to Search pada ponsel Android yang mendukung fitur tersebut:
Tekan dan tahan tombol Home atau bagian navigasi di bawah layar ponsel Android.
Buat lingkaran pada teks SMS atau pesan yang dianggap mencurigakan.
Tunggu hingga sistem AI Google menganalisis isi pesan dan tautan dengan membandingkannya terhadap pola penipuan yang ditemukan di internet.
Baca rangkuman AI Overview yang muncul di layar untuk mengetahui hasil pemeriksaan dan saran tindakan selanjutnya.
Dalam proses tersebut, sistem akan mencari sejumlah karakteristik yang sering ditemukan pada pesan penipuan. Contohnya adalah permintaan pembayaran dengan segera dan alamat situs yang keasliannya perlu diperiksa.
Hasil analisis dapat membantu pengguna menilai apakah tautan mengarah ke situs resmi atau justru menunjukkan ciri alamat yang mencurigakan. Pemeriksaan ini berlangsung tanpa mengharuskan pengguna membuka tautan melalui peramban.
Alternatif pemeriksaan melalui Google Lens
Pengguna yang belum memiliki akses ke Circle to Search tetap dapat memanfaatkan Google Lens melalui aplikasi Google. Menurut informasi yang disampaikan dalam panduan tersebut, kemampuan pemeriksaan penipuan pada Circle to Search dan Google Lens telah diperkenalkan secara global sejak Desember 2025.
Untuk menggunakan alternatif ini, pengguna perlu mengambil tangkapan layar pesan yang dicurigai terlebih dahulu. Selanjutnya, buka aplikasi Google, akses Google Lens, lalu pilih gambar tangkapan layar tersebut untuk memulai pemeriksaan.
Meski demikian, hasil berupa rangkuman analisis AI tidak selalu tersedia. Informasi tersebut hanya ditampilkan apabila sistem Google menilai bahwa jawabannya memiliki tingkat akurasi yang memadai.
Karena itu, hasil pemeriksaan sebaiknya dipahami sebagai bantuan untuk mengenali indikasi bahaya, bukan jaminan bahwa setiap pesan telah dipastikan aman.
Scam Detection memberikan peringatan otomatis
Selain pemeriksaan yang dilakukan secara manual, Google juga menyediakan Scam Detection untuk sejumlah perangkat Android. Fitur ini bekerja dengan memindai notifikasi pesan masuk dari aplikasi percakapan yang didukung guna memberikan peringatan awal ketika ditemukan indikasi penipuan.
Perbedaan utamanya terletak pada cara kerja kedua metode tersebut. Circle to Search dan Google Lens digunakan ketika pengguna ingin memeriksa pesan tertentu, sedangkan Scam Detection membantu mengidentifikasi potensi ancaman melalui notifikasi yang diterima.
Halaman dukungan Android mencatat bahwa fitur pendeteksi penipuan otomatis tersebut telah mendukung sembilan bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Informasi ini dihimpun KompasTekno dari Unite.AI.
Kapan pesan mencurigakan menjadi berisiko?
Membuka dan membaca pesan teks pada umumnya tidak serta-merta membahayakan ponsel. Risiko pencurian data dapat muncul ketika pengguna mengeklik tautan, mengunduh berkas, atau membalas pesan yang berpotensi menjadi bagian dari upaya penipuan.
Oleh sebab itu, pemeriksaan sebelum berinteraksi dengan pesan menjadi langkah awal yang penting. Jika hasil penelusuran menunjukkan adanya indikasi bahaya, panduan keamanan Google menyarankan pengguna menghapus pesan dan memblokir nomor pengirimnya.
Penggunaan fitur pemeriksaan visual maupun pendeteksi otomatis dapat membantu pengguna mengenali pola penipuan lebih awal. Namun, keputusan untuk tidak membuka tautan mencurigakan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan informasi pribadi saat menggunakan layanan pesan.
Editors Team


0
Like
0
Dislike
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow